Ketika dirimu naik menuju puncak gunung kemudian turun kembali dari puncaknya, manakah yang lebih semangat dan penuh kegembiraan?
Semua tentu memiliki jawaban yang sama bahwa saat naik kepuncak gunung lebih bergairah dibandingkan ketika turun gunung. Semakin mendekati puncaknya tentu akan semakin penuh kebahagiaan karena apa yang diharapkan akan tercapai. Khususnya didalam menikmati panorama yang indah serta terbebaskan dari halangan apapun, karena dirimu telah menyatu dengan gunung itu sendiri. Sejauh mata memandang hanya keindahan yang dirasakan.
Tetapi, semakin lama berada dipuncaknya kebahagiaan itu akan memudar karena sudah tidak ada lagi kegiatan dari rasa dan raga. Semua dalam keadaan stagnasi. Apalagi ketika dirimu turun kembali, keadaan bahagia akan semakin berkurang, dan semakin menuju pada keadaan rasa seperti semula.
Semestinya, hal ini bisa menjadi pelajaran, bahwa betapapun berada dalam keadaan penuh kesulitan, jadikan cita-cita dan impian itu seperti halnya kita naik kepuncak gunung itu sendiri. Walaupun ketika naik penuh kesulitan dan rintangan, justru semangat tidak pernah hilang. Bahkan tertantang untuk semakin mempercepat # langkahnya_rasa mendorong # langkahnya_raga untuk segera sampai pada puncak yang ada didepan.
Tetaplah berjalan jangan justru balik jalan menuju pulang, sedangkan puncak gunung itu belum tergapai olehmu. Begitu pula terhadap apa yang menjadi cita-citamu. Anggap saja hal itu merupakan puncak gunung impian yang sudah berada didepan serta tinggal selangkah lagi puncaknya akan dapat kau taklukkan.
Adanya kesusahan dan penderitaan itu, lantaran dirimu tidak memiliki cita-cita.
Orang yang sudah berada dipuncak saja kebahagiaannya akan cepat berlalu ketika kembali turun gunung. Apalagi dirimu, kenapa lantas akan berbalik jalan padahal masih belum sampai seperempat pendakian.
Sabarlah, dan jangan menganggap diri tidak mampu karena kemampuan terbatas. Tetapi kemampuan yang
# terbatas itu akan jadi # tidak_terbatas , terdorong oleh semangat yang tinggi, sepanjang kemauan untuk sampai dipuncak cita-cita juga tinggi.
Dan jangan sekali-kali bercita-cita tinggi jika langkah kecilpun tidak tidak pernah kau jalani. Selain hanya berkeluh kesah tanpa bisa melakukan apa-apa. Sadarlah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar