Agama itu letaknya dihati, sedang yang muncul diluar adalah berupa sifat, sikap dan perilaku, serta perbuatan, bukan sebatas kata. Perbedaan sikap dan warna perilaku pada setiap orang, tergantung sampai sejauh mana dia memahami dan menyadari adanya agama didalam dirinya. Maka sebesar itu pula cahaya agama muncul kepermukaan diri. Dan cahaya itu akan muncul dengan sendirinya tanpa disadari.
Namun yang sering terjadi tidak ada sedikit pun cahaya agama yang muncul dari dalam diri, tetapi tetap mengaku bahwa dirinya beragama padahal semuanya hanyalah sebatas ilusi. Mengapa ? Karena yang dipikirkan hanyalah teori bagaimana bisa #merasakan_agama dan bukan berpikir bagaimana menteorikan apa yang #dirasakan ketika dirinya #memeluk_agama.
Pernahkah hal itu direnungkan?!?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar