Segala sesuatu yang terjadi tanpa terpikirkan sebelumnya, akan memunculkan suatu kejutan berupa gelombang rasa yang datang tiba-tiba menyesakkan dada.
Dalam suasana seperti ini bisa saja terjadi manusia akan kehilangan jati dirinya, jika kejutan demi kejutan gelombang rasa datang tiba-tiba secara berkesinambungan. Dan bahkan bisa mempengaruhi terhadap keseimbangan jiwa dan raga didalam mengendalikan seluruh perangkat diri. Serta bisa mengubah sifat dan habitat diri dari asalnya.
Sebaliknya, ketika mengerjakan sesuatu yang diawali dengan memunculkan rasa, tanpa disadari akan menyebabkan diri kita akan terhanyut pada warna rasa tersebut tanpa sempat memikirkan lagi apa tujuan yang hendak dikerjakan.
Padahal tujuan memunculkan rasa adalah merupakan petunjuk untuk mulai berpikir terhadap variabel yang akan dijalankan. Kemudian sedikit demi sedikit bangunan variabel yang dijalani akan selalu terukur, sesuai dengan warna rasa yang timbul secara berkelanjutan, serta berkelindan dengan buah pikiran yang akan diciptakan menjadi visual atau nyata dan fakta.
Begitu seterusnya, sehingga akan menjadi bangunan kehidupan yang mengisi perjalanan hidup manusia secara runut dan teratur, tanpa ada satupun yang terlewati tanpa dipikirkan ataupun tanpa dirasakan. Semuanya terjadi karena adanya kesadaran diri antara apa yang dirasakan, dan apa yang dipikirkan, menjadi suatu tindakan tanpa penyesalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar