Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 18 Juni 2015

PUASA ADALAH SARANA LEPAS DARI KETERIKATAN



Semua masalah yang kita alami selama ini adalah lantaran kita selalu berada didalam keterikatan yang tidak disadari. 
Keterikatan dimaksud adalah dari panca indra, khususnya indera mata dan indra pendengaran. Yakni ketika kita terbangun lantas melihat dan mendengar, seharusnya segera dibaca dan dipikirkan bagi kebermanfaatan untuk dirinya sendiri. Dan bukan untuk orang lain. Namun yang terjadi, setiap membaca yang muncul adalah untuk menilai dari mana sumber bacaan itu, kemudian berpikir untuk menilai bagi pemberi sumber bacaannya. Padahal semua orang yang #beriman pasti tahu; bahwa sumber bacaan itu adalah dari Tuhannya sendiri. Lalu, pantaskah mencoba menilai terhadap penciptanya yang telah memberi sumber bacaan bagimu??


Jika demikian, apa artinya ada sumber bacaan jika selalu untuk dinilai yang akhirnya dirimu akan kehabisan nilai atau menjadi orang yang #tidak_bernilai?
Oleh karena itu, kenapa dirimu harus berpuasa?? Yang tidak makan dan minum serta lain lain, yang sekiranya akan membatalkan puasamu??

Hal itu dikarenakan semua hal yang masuk kedalam dirimu adalah menjadi sumber yang membuatmu tidak bernilai.

Sehingga dengan dirimu berpuasa, agar dirimu bisa terlepas dari hukum keterikatan terhadap faktor kebiasaan yang kamu lakukan pada setiap harinya.

Jika dirimu telah lepas dari sumber keterikatan itu selain hanya sumber asli dari tuhanmu, maka diharapkan dirimu akan bisa bebas didalam membaca dan berpikir bagi dirimu sendiri.
Jika dirimu telah terbebaskan dari belenggu itu, niscaya akan muncul perubahan rasa, sehingga hati dan jiwamu akan bisa terbebaskan pula dari keinginan untuk menilai apapun yang terjadi. Selain hanya untuk mendapatkan banyak nilai yang terakumulasi dalam dirimu dan juga bagi dirimu sendiri.

Dan sebagai tolok ukur bahwa banyak nilai yang ada dalam dirimu, maka #PASTI dirimu akan dapat menyaksikan segala hal yang selama ini hanya sekedar dirindukan belaka. Yakni dengan mata telanjangmu pada dua pertiga bulan dirimu akan dipertunjukkan sebuah malam yang hikmahnya melebihi seribu bulan. Karena pada saat itu hatimu akan terbuka kesadarannya, yang selama ini tertutupi dua selimut pelindung batas. Seperti halnya teropong bintang tapi ditutupi lensanya, kemudian terbuka. Maka segalanya akan bebas sesuai arah pandang yang kamu kehendaki. 

Sehingga setelah puasa itu berlalu dirimu akan selalu penuh kedamaian, karena dirimu sudah tidak lagi berhasrat untuk menilai segala sumber bacaan apapun. Karena kemanapun kamu pergi dan dimanapun dirimu berada, yang nampak adalah wajah kekasihmu sendiri yang paling kamu kasihi.


#Edisi_puasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar