Ada orang yang bertanya, kenapa akhir-akhir ini apa yang diangankan bisa terjadi? Bahkan saat dia bermimpi ada gempa, kemudian esok harinya benar-benar ada gempa.
Padahal tidak pernah menjalani apa-apa. Tidak pernah menjalani puasa khusus, serta tidak menginginkan suatu kelebihan apapun, selain setiap harinya merasakan kesedihan karena tidak bisa membayar hutang. Bahkan hampir putus asa, lantaran sering ditipu orang lain.
Saya lantas bertanya; apakah akhir-akhir ini sering merenung?
Dia menjawab ; bahwa amat sering merenungi tulisan di status tentang jati diri. Apa yang didapat dari tulisan itu? Semakin tidak mengerti bahkan makin bingung. Tetapi justru makin penasaran untuk membaca berkali-kali. Belum menemukan jawabannya, ditambahi lagi dengan status-status baru. Semakin lama semakin tidak mengerti.
Saya kejar lagi dengan pertanyaan; saat ini bagaimana perasaanmu, terutama kesusahan dirimu terhadap hutang? Dia menjawab; yaitu susahnya hilang dan tidak berpikir lagi tentang hutang. Malahan kehidupan makin enak, tentram dan penuh semangat. Nah jawaban inilah saya tunggu. Lalu saya jawab; bahwa sejak merenung, sesungguhnya pada saat itulah mata hati mulai pegang peranan..
Jika mata hati telah memegang peranan, maka seluruh kesusahan sedikit demi sedikit akan sirna. Sehingga mata hati akan semakin tajam dan terang benderang. Sehingga akan selalu memberitahukan segala sesuatu yang tidak bisa ditangkap oleh pancaindera.
Selama ini, mata hati tidak bisa berperan, lantaran tertutup kerak nafsu.
Itulah kenapa ada ajaran yang mengatakan bahwa: " merenung sejenak jauh lebih baik dibadingkan ibadah satu tahun".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar