Partner | KAENDRA Tour & MICE

Jumat, 15 Desember 2023

ANTARA OTAK KIRI, OTAK KANAN DAN OTAK TENGAH

 


Ruang Metafisika:



Adanya kehidupan alam manusia tidak terlepas dari berbagai macam pola pikir dan pola rasa didalam mengartikulasikan kehidupannya sehari-hari ketika berhubungan dengan persoalan yang dihadapi, terutama ketika berhubungan dengan kejadian yang ada diluar dirinya. 


Dan dari situlah akhirnya muncul beberapa istilah seperti asumsi, persepsi, prediksi dan presisi, yang tanpa disadari adalah merupakan hasil kerja dari otak manusia itu sendiri, khususnya didalam mengambil keputusan apa yang akan di eksekusinya. 


Dewasa ini sedang marak dihadapan kita dan sedang diperbincangkan terus menerus yakni adanya pilpres ( yang paling utama ) dan Pemilu legislatif.  Sehingga banyak bermunculan lembaga-lembaga survey yang mencoba melihat siapa kira-kira dipilih rakyat untuk menjadi presiden. Namun dari sekian banyak lembaga survey belum ada yang menggunakan otak tengah sebagai rujukannya, melainkan hampir semuanya lebih condong menggunakan otak kiri dan otak kanan. 


Untuk sekedar diketahui bahwa asumsi dan persepsi, itu merupakan ranah otak kanan lewat tingkat kepuasan dan  kesukaan masyarakat. Sedangkan yang lewat prediksi merupakan ranah otak kiri dengan mengumpulkan polling dari masyarakat dan digabungkan dengan pengalaman sebelumnya lewat metodologi dan data yang ada kemudian di logika kan. Jadi disini jika dikaitkan dengan tata kerja otak adalah merupakan penggabungan antara otak kiri ( IQ) dan otak kanan (EQ). Dengan demikian tentu akan ada human and error' nya sekitar 2.5 sampai 5 persen akurasinya. Yang hal ini terjadi karena harus turun ke lapangan baik langsung maupun tidak langsung. 



Jika kita sekali waktu menggunakan otak tengah  tidak membutuhkan bantuan dari polling masyarakat melainkan dari semiotika yang ada untuk dibacanya lewat fakta yang ada. Seperti halnya jarak matahari ke bumi jarak antar bintang dll. Hal itu bisa dipercaya akurasinya walaupun kita tidak pernah mendarat ke matahari itu sendiri.  Jadi cara kerja otak tengah itu adalah lewat RASA sehingga lebih PRESISI dan sudah tidak lagi menggunakan asumsi maupun persepsi, walaupun masih harus menggunakan istilah PREDIKSI itu sendiri sesuai dengan gerakan elektro magnetik bumi dan alam semesta lainnya pada suatu zaman. Sehingga jika masih dalam 1 jaman tentu akurasinya masih tetap bisa dipertanggung jawabkan . 


Selanjutnya dalam hal penggunaan otak mana yang lebih dominan harus dilakukan adalah dengan melihat dimana mereka tinggal. Jika tinggal di kawasan lintang selatan ya harus menggunakan otak kiri. Jika tinggal di kawasan lintang Utara ya harus menggunakan otak kanan. Dan jika berada di khatulistiwa ya harus lebih menggunakan otak tengah ( RASA) , dimana saat ini lebih dikenal dengan istilah AQ( Adversity quotion). 


Dengan demikian , maka kita akan mengetahui siapa yang akan menjadi presiden Republik Indonesia di tahun 2024 itu nanti.





Selamat merenung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar