Seluruh entitas apapun, itu ada didalam dirimu. Unsur: air; api; udara; tanah; tanaman; binatang; makhluk halus, semua ada didalam dirimu.
Jika Tuhan Maha tahu terhadap segala entitas yang ada, mungkinkah mereka berada dalam keadaan terpencar-pencar?? Jika makhluk penggoda dengan segala sifatnya, setan dan iblis ada didalam dirimu, mungkinkah makhluk pelindung ada diluar ragamu??? Semua tentu berada didalam dirimu juga.
Namun yang perlu kau ketahui, bahwa makhluk pelindung yang kalian sebut malaikat atau makhluk cahaya, selalu ada didalam dirimu untuk mendampingimu, karena makhluk penggoda yaitu setan dan iblis atau makhluk api juga berada didalam dirimu sendiri.
Tetapi dirimu tidak akan pernah bisa menghubungi mereka para makhluk cahaya, jika dirimu belum bertemu dengan nabimu sendiri untuk berhubungan dengan mereka para makhluk cahaya dimaksud. Sebab segala hal yang ghaib, hanya bisa ditemui oleh ghaibmu sendiri. Dan sesungguhnya pula nabimu itu yang akan selalu menerima firman tuhan untuk kau renungkan apa-apa yang harus kamu lakukan. Dan apa-apa yang harus ditinggalkan.
Dan untuk bertemu nabimu sendiri, harus diawali dengan mengerti sifat-sifat nabi yang melekat pada sifat nama yang telah kamu kenal selama ini. Dengan begitu dirimu akan bisa memahami sifat itu untuk bersiluluh dengan sifatmu sendiri.
Dan jika dirimu sudah bertemu nabimu, maka dirimu tentu akan selalu mendapatkan berita apapun dari alam batinmu, terhadap apa yang harus kau lakukan, untuk melaksanakan perjalanan hidupmu dimuka bumi ini. Karena para nabi akan selalu mendapat firman dari tuhanmu lewat malaikat. Dan para malaikat hanya mau tunduk pada para nabi, sebagaimana yang telah menjadi tugas mereka.
Dan setelah dirimu mendapat firman, maka dirimu itulah sebagai nabi itu sendiri, tetapi bukan sebagai nabi bagi orang lain, selain hanya bagimu sendiri.
Jika hal itu senantiasa kamu lakukan, dan seluruh sifat-sifat para nabi telah bersiluluh kedalam sifat dan sikapmu sendiri, maka dirimu itulah sesungguhnya telah menjadi seorang Rasul, atau sebagai utusan, untuk menyebar luaskan tentang kebenaran tuhanmu. Dan bukan kebenaranmu sendiri.
Apakah kebenaran yang harus disebarkan itu??? Adalah kebenaran tentang sikap dan prilakumu sendiri didalam melaksanakan segala apa yang diperintahkan tuhan terhadapmu. Yakni sebagai khalifah dimuka bumi, untuk selalu menghamba pada tuhan didalam menjaga ekosistem yang ada.
Tetapi bukan berarti mereka harus menyembahmu. Atau menyembah nabi atau rasulnya. Melainkan agar dirimu dengan sejujurnya menyampaikan, bahwa mereka harus menemui nabi dan rasul didalam dirinya masing-masing, sesuai dengan pemahaman dan kemampuan perenungannya sendiri.
Sebab tidak akan mungkin tuhan akan datang kepadamu sebelum dirimu bisa menemui nabi dan rasulmu sendiri. Baru setelah itu kamu akan bertemu malaikatmu sebagai makhluk cahaya. Setelah bertemu dengan malaikatmu barulah kamu akan bertemu dengan tuhanmu yang selalu berada melingkupi dirimu.
Dan untuk memudahkan didalam pemahaman agar dirimu berpikir, maka mulailah mempercayai bahwa ditingkat awal harus memahami; bahwa setiap perbuatan tentu akan berakhir ketika dirimu telah tiada. Setelah itu lanjutkan kedalam pendalaman didalam merasakan warna rasa setiap kejadian.
Kemudian, dari kesaksian lewat pembuktian terhadap masalah yang kamu alami, dari situ akan tersimpan warna rasa permanen kedalam dirimu.
Selanjutnya akan tercipta kitabmu sendiri; yang berisi pengalaman-batinmu sendiri dalam hal merasakan rasa. Antara yang sebelum terjadi, sedang terjadi, dan akhir kejadian. Selanjutnya setelah ayat-ayat dalam kitabmu itu terkumpul menjadi memori dalam batinmu, maka dirimu akan bertemu nabi dan rasulmu. Dan jika nabi dan rasul itu telah kau dapatkan, maka dirimu itulah nabi dan rasul itu sendiri. Jika sudah sampai disini, dirimu akan selalu bertemu dengan makhluk cahaya yang akan terus menerus membimbingmu, serta menuntunmu lewat firman-firman yang akan datang setiap saatnya, untuk selalu kamu laksanakan apa yang menjadi firman.
Dan yang terakhir; setelah para makhluk cahaya telah lengkap kamu kenali, barulah kamu akan bertemu dengan tuhanmu yang selama ini memberikan ruh hidup, sehingga dirimu bisa berkembang biak sekaligus bertamasya dikehidupan dunia ini. Hidup sebagai manusia, sekaligus sebagai hamba yang selalu mengabdi sebagai eksistensi tuhan itu sendiri.
#edisi_lailatul_qadar_26
Tidak ada komentar:
Posting Komentar