Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 06 Mei 2014

CINTA YANG ANTAGONIS



Ketika dirimu sedang mencintai seseorang, tentu akan selalu berusaha untuk membuatnya bahagia. Semakin dalam cinta yang tertanam didalam dirimu, tentu akan semakin besar pula pengorbanan yang dilakukan. Terutama disaat orang yang kamu cintai juga membalas rasa cinta yang kau berikan. Maka akan semakin dalam, hasrat untuk semakin membahagiakannya. Dan bahkan terasa begitu indahnya perasaan yang mewarnai kehidupanmu.

Namun, tidak pernahkah selintaspun ada didalam pikiranmu disaat dirimu mencintai Tuhan? Dan kenapa sikap prilaku yang kau kau lakukan terhadap Tuhan bertolak belakang, dan berbeda jauh perlakuannya, seperti halnya yang kau terapkan pada kekasihmu?

Kau katakan dirimu mencintai Tuhan. Tetapi, Tuhan yang kau cintai itu yang kamu suruh menuruti apa yang menjadi kemauanmu. Serta selalu kamu pintai pertolongan.

Dan semakin dalam rasa cintamu kepada Tuhan, maka semakin dalam pula hasratmu untuk meminta pertolongan. Dan dirimu senantiasa meminta upah pembayaran sebagai rasa cinta yang kau berikan. Dan tidak sedikitpun dirimu mau berkorban seperti halnya saat kau lakukan pada kekasihmu. Malahan menurutmu, merupakan suatu kewajaran jika Tuhan selalu menolongmu. Padahal, telah banyak yang Tuhan berikan kepadamu tanpa kau minta.

Semestinya dirimu mau berpikir pakai akalmu. Itupun jika dirimu masih berakal. Yakni disaat dirimu mencintai orang, dirimu yang selalu berkorban. Tetapi kenapa disaat Tuhan yang mencintaimu lebih dulu, dirimu tidak mau berkorban. Dan bahkan Tuhanmu semakin kau suruh-suruh untuk selalu mengabulkan apa yang menjadi masalahmu. Bahkan selalu mencari-cari alasan untuk meminta pertolongan.

Manakah yang lebih tinggi antara kedudukan kekasihmu yang kamu cintai, ataukah Tuhan yang telah memberimu rasa cinta itu, sehingga dirimu bahagia. Padahal kekasihmu itu sama-sama manusia seperti dirimu.

Jika kepada Tuhanmu saja seperti itu, menunjukkan bahwa dirimu sungguh orang yang melampaui batas. Mengatakan cinta kepada Tuhan, tetapi malah mendudukkan Tuhan jauh lebih rendah dari orang yang kamu kasihi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar