Ketika hati nurani seseorang telah buta sempurna, sedangkan mata masih waras dan tajam, telinga masih peka, segala cara apapun tidak akan pernah bisa memberikan nasehat untuk menyembuhkan hatinya yang buta. Apalagi jika orang itu adalah pemimpin suatu kaum.
Adanya kebutaan hati nurani secara sempurna itu, lantaran adanya keserakahan diri didalam pengisian energi terhadap nafsunya. Sementara unsur kemampuan pikir tidak bisa mengadopsi ilmu-ilmu dunia untuk memenuhi kehendaknya. Akan tetapi dirinya merasa memiliki kepandaian melebihi siapapun juga, dan dirinya malas untuk belajar, selain hanya kebohongan demi kebohongan yang ditanamkan pada orang lain. Serta merasa lebih tinggi dan lebih terhormat dibandingkan orang lain.
Jika dirimu menemui orang seperti ini lebih baik menjauh agar alam semesta sendiri yang akan mengeksekusinya. Yakni ketika ada seorang pemimpin yang terbiasa menggunakan #hati_nurani serta #sanubari. Sebab hanya orang-orang seperti inilah yang bisa menghadapinya lewat sebuah #momentum yang diturunkan oleh alam semesta. Tanpa kata, tanpa rasa, tapi penuh lontaran gelombang #energi_makna yang akan menyapu dan meluluh-lantakkan seseorang yang buta hati secara sempurna bersama kaumnya, berterbangan bagaikan debu tertiup prahara.
Dan seseorang yang menggunakan hati nurani dan sanubarinya itu tahu ; bahwa: Jalan satu-satunya yang harus ditempuh agar #tidak_membahayakan orang lain, adalah dengan membuat #pkirannya buta. Dan #perasaannya harus diberikan berbagai warna rasa sehingga dia tidak bisa merasakan apa-apa, selain kekalutan.
Dengan begitu dia bagaikan buta segalanya, bahkan tidak lagi mampu melangkah karena ruang gerak jiwanya tertutup oleh kebutaan pikirannya serta perasaannya. Dan itulah jalan terbaik sehingga tidak membahayakan dan tidak lagi dapat mengadu domba sesama.
Dan yang paling penting lagi, fajar kembali menyingsing akan kembali menyongsong untuk mengusap jiwa serta akan menerangi lorong-lorong gelap kehidupan yang hampir porak poranda lantaran ulah seseorang yang buta hati nuraninya secara sempurna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar