Ketika kita sakit lantas pergi ke dokter dan diberi resep untuk membeli berbagai macam obat untuk segera diminum obatnya.
Kenapa kita mau menuruti perintah dokter itu??
Bahkan seandainyaa dokter memerintahkan untuk rawat inap kita segera menuruti. Bahkan ada yang sampai hutang pada tetangga, jual barang-barang dirumah. Bahkan walaupun belum mendapatkan kesembuhan, masih saja berusaha pantang menyerah untuk berobat kesana kemari.
Tahukah kenapa??? Karena orang itu ingin sembuh. Apa yang akan disembuhkan??? Semata-mata hanyalah #pengobatan_raga.
Sebegitu raganya merasa sakit dan ada kelainan, tidak segan-segan untuk ke dokter bahkan untuk general chek up agar mendapatkan kepastian bahwa raganya tidak sakit.
Lupakah, bahwa manusia itu tidak hanya raga saja? Melainkan adalah dua kesatuan antara #raga dan #batin. Dan tidak bisa disebut manusia jika hanya raganya saja atau batinnya saja.
Tetapi kenapa hanya raganya saja yang diperhatikan, sementara batinnya tidak???
Dan bukankah batinmu sering mengalami sakit serta tidak normal?? Dan bukankah pula dirimu selalu merasakan adanya suatu penyakit didalam batinmu, yang tak pernah kamu gubris. Sudah banyak alarm dari dalam dirimu yang memberikan peringatan padamu, tetapi tidak sedikitpun kamu turuti untuk pengobatan diri.
Tahukah??? Bahwa didalam dirimu juga ada #dokter_kehidupan yang selalu siap menangani sakitmu, bahkan selalu siap memberikan obat-obat pencegahan, maupun beberapa resep agar batinmu kembali normal.
Dan secara umum dokter kehidupan itu memberikan berbagai resep obat batinmu yakni :
1.dzikkir(mengingat sifat-sifat alam). Dalam artian sifat itulah yang kamu terapkan menjadi sebuah tindakan;
2. Sembahyang atau sholat; dalam artian untuk merencanakan apa obat batin yang cocok bagimu untuk kamu terapkan didalam mengatur langkahmu dalam pekerjaan;
3. Taffakkur atau berpikir terhadap segala kejadian yang kamu alami dan kamu rasakan. Kemudian melakukan tindakan terhadap apa yang akan kamu pilih sifat alam yang tepat yang sekiranya kamu mampu untuk melaksanakan;
4. Bersahadat(melakukan kesaksian). Dalam artian selalu mengadakan percobaan-percobaan untuk mendapatkan pembuktian terhadap langkah-langkah yang akan kamu laksanakan. Baik didalam mengubah hal yang ghaib menuju kenyataan. Atau dari kenyataan yang satu, menuju kenyataan yang lain agar mencapai #hasil_akhir yang kamu dambakan;
5. Mensyukuri hasil akhir apapun yang kamu dapatkan. Dalam artian supaya dirimu bisa merasakan bahagia terhadap hasil akhir yang dicapai
Adalah semata-mata dari hasilmu sendiri.
Itulah sesungguhnya resep yang diberikan oleh dokter kehidupan yang ada didalam dirimu. Agar batinmu senantiasa sehat, dan atau bisa mengembalikan diri batinmu yang semula sakit menjadi segar bugar seperti semula.
Tapi yang terjadi; kenapa berbagai resep itu hanya kamu hafalkan saja?? Kamu baca saja berulang-ulang??? Bahkan seluruh doa, seluruh sholat dan atau sembahyang, hanya sebatas kau ucapkan. Tanpa sesekalipun kau minum obat-obat itu agar masuk kedalam dirimu. Dan yang lebih celaka lagi, obat-obat dari dokter kehidupan itu kau jadikan ajang perlombaan. Kau jadikan untuk sekedar gagah-gagahan, seolah diri batinmu tidak sakit. Padahal tanpa kau sadari; sesungguhnya dirimu mengidap suatu penyakit batin yang tak tersembuhkan, yaitu ketersesatan didalam gemerlap cahaya. Sehingga dokter kehidupan itu tak bermakna bagimu. Dan dirimu semakin menuju pada kehancuran lahir dan batin. Bagaikan #raga_tak_bertuan.
#Edisi_lailatul_qadar_29
Tidak ada komentar:
Posting Komentar