Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 06 Mei 2014

CAKRAWALA



Jika dirimu ingin mengetahui sesuatu, pikirkanlah lebih dahulu apakah yang ingin kau ketahui itu akan bermanfaat bagimu, dan bukan hanya sekedar ingin kau ketahui belaka. Apalagi jika engkau malas untuk berpikir dan lantas kau tanyakan pada orang lain. Padahal, baik itu sudah kau peroleh jawaban maupun tidak, sama sekali tidak akan membawa manfaat apapun bagimu, selain hanya sekedar bahwa dirimu tahu.
Dan jika dirimu akan berpikir, sesuaikanlah dengan jangkauan kemampuan akalmu. Serta jangan kau paksakan dirimu memikirkan segala sesuatu, agar tidak sia-sia. Dan sesungguhnya pikirkanlah segala apa yang ada didepanmu, yang sekiranya akan memberikan manfaat bagi kehidupanmu. Dsn bukan apa yang dipikirkan orang lain. Karena sesungguhnya kehidupanmu itu ada disekitarmu.

Kegalauan, terlebih lagi kesusahan, adalah lantaran memikirkan apa yang jauh dari penalaranmu serta kemampuanmu. Padahal itu tidak kamu butuhkan saat ini dimana dirimu berada. Sehingga disaat dirimu menyadari, tidak ada satupun buah pikiran yang kamu hasilkan. Sehingga warna kehidupan yang seharusnya telah kamu dapatkan, telah berlalu dan hilang dari jangkauan. Seiring dengan masa yang telah berlalu.

Dan jika dirimu akan melangkah untuk melaksanakan apa yang menjadi buah pikiran, jangan sekali-kali menoleh kekiri dan kanan, apalagi kebelakang.

Tetapi arahkanlah jauh kedepan, sejauh-jauhnya matamu memandang. Seolah-olah pandanganmu bebas tanpa hambatan hingga nampak langit dan bumi menyatu menjadi satu garis lurus membentuk horizontal.

Dan jangan sekali-kali dirimu lebih banyak berbaring. Agar pikiranmu tidak gering. Sebab, saat dirimu berbaring, pada saat itulah dirimu berada didalam kegelapan yang berarti kematian. Namun disaat dirimu berdiri atau kepalamu menuju langit, disaat itulah dirimu hidup lantaran menghisap energi terang untuk selalu merasuk kedalam dirimu.

Dan dengan cahaya terang ini pula dirimu bisa melangkah untuk menyusuri kehidupan mu dimuka bumi yang memang penuh kegelapan.

Intinya: seberapa banyak dirimu berbaring, akan sebanyak itu pula kegelapan yang akan melingkupi. Dan seberapa banyak dirimu bangkit, maka sebanyak itu pula dirimu penuh cahaya, yang dibutuhkan oleh akalmu. Jika tanpa cahaya, akalmu tidak akan berfungsi. Sehingga nafsumulah yang akan berjalan tanpa kemudi untuk membawamu kejurang kehancuran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar