Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 21 November 2011

BENARKAH TAHUN 2012 AKAN TERJADI KIAMAT?


Dunia metafisika :


Lanjutan .





            Dalam beberapa tahun terakhir ini, amat gencar sekali pemberitaan tentang adanya kiamat ( doom’s day). Tepatnya dikatakan, bahwa pada tanggal 21 Desember 2012 dunia akan mengalami kiamat. Semula, ramalan tentang kiamat itu adalah dari bangsa Maya yang hilang tidak berbekas, serta meninggalkan perhitungan kalender yang berakhir pada tanggal 21 Desember 2012. Dilanjutkan juga oleh ramalan mama laurence, dan yang terakhir ini oleh IR. H. La Ode Masykur, Mstr. Bahkan, beliau yang satu ini, tidak tanggung-tanggung, telah menerbitkan sekitar 138 buah video film yang di up load di You tube.

 Semuanya, mengisahkan tentang hari kiamat dari 4 sudut pandang. Yakni : pengetahuan, matematika, filosofis, dan metafisika. Untuk menegaskan penemuannya, ramalan itu dilengkapi dengan dalil-dalil, yang diambilkan dari beberapa kitab suci agama besar yang ada di dunia. Dan yang tidak kalah gemparnya adalah; beliau membahas struktur bangunan candi Borobudur dan Ka’bah, yang intinya untuk menunjukkan pada kita, tentang adanya hari kiamat. Disitu disebutkan bahwa hari kiamat akan jatuh pada tanggal 21 Desember 2012. Namun demikian, masih menurut beliau, bahwa kiamat bisa dihindari sepanjang mengikuti seluruh petunjuk yang akan diambil oleh La Ode Masykur. Quo vadis ?


            Ada 2 hal yang menjadi bahan renungan disini. Yang pertama; apakah kiamat yang diramalkan akan terjadi pada tahun 2012 itu, sama dengan yang dituliskan didalam kitab-kitab suci, atau istilah kiamat dalam hal perubahan zaman yang amat ekstrem terjadi, dan akan terjadi pemutaran sejarah, menjadi jaman purba seperti sedia kala.


 Renungan yang kedua :  Apakah mereka yang telah begitu jelas dan tegas, meramal tentang hari kiamat(doom’s day), telah mengetahui kapan mereka akan mati? Renungan ini amat logis. Karena, seseorang bisa meramal hari kiamat pada dunia, dan bisa mengetahui dengan jelas, serta melibatkan seluruh harkat kehidupan, baik dunia, flora dan fauna, serta species yang ada. Sudah barang tentu, kematiannya sendiri akan mudah diketahui. Kalau saat kematiannya sendiri, yang jelas-jelas hanya 1 Ruh yang ada didalam dirinya tidak diketahui, apa mungkin akan mengetahui sekitar 7.000.000.000 Ruh manusia diluar tubuhnya akan diketahui nasibnya?


            Ada sebagian saya sependapat; jika kita masing-masing melewati dari 4 jalur berbeda yang dilambangkan pada tangga di candi borobudur yakni dari  timur, selatan, barat dan utara, akhirnya akan sampai pada puncak stupa. Juga dikatakan, bahwa 4 jalur itu merupakan symbol dari Monotheisme, Polytheisme, Atheis dan science, akhirnya juga akan sampai pada puncak stupa yang satu, dan disebut one God for all. Namun perlu saya koreksi, bahwa semua ini akan dapat tercapai bila memenuhi 4 unsur sebagai pendukungnya. Yakni : apabila konstruksi dari materi, energi, ruang, dan waktu, yang dimiliki oleh masing-masing orang, mempunyai muatan yang sama. Sehingga, mereka akan secara bersamaan juga akan tiba pada puncak stupa, atau Tuhan itu sendiri, walaupun melewati variabel yang berbeda.



            Yang menjadi pertanyaan, apa yang menjadi dasar hukum jika sudah sampai di puncak Borobudur, atau sudah sampai pada one God for all, dikatakan telah sampai pada hari kiamat, dan dunia akan hancur berantakan?



            Terlepas dari benar dan tidaknya ramalan tersebut, kita semua memang mengakui bahwa hari kiamat akan datang, dan pasti akan terjadi. Dan pada saat kiamat tiba, tidak ada seseorangpun yang bisa menolong orang lain, bahkan untuk dirinya sendiri. Secara logika, bagaimana mungkin seseorang yang sedang kacau balau bisa menolong orang lain? Dan ini merupakan suatu naluri, terkecuali bagi seseorang yang memang berada didalam hidup  penuh keikhlasan, yang hal ini dapat digambarkan pada kehidupan sehari-harinya. Akan tetapi, walaupun demikian, khusus mengenai kiamat, dimana bumi diterbangkan bagai kapas, dan lepas dari garis edarnya, sedang kita berpijak pada bumi, apa tidak ikut terlempar dan berhamburan? Seperti halnya saat badai menghantam, Tsunami menerpa, mungkinkah bisa menolong orang lain? Padahal masih sebatas badai dan tsunami, apalagi jika bumi telah lepas dari garis edarnya didalam tata surya.

         
   Namun demikian, kita semua dapat mengambil hikmah dari segala fenomena alam yang telah ditunjukkan oleh beberapa pakar, baik oleh Mama Laurence, La Ode Masykur dan lainnya, agar kita senantiasa introspeksi, serta untuk senantiasa berbuat kebajikan dimuka bumi ini, sebagai khalifah yang merupakan kodrat dasar manusia. Jika masing-masing manusia telah berbuat demikian, tentu akan terjadi keseimbangan baik energi, materi, ruang, dan waktu. Jika sudah terjadi keseimbangan terhdap 4 unsur tadi maka secara otomatis tidak akan terjadi perubahan yang tidak kita kehendaki bersama. Bukankah segala keguncangan didunia ini karena akibat ketidak seimbangan???


            Dan terakhir, saya juga mem prediksi, bahwa pada tanggal 21 desember 2012 itu memang akan terjadi perubahan terhadap segala bentuk kehidupan didunia, yakni merupakan pembalasan bagi mereka yang senantiasa berbuat jahat, dan bertingkah laku negatif, akan terkena getahnya. Dimana pada tanggal tersebut kemungkinan besar akan ada komet raksasa yang akan menghunjam bumi. Dan bagi mereka yang nafsunya berisi energi negatif, akan terhisap oleh kekuatan raksasa dari komet tersebut. Bagaikan  benda yang semula tidak memiliki muatan listrik, kemudian diisi listrik. Yang sudah barang tentu akan terhisap oleh benda yang memiliki muatan listrik yang lebih besar, yakni komet itu sendiri.
       

     Sedangkan bagi mereka yang muatan listriknya sudah tidak ada, maka magnit sebesar apapun, tidak akan dapat menghisapnya, dan akan bersama-sama dengan makhluk yang ada didalam dunia paralel, akan membentuk suatu unsur baru didalam membuat keseimbangan alam dunia ini. Hal ini bagai symbol Lingkaran Pat kwa yang terdiri dari dua titik, Yang satu putih dan yang satu hitam. Dan kemungkinan pada tanggal 21 desember 2012, kedua titik hitam dan putih itu telah sampai pada puncak kulminasi. Yang satu sama lain akan membentuk bidang putih dan hitam yang baru.


Dan dari sini, nantinya akan terbentuk zaman baru, sebagaimana pertama kali terbentuk. Antara manusia yang satu dengan manusia yang lain, akan hidup berdampingan penuh kedamaian, ketentraman, keindahan, serta mendapatkan kemudahan didalam mengarungi hidup dan kehidupannya. Sudah tidak ada lagi sekat dan perbedaan didalam menjalankan agama dan kepercayaan, seperti hidup didalam sorga, sebagaimana yang telah dijanjikan. Sebagai contoh ; binatang komodo yang hidup dari jaman pra sejarah sampai sekarang. Sedangkan mereka yang masih penuh dengan muatan energi akan terlempar kesana kemari tanpa ujung terbawa oleh muatan energi negatif yang akhirnya terbawa oleh komet menuju alam semesta yang bukan merupakan locus dari mana mereka terbentuk.


             Bersambung......



Tidak ada komentar:

Posting Komentar