Partner | KAENDRA Tour & MICE

Rabu, 30 September 2015

BENCANA ITU DARI SAMPAH ENERGI RASA



Semua jenis makanan yang masuk kedalam diri manusia itu ada dua macam yakni yang berbentuk materi dan immateri. Dari keduanya akan menimbulkan sampah sesuai dengan jenisnya. Segala yang tidak terpakai akan terakumulasi sampai jumlah tertentu dan tersimpan didalam diri. Begitu sudah penuh maka sampah tersebut akan keluar dari dalam dirinya berupa sampah energi atau materi sesuai dengan kriteria aslinya. Jika sampah itu berbentuk materi seperti feses atau urine; dan keringat; serta karbon dioksida masih bisa disadari sehingga jika terjadi ketidak seimbangan akan mudah untuk diatasi. 


Tetapi jika wujudnya berupa sampah energi seperti susah; menderita; iri ; dengki; dendam ; kemarahan serta energi negatif lainnya, amat susah untuk ditanggulangi, selain oleh dirinya sendiri. 

Jika sampah energi ini tidak dikelola dengan baik semakin lama akan semakin menumpuk dan menghantam serta menghancurkan dirinya sendiri. Biasanya bagi yang peragu, yang terhantam adalah dirinya sendiri. Sampai suatu ketika akan muncul pencerahan dari dalam dirinya. Disinilah fungsi agama dan aliran kepercayaan apapun akan berperan sesuai dengan yang dianutnya. 

Tetapi bagi yang tidak mampu mentralisir sampah energi ketika semakin menumpuk kemudian keluar dari dalam raganya akan bisa menjadi energi yang membahayakan bagi orang lain baik langsung maupun tidak langsung.

Sampah energi dihasilkan dari beberapa hal sebagai berikut :

1. Adanya energi yang tidak tepat jenis, serta jumlah kebutuhannya;

2. Adanya beberapa energi yang masuk dari luar tanpa disadari karena kurangnya pemahaman. Sehingga akan langsung mengendap kedalam diri sebagai sampah; 

3. Adanya energi yang berupa keinginan telah dipersiapkan dulu didalam diri padahal masih belum waktunya, sehingga akan membuat energi terbarukan, sementara energi yang menjadi kebutuhan tidak dipersiapkan;

4. Terakumulasinya semua jenis sampah energi kedalam diri serta tidak bisa keluar dari dalam diri. Sehingga akan menimbulkan bencana yang amat besar terjadi bagi dirinya juga bagi orang lain. Karena terjadinya pemampatan sampah energi seperti halnya mercon.

Adanya beberapa macam sampah itu karena mesin energi yang dipakai didalam diri tidak sesuai peruntukannya sehingga tidak tepat sasaran. Baik dari segi jumlah kebutuhan energi maupun jenis energi yang dipakainya. Dan mesin yang saya maksudkan adalah akal pikiran, dan hati. Sedangkan pengelola mesin yang bernama jiwa tidak punya kemampuan untuk mengelola perangkat tersebut dengan baik. Mengapa?? Karena jiwa tidak pernah mau membaca dan berpikir lewat akal dan pikirannya. Sehingga nafsu yang ada didalam dirinya tidak bisa dikelola dengan sempurna.

Jika sampah energi ini telah semakin banyak, akan keluar dari dalam raganya dan bersatu dengan alam semesta. Jika berakumulasi dengan gunung berapi, maka akan membuat gunung akan meletus. Jika terakumulasi dengan bumi akan menimbulkan gempa bumi. Jika berakumulasi dengan air akan menimbulkan banjir. Jika dengan udara akan menimbulkan badai. Jika berakumulasi pada tanaman akan menimbulkan tanaman itu rusak, puso dan lainnya.
Jika berakumulasi dengan sesama manusia, akan menimbulkan keberingasan pada sekumpulan manusia itu.

Dan segala apapun entitas yang dimasuki oleh sampah energi ini akan menimbulkan ketidak seimbangan pada entitas tersebut. Dan itulah yang disebutkan sebagai bencana.

Untuk mengantisipasinya adalah dengan memulai dari dalam diri sendiri supaya sampah energi yang dihasilkan bisa dikelola didalam diri menjadi energi terbarukan yang tepat guna bagi dirinya. Sehingga sampah energi itu tidak akan keluar dari dalam dirinya. Seandainya keluar dari raga, tidak akan membahayakan bahkan bisa menjadikan kebermanfaatan bagi orang yang berpikir.

Bagaimana untuk mengurangi sampah energi itu??? Hanya ada satu jalan ; yakni ketika kita bersikap dan berperilaku serta bertindak untuk melakukan suatu pekerjaan adalah dengan menggunakan " HATI SANUBARI ". karena hanya lewat jalan ini yang bisa mengubah sampah energi menjadi energi yang bermanfaat, khususnya didalam memenuhi segala kebutuhan kita bersama keluarga. Serta akan memunculkan sifat yang penuh dengan cinta kasih baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.

#Edisi_hati_nurani_01



Tidak ada komentar:

Posting Komentar