Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 15 Juni 2015

PUASA ITU MENGGELONTOR BANGKAI NAFSU



Manusia pasti butuh makan dan minum, yang hampir selama 11 bulan tidak lepas makan dan minum siang ataupun malam sesuai dengan kehendaknya. Sehingga akan lebih banyak memperhatikan unsur lahiriah dibandingkan batiniahnya. Terlepas dari wajib atau tidaknya, bahwa setiap manusia memang butuh untuk puasa. Adapun puasa berjamaah atau tidak , hal itu hanyalah merupakan sekedar cara belaka. Karena dalam hal puasa merupakan kebutuhan primer bagi setiap individu jika ingin lebih menyeimbangkan antara kehidupan raga maupun batin. Dan bukan masalah ingin dihormati atau menghormati. Sebab hal itu tidak ada kaitan sama sekali terhadap mereka yang menyadari bahwa puasa adalah untuk kepentingan dari jiwanya sendiri.

Puasa, adalah untuk menggelontor nafsu yang telah dipakainya selama 11 bulan untuk membantu manusia didalam memenuhi harkat dan kehidupannya. Dimana puasa bagaikan kita sedang menguras bak penampungan dari 4 energi nafsu yang ada didalamnya. Dimana jika bak penampungan nafsu itu tidak dikuras, tentu kotoran-kotoran yang ada, serta yang bisa menjadikan penyakit, atau yang merupakan bangkai rasa yang tidak terpakai, akan semakin menumpuk. 

Dengan puasa, dalam artian tidak memasukkan segala hal lewat mulut, maka oksigen (O2) ; Ozon (O3) dan cahaya, merupakan ramuan yang mujarab untuk membersihkan segala kotoran dari bagai nafsu itu.

Jika ketiga unsur diatas disatukan, bagaikan cahaya laser yang bisa menembus seluruh pori-pori kulit; menembus seluruh tubuh lahir dan batin untuk membuang kerak-kerak yang berbahaya sekalipun. Bahkan penyakit bisa tersembuhkan dengan perpaduan ketiga unsur itu sendiri.

Jika setiap hari tubuh lahir telah disusupi oleh ketiganya, maka diharapkan seluruh bangkai nafsu akan hilang selama 30 hari atau sesuai dengan perjalanan bulan didalam mengelilingi bumi.

Dan sebagaimana tulisan saya terdahulu bahwa ozon adalah merupakan unsur dari cikal bakal terciptanya ruh hidup pada diri manusia, yang tersimpan di jantung. Disamping itu ozon juga merupakan pedang untuk membunuh penyakit apapun didalam diri.

Dengan tidak memasukkan unsur-unsur lain lewat mulut, selain lewat pernafasan dan kulit raga termasuk ubun-ubun, maka diharapkan semua perangkat lahir dan batin manusia akan kembali murni seperti saat bayi. Kembali suci. Terutama dalam hal batin. Itupun jika disadari. Jika tidak, maka akan percuma saja jika siang hari nafsu digelontor dan dibersihkan, namun malam harinya kembali dikotori. Terutama dengan makanan raga yang semakin banyak, ditambah makanan batin yang bersifat negatif. Sehingga, semakin lama bukan semakin bersih. Melainkan akan semakin banyak tumpukan bangkai nafsu dalam sebulan. Jika sebelum puasa kekotoran nafsunya 100 persen, malah dalam puasa menjadi bertambah 200 persen. Sehingga setelah puasa akan semakin bertambah lagi menjadi 300 persen. Dan begitu seterusnya. Dan puasa hanya sekedar ritual namun tanpa makna. Yang kesemuanya terjadi lantaran tidak mengerti serta tidak menyadari bahwa hakekat puasa hanyalah untuk dirinya sendiri dan bukan untuk orang lain. Dan jika disebutkan bahwa puasa itu adalah untuk tuhan, adalah tuhan bagi otak dan pikirannya sendiri. 

Terakhir saya tutup dengan Qs. 2 ayat 183 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar