Rejekimu itu ada didalam hatimu. Bahkan hidup dan matimu, kesehatanmu, kewibawaanmu, kebahagiaanmu, semua tersimpan secara kokoh dan tersembunyi. Siapapun yang ada diluar ragamu tidak akan pernah bisa membukanya, karena paswordnya hanya dirimu sendiri yang tahu. Bukan orang lain. Jika dirimu sendiri saja lupa terhadap pasword pembukanya, bagaimana mungkin orang lain akan mampu membukanya??? Dan merupakan suatu kebohongan yang nyata jika ada orang lain yang mengatakan bahwa mereka sanggup untuk memberikan pintu ghaib rejekimu, sedang masing-pasword hati tidaklah sama. Andaikan bisa, semua orang tentu akan terjadi pertikaian untuk saling merebut rejeki diantara yang satu dan yang lainnya. Padahal sesungguhnya tidak ada seorangpun diantara mereka yang mampu mengambil rejeki orang lain. Selain mereka dengan secara paksa merusak pintu rejekinya sendiri. Yang nantinya justru akan membuat hati orang itu rusak.
Jika hal itu terjadi maka merupakan kerugian dan kecelakaan yang besar bagi diri mereka sendiri. Karena gudang rejeki dan gudang kehidupannya telah tidak bisa dipergunakan lagi.
Sedangkan jika dirimu mengalami kesusahan justru akan semakin memperkokoh daya ingatmu untuk mengerti pasword rejekimu yang telah ditanamkan didalam warna rasa tunggal ketika dirimu masih dalam peraduan ibumu. Dengan maksud ketika dirimu dewasa akan membuka sendiri pintu hatimu untuk mengeluarkan segala rejeki apapun yang kamu butuhkan. Baik itu adalah rejeki yang berwujud materi maupun yang berwujud non materi.
Tetapi sayangnya dirimu tidak pernah melatih untuk membuka pintu rejeki dihati. Padahal itu amat sangat mudah sekali yakni hanya dengan satu rasa tunggal yaitu #kasih yang bukan lewat kata,,tetapi fakta. Dimana saat akhir jaman ini telah diubah dengan akalmu yang hanya menggunakan sebatas kata yang berulang sehingga jutaan kata yang terucap akan semakin merusak daya ingat rasa selain kata yang tidak bermakna. Dan itulah suatu tanda bahwa tuhan telah mengkunci mati pintu hatinya. Padahal sesungguhnya dirinya sendiri yang telah merusaknya.
Jika demikian, bagaimana mungkin dirimu akan mempersiapkan rejekimu, juga bekalmu ketika nyawamu akan tercerabut dari ubun-ubunmu. Disitulah dirimu akan merasa tersiksa karena pasword hati telah dirusak secara paksa, maka secara paksa pula nyawamu diambil dari ragamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar