Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 28 September 2015

MENIKAHLAH HANYA DENGAN JODOH DARI HATIMU BUKAN NAFSUMU



Untuk anak2 muda laki dan perempuan, jika ingin menikah jangan hanya menuruti kesenangan nafsumu saja.

Sampai detik ini hati saya masih menangis sedih terharu tidak ada satupun kata yang terucap dari bibir. Seorang kakek kuli panggul, terpaksa bekerja keras karena ingin membelikan sepatu cucunya yang sekolah kelas 2 sekolah dasar. Ibu anak itu menjadi pembantu dikota X yang sudah lama tidak pulang sejak anaknya masih umur 3 tahun. Aku hanya dapat menangis dan dada sesak ketika kakek itu berlari kearahku ketika aku sudah mau membuka pintu mobil. Sebelumnya aku memang memberikan amplop berisi uang infaq. Aku memeluknya sambil saling menangis dan aku beri tambahan lagi beberapa ratus ribu. Dan aku benar-benar bahagia sekali yang di hypermarket sekalipun tidak ada yang menjual cinta kasih yang gelombang getarannya menyesakkan dada.

Betapa kemarin itu benar-benar banyak peristiwa yang mengharukan. Juga, ketika bertemu dengan kakak beradik jual koran ditepi jalan, ada juga anak seumur cucuku jual kue. Hampir semua yang kutemui ikut kakek dan neneknya. Orang tuanya pergi entah kemana. Sampai jam 03.30 aku tidak bisa tidur merasakan duka mereka. Jadi teringat ketika sejak kelas 3 SD aku juga penjual koran sampai kelas 1 SMA.

Sementara banyak orang-orang yang bermobil mewah seolah tidak menghiraukan keberadaan mereka. Seolah mereka sampah atau makhluk halus yang tidak nampak dimata.

Oleh karena itu.. Para anak-anak muda berpikirlah kalian sebelum menikah, apalagi jika kalian bukan orang-orang berada. Jangan karena menuruti cinta hanya dimata.. sebab jika sudah menikah dan tidak punya kerja, kalian bukan apa-apa. Dan keberadaan kalian dianggap sebagai hantu bagi sebagian orang kaya.

Khusus bagi para wanita, jangan gampang terkena bujuk rayu pria. Carilah dengan hatimu. Juga jangan gampang menuruti orang tua agar segera menikah. Tetapi lihatlah dulu apakah permintaan orang tuamu benar-benar ingin melihat kebahagiaanmu ataukah hanya ingin menyenangkan diri orang tua semata. Umur seseorang untuk menikah tidak dilihat dari umur raga. Tapi semata-mata dari umur jiwa dan kematangan hati, didalam menghadapi kehidupan jika pria yang akan menyuntingmu akan meninggalkanmu. Dan selalu cari mereka dengan hatimu dan bukan dengan akalmu. Sebab hatimu akan tahu mana jodohmu dan mana yang bukan. 

Dan dirimu bisa menggunakan hati, jika dirimupun selalu terbiasa menggunakan hati dalam hal apapun, bukan dengan akal dan pikiranmu. Jika tidak, anak-anakmu akan terlunta-lunta hanya untuk mencari sesuap nasi. Sedangkan sekeping kasih tidak pernah merasakan, seolah hanya ada diangan-angan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar