Partner | KAENDRA Tour & MICE

Minggu, 17 April 2011

SIFAT, SERTA TUGAS OTAK KIRI DAN KANAN

Lanjutan.....
                                                                                                                                                  
Selama ini, masih banyak yang bingung, dan menemui kesulitan membedakan, masalah apa saja  yang merupakan tugas otak kiri. Dan mana pula yang merupakan tugas otak kanan, selain hanya berupa teori belaka. Untuk lebih memudahkan didalam memahami otak kiri, dan otak kanan, khususnya tentang sifat, tugas, dan peran masing-masing, gambarannya adalah sebagai berikut :Pertama : Masalah yang masuk kedalam diri kita lewat “panca indra”, dan yang bisa kita pikirkan, serta yang bisa diselesaikan, merupakan tanggung jawab otak kiri. Dan, jangan sekali-kali menyelesaikan, atau memikirkan terus menerus, apabila kita sudah tidak mampu. 


Ringkasnya, Jangan sekali-kali berpikir, apabila tidak bisa menghasilkan buah pikiran. Kedua : Masalah yang masuk otak kiri, adalah segala hal yang mempunyai unsur dan sifat mencipta, atau membangun, “dari ada menuju ada yang lain”. Jadi, masalah yang dipikir adalah yang benar-benar masuk akal masing-masing orang yang mendapatkan masalah. Tanda-tanda yang tidak masuk akal, dan selalu jadi pikiran, akan menimbulkan akibat samping, seperti sakit, susah, menderita dan sebagainya. Sehingga, lambat laun akan menimbulkan kelainan pada kekebalan tubuh, baik secara lahir maupun batin. Ketiga : Bila muncul masalah yang tidak bisa dipikir, atau yang tidak mendapatkan buah pikiran, menunjukkan bahwa masalah itu bukan tugas dan wewenang otak kiri. Melainkan tugas otak kanan yang harus bertindak, dan mengambil alih masalahnya. Sebab, masing-masing komponen yang ada didalam diri manusia, telah disusun sedemikian rupa, sehingga cara kerjanya serba otomatis. Dan apabila tidak segera menyerahkan tugasnya pada otak kanan, manusia akan mengalami hal-hal negatif seperti diatas. Jika terjadi penyimpangan, akan menimbulkan penyakit bermacam-macam, khususnya depresi yang akhirnya, bisa stroke. Semua ini, adalah merupakan akibat bahwa akal sudah tidak mampu untuk berpikir, namun masih dipaksa untuk berpikir dan menyelesaikan masalah.
            Jadi, kerja otak kiri, harus didasari oleh ketentuan waktu, didalam penyelesaian masalah. Sehingga ada target, tentang apa yang ingin dicapai, dan diharapkan, dengan batasan waktu tersebut. Selanjutnya, akan diketahui, apakah otak kiri gagal, atau berhasil, didalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.
tugas otak kiri membutuhkan unsur sebagai berikut :
Pertama: Adanya unsur oksigen yang seimbang, sesuai dengan kebutuhan untuk berpikir, terhadap masalah yang dihadapi. Dan, untuk menyelesaikan masalah sampai membuahkan hasil pikiran. Antara lain, mencipta, berkarya, berusaha, berinvestasi dan lain sebagainya. Semakin banyak yang dipikirkan, maka akan semakin banyak pula, unsur oksigen yang dibutuhkan. Juga, dibutuhkan adanya makanan yang seimbang. Bentuknya berupa kalori, yang terdapat pada makanan, seperti halnya, daging, telur, ikan dan lain-lain. Kedua:  Sifat otak kiri seperti hard ware dalam computer, atau seperti tongkat persneling  yang bergerak kearah sebelah kiri pada kendaraan mobil. Sedang ciri khusus didalam mengawali kerja, adalah dari arah kiri menuju kearah kanan, atau dari Inteligensia(I) menuju Emosional(E). bagaikan bentuk tulisan huruf latin dari arah kiri kearah kanan. Juga, seperti perputaran arah jarum jam dari kiri kekanan. Disamping itu, otak kiri membutuhkan adanya zat yang dikeluarkan oleh organ tubuh berupa cairan yakni zat kelenjar empedu. Ketiga: Menyerahkan secara keseluruhan pada otak kanan untuk mengambil alih tugasnya, dengan cara “pasrah”, atau dalam arti, sudah tidak perlu memaksa untuk berpikir lagi, serta menunggu hasil akhir dari kerja otak kanan.
Tugas dan kebutuhan otak kanan sebagai berikut:
Pertama: Semua masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh otak kiri, menjadi tugas otak kanan. Termasuk didalamnya, masalah yang bersifat non empirik, seperti halnya bermimpi, pelupuk mata bergetar, telinga berbunyi, jantung berdebar. Atau ada getaran makhluk halus, dari dunia lain. Juga, getaran saat bertemu jodoh kita, Adanya Setan, Jin, dan lainnya.  Kedua: Hubungan antara otak kiri dan otak kanan suatu saat akan bekerja sama dalam hal khusus. Yakni, untuk melihat, atau merasakan hal-hal yang khusus pula, yaitu tentang nasib, Tuhan, serta makhluk-makhluk energi negatif, dan positif, yang sering dikatakan Setan,iblis dan malaikat, serta bidadari.
Otak kanan membutuhkan hal-hal sebagai berikut.
a)      Adanya unsur eter yang seimbang. Adanya unsur nutrisi, yang dalam makanan banyak terdapat pada sayuran, serta buah-buahan. Membutuhkan zat atau kelenjar getah bening. Sedang cara kerjanya bagaikan soft ware dan atau tongkat  persneling mobil yang kearah kanan, untuk menunjuk ke gerigi 3,4 dan 5.
b)      Ciri khas kerjanya, dari kanan kekiri, atau dari Emosional  (E) menuju Intelegensia  (I), seperti bentuk tulisan arab dari kanan kekiri. Juga seperti rotasi bulan, bumi, dan benda-benda langit lainnya yang berputar dari kanan kekiri(berlawanan dengan jarum jam).
c)      Khusus untuk orang-orang di Asia, dan masyarakat belahan timur kenapa suka merokok, makanan pedas dsb. dibandingkan orang-orang dari belahan barat. Ini karena membawa kodrat dasar, dimana orang-orang dari belahan timur otak kanan memang tercipta lebih dominan dari otak kiri, sehingga lebih banyak membutuhkan unsur eter yang lebih banyak pula. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan itu, mereka harus memperbanyak mengambil nafas dari mulut, mengeluarkan nafas dari hidung. Bukankah cabai, dan merokok, selalu mempergunakan nafas dari mulut ke hidung.
d)      Karena E yang lebih dominan ini, membuat orang timur gampang emosi, dibandingkan orang dari belahan barat. Sehingga didalam permainan sepak bola, mereka susah untuk memenangkan pertandingan. Karena permainan sepak bola, merupakan tugas otak kiri, dan bukan otak kanan. Sebab permainan yang berkelompok, adalah konsumsi bagi otak kiri. Hanya pada saat adu pinalti, dibutuhkan otak kanan. Sehingga tidak mengherankan, jika dalam ajang pertandingan, atau ada event-event sepak bola, hampir dipastikan selalu terjadi perselisihan. Juga, perjalanan politik di Indonesia, kenapa tidak bisa se flamboyant di negara barat. Hal itu, dikarenakan kita lebih menonjolkan otak kanan (E) untuk menyelesaikan masalah yang timbul.
Dengan adanya dua permasalahan diatas, maka telah jelas bagi kita, bahwa otak mana yang akan kita pakai. Namun, khusus hal-hal yang menyangkut materi kita harus menggunakan otak kiri didalam  penyelesaiannya. Dan diharapkan, segala sesuatu yang sudah ada, tidak kembali menjadi tidak ada. Sebagai contoh lagi sebagai berikut:
v  Jika mempunyai hutang, maka sebelum waktunya, sampai membayarnya, maka seharusnya menggunakan pikiran untuk bisa membayar.
v  Untuk memulai suatu usaha, maka harus dipikirkan tentang keberhasilan usaha tersebut. Antara lain berapa modal yang dibutuhkan. Berapa keuntungan yang diterima, dan berapa lama uang akan kembali. Harus dipikirkan pula, siapa saja partner yang akan diajak kerja sama, serta punya atau tidak pengetahuan tentang usaha itu. Hal ini harus dipikirkan secara teliti, serta tidak boleh kita pasrah begitu saja. Sebab, otak kiri tidak mengenal kata pasrah, tetapi pemikiran dan pengalaman. Serta ilmu, dan pengetahuan, dibidang usaha yang akan digeluti. Semakin teliti,  semakin menjauhkan dari kesusahan.
v  Menanam keluar, artinya kita yang berkehendak untuk berbuat suatu usaha, atau tindakan harus berpredikat sebagai subyek, sedang yang ditanam adalah obyek. Juga, harus memenuhi apa yang menjadi kehendak obyek. Semakin sempurna kita memenuhi kehendak obyek, maka sempurna pula apa yang dihasilkan dari obyek yang ditanam
Sifat-sifat otak kanan :
1.      Segala hal yang bersifat tidak ada, atau belum nyata, serta yang masih berupa cita-cita atau impian.
2.      Bukan merupakan masalah untuk diselesaikan, tetapi untuk dinikmati. Antara lain; segala sesuatu yang tidak bisa dipikir, seperti halnya mempunyai hutang, tapi tidak bisa membayar, maka harus menggunakan kepasrahan. Artinya, memasrahkan segala masalah yang sudah mengalami jalan buntu untuk dipikir. Sehingga, begitu kita pasrah, dan otak kiri tidak lagi bekerja, akan secara otomatis otak kanan akan mengambil alih, untuk mencarikan jalan keluar dari kebuntuan tersebut. Yang hal ini sering pula dikatakan, bahwa kita mendapatkan inspirasi. Atau bahkan, bisa mendapatkan suatu keajaiban. Ketika tiba-tiba ada orang yang datang untuk membantu kita.
3.      Otak kanan bekerja untuk menciptakan, dari tidak ada menuju ada.
4.      Otak kanan bersifat menanam kedalam. Artinya, kita sebagai obyek, sedang subyek adalah yang dikatakan energi positif itu sendiri, (dalam istilah agama disebut malaikat).
Jadi, semakin sempurna atau semakin jelas menyampaikan kehendak kita, maka akan semakin cepat pula kita mendapatkan keberhasilan. Serta terpenuhi, segala apa yang menjadi kehendak. Dan, untuk memunculkan otak kanan adalah lewat PASRAH. Artinya, otak kiri menyerahkan masalahnya pada otak kanan. Sedang untuk melatih otak kanan agar selalu bisa bekerja secara simultan adalah dengan satu cara, yakni jantung harus RELA atau IKHLAS







Bersambung...............

Tidak ada komentar:

Posting Komentar