Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 30 Agustus 2018

KENAPA AKAL PIKIRAN LEBIH DOMINAN?

Ruang Metafisika :

Ketika sosok bayi baru lahir dia akan lebih banyak tidur dibandingkan terjaga. Yang berarti lebih banyak memejamkan mata. Dengan demikian maka perangkat Rasa akan lebih berfungsi untuk menghidupkan otak kanannya dibanding otak  kirinya. Hal itu dibutuhkan untuk mulai menunjukkan eksistensi dirinya lewat tangisan dan gerakan tubuhnya. Terutama selagi otak kirinya yang berhubungan dengan panca indra belum dominan. 


Semakin bertambah umurnya semakin mengurangi tidur , dan semakin banyak terjaga, sehingga panca indra semakin berfungsi untuk menangkap segala hal yang baru dan masuk kedalam dirinya kemudian tersimpan sebagai ingatan atau memori. Dengan begitu akal mulai berjalan, mulai berfikir  sesuai dengan seberapa lama dia terjaga. 

Setelah dewasa pada umumnya orang menggunakan waktu untuk tidur selama 8 jam . Sehingga saat terbangun sekitar 16 jam dalam sehari semalam. Hal ini berarti selama 16 jam pula, akal dan pikiran  memegang peranan penting. Sedangkan perangkat Rasa hanya sekitar 8 jam berfungsi yakni ketika tidur. 


Hal-hal inilah yang membuat kenapa orang lebih dahulu menggunakan akal pikirannya dibanding mempergunakan perangkat Rasa. Sehingga setiap ada masalah selalu akal pikiran yang dipergunakan. Padahal tidak setiap masalah bisa diselesaikan dengan akal. Dan yang sering terjadi lebih banyak yang ada kaitannya dengan masalah rasa untuk dinikmati dan dirasakan. Terutama terhadap segala hal yang belum pernah dialami.

Secara teori memang gampang mengatakan bahwa kita harus bersyukur,  kita harus tabah dan prihatin, kita harus pasrah dan lainnya. Namun faktanya mayoritas diantara kita tidak bisa melaksanakannya secara instant. Hal itu disebabkan karena  situasi dan kondisi jaman telah berbeda dibandingkan jaman dulu. Semakin modern suatu jaman maka akan semakin susah menggunakan #sebuah_rasa dibandingkan menggunakan #akal_pikiran.

Mengapa? Karena alam makro atau keadaan diluar raga itu telah penuh sesak dengan bangunan yang tercipta oleh manusia. Alam yang asli dan asri sudah semakin berkurang. Padahal seluruh bangunan apapun yang ada didunia ini merupakan #bangunan_nafsu. Sedangkan nafsu  sifatnya adalah merupakan  api semu dan bukan  api yang asli. Nafsu juga merupakan kendaraan bagi jiwa. Sehingga ketika masing-masing jiwa pemilik nafsu sedang terbangun, akan semakin membuat hiruk pikuk jalan yang dilewati nafsu. Bahkan bisa membuat saling benturan antar nafsu pada masing-masing orang.
Dan supaya bisa mengantisipasi agar tidak terjadi benturan antar nafsu, secara naluri manusia akan terus menerus melatih akal dan pikirannya untuk bekerja secara terus menerus.  Sehingga tidak terasa akan membuatnya terbiasa mempergunakan akalnya ketika ada masalah tiba. Dengan begitu berarti manusia akan lebih banyak terbangun dibanding waktu tidurnya. Dengan banyaknya waktu terbangun akan membuat nafsu juga terbangun. Jika nafsu terbangun maka akal dan pikiran secara otomatis juga terbangun dan bersiap untuk  menerima seluruh masalah yang datang untuk dihadapi. Dari  sinilah awal mula manusia akan menghadapi permasalahan. Sehingga waktu untuk tidurpun semakin berkurang bahkan bisa kurang dari 8 jam pada setiap harinya. Lalu bagaimana mungkin perangkat Rasa bisa difungsikan.Mengapa?

Karena seluruh manusia itu memiliki 2 perangkat yang sama-sama penting yakni : 
1. Akal dan pikiran untuk menangkap segala hal yang diterima oleh panca indra secara mentah berupa simbol" atau metafora.

2. Perangkat Rasa untuk menangkap segala hal yang diterima oleh indra keenam secara matang atau apa adanya berupa getaran warna rasa.

Selanjutnya untuk mengantisipasi kurangnya waktu tidur sehingga rasa tidak peka, jalan satu-satunya kita harus bisa menjalani " laku" yang dalam ungkapan bahasa jawa disebut " Urip hing sajroning pati( hidup didalamnya mati)". Yang maksudnya adalah; bahwa ketika  kita terjaga, panca indra yang sedang berfungsi, bisa kita abaikan sementara. Yakni dengan jalan memejamkan mata untuk melakukan samadhi. (Bisa dilihat tulisan saya terdahulu tentang  samadhi, meditasi, konsentrasi).

Dengan laku tersebut, perangkat  Rasa akan senantiasa peka dan selalu siap untuk menangkap seluruh permasalahan yang akan dan sedang timbul. Sehingga rasa akan tetap dominan walaupun waktu kita untuk tidur lebih sedikit. Dan jika rasa telah berfungsi maka indra keenam akan ikut pula berfungsi.  Baru setelah itu akal dan pikiran akan berfungsi ketika  dibutuhkan terutama jika masalahnya sudah tersimpam didalam sanubari.

Selamat merenung. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar