Ruang Metafisika:
Semua makhluk baik yang tercipta langsung, maupun yang tidak langsung (dalam artian diciptakan oleh manusia atau karena perubahan alam) pasti memiliki Ruh.
Dan setiap Ruh pasti memiliki sifat dan habitat yang statis dan dinamis. Atau sifat dasar yang tetap dan sifat yang berubah-ubah sesuai situasi dan kondisinya.
Manusia sebagai makhluk yang sempurna diantara makhluk-makhluk lain atau yang berderajat tinggi memiliki tugas untuk senantiasa menjaga ekosistem yang ada, baik ekosistem mikro maupun makro. Yang hal itu demi keberlangsungan kehidupan manusia itu sendiri. Jika sifat dan habitat alam mikro tidak seimbang dengan sifat alam makro, pasti akan menimbulkan perubahan dari awalnya tercipta. Sehingga Ruh yang ada pada makhluk tersebut juga akan pula bereaksi mengadakan gerakan perubahan untuk mencari titik temu keseimbangan.
Adanya bencana alam yang bertubi-tubi terjadi, baik gempa bumi vulkanik, tiktonik, angin badai , tsunami dan lainnya sebenarnya hanya istilah saja disebutkan bencana. Namun secara essensi adalah dalam rangka mencari titik keseimbangan dari makhluk itu sendiri. Bumi mencari keseimbangan, udara mencari keseimbangan, antar planet mencari titik keseimbangan. Serba mencari keseimbangan. Mengapa bisa demikian? Karena mereka semuanya adalah makhluk yang juga memiliki ruh, memiliki sifat dan habitat. Baik sifat dan habitatnya terganggu oleh manusia atau tidak, tetap saja akan terus menerus berubah, karena alam semesta itu senantiasa berubah dan berkembang . Begitu pula seluruh makhluk yang ada dimuka bumi secara bersama-sama mengikuti perubahan secara dinamis sambil bergerak membentuk suatu ekosistem tata surya dan mengelilingi matahari sebagai garis edarnya.
Sebagai manusia yang memiliki ruh, sifat dan habitat , juga memiliki #Jiwa untuk mengendalikan ekosistem mikro dalam dirinya yang sering dikenal dengan nama #jatidiri.
Jadi, jika manusia sudah mengenal jatidiri nya berarti juga mengenal sifat dan habitatnya, tentu akan tertuntun pula untuk mengenal sifat dan habitat makhluk lain yang ada diluar raga. Khususnya yang akan selalu berinteraksi setiap saatnya dengan dirinya. Semakin mengenal sifat dan habitat makhluk lain tentu akan lebih mudah untuk merasakan warna sifat dan habitatnya. Dengan demikian manusia akan mudah pula untuk menciptakan sesuatu karya untuk lebih menunjang kehidupannya.
Disamping itu tidak akan mudah tertimpa bencana yang menimbulkan kesusahan dan penderitaan. Yang seolah - olah didalam diri akan ada pertanda jika akan mengalami bencana. Sehingga jauh sebelum bencana terjadi sudah dapat mengantisipasi. Entah akan pindah rumah atau menciptakan bangunan yang tahan terhadap bencana itu sendiri.
Seperti halnya makhluk binatang banyak memberikan tanda ketika akan terjadi bencana. Sedangkan manusia yang berderajat tinggi tidak mengetahui.
Oleh karena itu, tidak ada salahnya mulai sekarang berlatih mengenal Jari diri agar nantinya tidak menyesal dan menjadi kurban jika alam mencari titik keseimbangan untuk membentuk ekosistem yang hilang.
Selamat merenung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar