Selama ini yang dikenal atau diketahui umum hanya ada 3 energi yakni energi gerak(kinetik); energi suara( transversal) dan energi cahaya( longitudinal)
Bagi saya masih kurang lengkap tanpa adanya energi makna sebagaimana yang dahulu pernah saya tulis di FB ini.
Adanya pertikaian, salah faham , kebencian, peperangan bahkan pembunuhan sekalipun , hal itu lantaran tiadanya energi makna yang dikuasai oleh masing-masing orang. Sebab dengan energi makna semua orang akan bisa mengerti terhadap lontaran gelombang energi yang datang serta apa yang akan dilakukan ketika salah satu dari ketiga energi itu melingkupi diri kita. Ketika kita bergerak, ketika kita bicara dan ketika menulis serta membaca adalah merupakan energi. Bahkan berpikir serta merasakan juga merupakan energi.
Sedangkan ENERGI MAKNA adalah merupakan energi pamungkas yang didapatkan dari hati nurani untuk mengerti secara tepat guna dan berhasil guna terhadap sikap perilaku yang akan kita pergunakan dalam suatu tindakan.
Tanpa adanya energi makna maka yang didapat kemungkinan tindakannya hanya sebatas BETUL dan bukan BENAR, dimana kalau betul dihasilkan dari otak kanan akan menjadi KEBETULAN sedang kalau BENAR sudah ada pembuktian lewat otak kiri sehingga akan menjadi KEBENARAN.
Dengan melatih merasakan lewat hati nurani kemudian menggunakan akal lewat berpikir akan diharapkan bisa mendapatkan kebenaran dimaksud sehingga tidak akan ada kesalahpahaman bagi siapapun juga tanpa melihat apapun permasalahannya dan siapapun yang menerimanya dan apapun suku bangsa dan agamanya.
Oleh karena itu jika kita ingin menyelesaikan masalah apapun didunia ini jangan lepaskan hati agar terpancar ENERGI MAKNA sehingga kita akan secara otomatis akan dapat merasakan lewat NURANI serta akalnya untuk berpikir secara alami lewat NALURI sehingga permasalahannya akan dapat diatasi dengan baik.
Dengan begitu jika hal itu secara terus menerus dilatih maka yang terjadi orang tersebut akan menjadi arif dan bijaksana serta semakin luhur budinya , dan akan ada tanda diwajahnya yakni bercahaya penuh wibawa. Hal itu dikarenakan dalam segala hal akan selalu menggunakan energi makna yang selalu peka menghadapi ketiga energi, baik yang datang maupun yang akan dilontarkan.
Namun yang perlu diperhatikan adalah; bahwa energi makna hanya akan didapatkan bagi orang-orang yang meniadakan rasa benci, kecewa, susah, amarah dan lain sebagainya. Oleh karena itu jika masih ada warna rasa tersebut harus segera dihilangkan terlebih dahulu dengan MENARIK NAFAS dan menahannya barang sejenak kemudian dihembuskan sampai apa yang dirasakan hilang. Setelah itu baru merenungkan apa yang jadi permasalahannya.
Selamat merenung dan selamat menjalani isro' mi'roj secara rasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar