Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 13 Juli 2015

ILMU GHAIB YANG TIDAK BERMAKNA




Tadi malam ada yang wa pada saya dan bilang bahwa suaminya mengerti ilmu ghaib, dan bisa komunikasi dengan jin atau seluruh makhlus halus. Apa benar itu Om??? Itu yang ditanyakan. Saya jawab bahwa apa yang disampaikan itu semuanya bohong. Semuanya ilusi dan delusi. Mengapa??? 

Karena bagaimana mungkin akan mengerti ilmu ghaib, sedangkan memberi makan anak istrinya saja rasanya tidak pernah. Semuanya dari hasil keringat istrinya yang gajinya lumayan besar sebagai pejabat diperusahaan Raksasa.
Dan saya bilang bahwa hal itu adalah untuk menutupi kekurangan yang ada pada dirinya supaya istri dan anak-anaknya takut kepadanya.


Menurut saya semua yang belum diketahui, adalah merupakan hal yang ghaib. Dan semua hal yang ghaib bagi seseorang, belum tentu ghaib bagi yang lainnya. Yang menjadi masalah adalah; sering kali orang tertarik apa-apa yang telah diketahui oleh orang lain, padahal belum tentu merupakan kebutuhan bagi dirinya jika dia bisa menguasai ilmu tersebut. Terlebih lagi jika didalam penguasaan ilmu tersebut membutuhkan waktu yang amat lama sekali. Dan belum tentu pula orang-orang yang mengatakan bahwa dirinya mumpuni dalam hal-hal ghaib benar-benar tahu apa yang dikatakan, selain hanya apa yang didengar dan dikatakan oleh orang lain.

Oleh karena itu saran saya adalah sebagai berikut:

1.carilah ghaibnya sendiri, dalam artian apa-apa yang baginya masih ghaib;

2. Pilihlah diantaranya yang benar-benar bermanfaat bagi dirinya serta keluarganya dan syukur pula akan bermanfaat bagi orang lain ;

3. berlatihlah dengan sepenuh hati terhadap ilmu yang sedang dipelajari kemudian laksanakan sampai terbukti menjadi kenyataan bagimu sendiri. Sehingga hal yang semula ghaib akan sirna dari pikiran untuk segera diubah menjadi kenyataan;

4. Ketahuilah bahwa kita sering terkecoh oleh hal-hal ghaib yang diajarkan orang lain pada kita. Padahal orang itu sama sekali tidak bisa menghidupi dirinya sendiri, alih alih mau mengajarkan ilmu ghaib bagi orang lain. Akhirnya, baik yang #diajari, maupun yang #mengajari, sama-sama jalan ditempat. Sehingga tidak ada satupun yang didapatkan termasuk mencari nafkah untuk anak dan istrinya. Bahkan uang habis untuk mempelajari hal yang ghaib malah menjadi semakin maha ghaib.

5. Bangkitlah untuk kembali hidup dialam nyata. Dan renungkan untuk memilih beberapa hal yang ghaib menurutmu. 

6. Dan jadikan skala prioritas terhadap hal ghaib, yang sekiranya mampu atau pasti dapat kau wujudkan menjadi hal yang nyata serta berguna. Setelah itu cari lagi ghaib yang lain untuk kamu pelajari kemudian jadikan kenyataan.

7. Semakin banyak dirimu mengubah hal-hal yang ghaib menuju nyata, maka akan semakin banyak pula dirimu mengubah serta mengisi kehidupanmu didunia ini.

8. Dan jangan sekali-kali mempelajari segala hal yang dirimu tidak mampu. Karena masing-masing orang memiliki keghaiban sendiri untuk diwujudkan menjadi nyata. Sementara keghaiban yang kamu miliki ditinggalkan dan mencari keghaiban orang lain. 

Sehingga keghaiban yang ada didalam dirimu semakin menjadi maha ghaib, yang tidak satupun dapat kamu buktikan menjadi kenyataan. Serta tidak dapat dipakai untuk menunjang kehidupanmu.
Untuk apa dirimu diberikan hal ghaib, jika akhirnya tidak bermakna apa-apa. Apalagi segala sesuatu yang semestinya sudah nyata, ikut sirna menjadi ghaib tidak bermakna.

Pro: putriku dibumi Parahiyangan.

#Edisi_lailatul_qadar_28

Tidak ada komentar:

Posting Komentar