Beberapa waktu yang lalu pernah saya tuliskan bahwasanya segala apa yang ada disemesta itu ada sepasang yakni yang ada didalam diri manusia yang disebut mikro kosmos dan diluar raga disebut makro kosmos. Begitu pula langit itu juga ada sepasang yang berada didalam diri manusia dan diluar diri manusia.
Termasuk matahari juga sepasang. Yang berada didalam diri pusatnya dihati jantung. Dan yang diluar raga adalah matahari yang secara umum kita kenal selama ini. Seluruh makhluk bisa hidup karena ada matahari yang memberikan energi abadi terhadap planet-planet yang mengelilinginya sebagai pusat edarnya disebut tata surya.
Tidak terkecuali bahwa didalam diri manusia juga ada pusat edar energi yakni jantung itu sendiri yang saya istilahkan sebagai tata surya didalam rasa. Mengapa demikian? Karena detak dan denyut jantung manusia memberikan gelombang rasa untuk dialirkan kedalam 4 nafsu yang berada didalam liver yang disebut warna rasa.
Didalam aliran rasa ini maka fungsi jiwa amat berperan aktif untuk mengendalikan apa yang diperintahkan secara instan tanpa boleh ditambah ataupun dikurangi. Sehingga dengan demikian manusia tidak akan mengalami kesusahan apapun selain lewat kesadaran diri didalam melakukan suatu perbuatan lewat rasa- karsa dan cipta.
Posisi kepala menunduk, punya makna bahwa posisi akal dan pikiran serta jiwa yang ada dikepala sebagai pemegang komando mengarah kepada hati jantung. Yang bertujuan untuk mengambil energi murni agar bisa mendorong karsa secara cepat dan tepat .
Posisi kepala mendongak adalah dalam rangka mengunduh atau mendownload pasangan energi yang dibutuhkan antara langit dalam diri dan langitnya semesta. Atau menyesuaikan antara tata surya didalam rasa dengan tata surya diluar raga.
Selanjutnya ketika kepala tegak kedepan, adalah ketika kita melaksanakan dari apa yang jadi kehendak rasa menuju cipta dan karya.
Dan inilah antara lain jawabannya kenapa dan pada saat apa kepala menunduk dan pada saat apa kepala mendongak, serta kepala tegak. Yang pada dasarnya adalah untuk memunculkan rasa #kesadaran didalam diri yang memang selama ini kita telah melakukannya didalam praktek sehari-hari.
Dengan demikian kita akan mengembalikan kedudukan jiwa sebagaimana aslinya tercipta yang memang harus didahului oleh #rasa agar tercipta dari non materi menuju materi. Dari rasa menghasilkan materi. Dan bukan dari materi untuk membeli rasa. Yang akibatnya rasa yang dihasilkan akan penuh kepalsuan.
Selamat merenung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar