Partner | KAENDRA Tour & MICE

Sabtu, 26 September 2015

JANGAN KAU GADAIKAN ROMU




Suatu negara jika perbandingan antara export dan import lebih banyak import, maka selisih perbandingan itu sama halnya dengan telah menggadaikan unsur kemandirian dalam ketergantungan pada negara lain. Semakin banyak importnya akan semakin banyak pula unsur ketergantungannya. Dan akan semakin mudah untuk dipermainkan oleh negara yang menjadi eksportirnya.


Begitu pula hubungan antara manusia yang satu dengan yang lainnya tidak berbeda seperti halnya hubungan antar negara. Yakni didalam memenuhi kebutuhan didalam diri, lebih banyak mengimport dari luar raga, lebih banyak meminta ataupun membeli. Maka dirimu juga akan ada ketergantungan terhadap apa yang ada diluar ragamu. Semakin banyak ketergantungan dengan segala hal dari luar raga, sehingga tidak ada sedikitpun untuk mengeksplorasi apa yang ada didalam diri, itu sama halnya dirimu telah menggadaikan rohmu, dengan apapun yang ada diluar raga. Karena segala apa yang menjadi kebutuhanmu lebih banyak disediakan dari luar ragamu. 

Semestinya kita mau berpikir; bahwa setiap manusia memiliki kedudukan yang sama untuk mengexplore apa yang ada didalam dirinya untuk dieksport kepada siapapun yang membutuhkan. Sehingga perbandingan antara eksport dan import akan seimbang. 

Apa yang yang harus dieksplore dari dalam raga ? Adalah #kehendak dan #cipta, agar menghasilkan sebuah #karya. Untuk bisa mengekplore dengan benar, maka harus banyak membaca segala warna rasa yang ada didalam diri, serta menyesuaikan dengan kehendak yang ada diluar raga. Dengan begitu akan mempercepat keberhasilannya menjadi sebuah karya. Jika hal itu terus menerus dilakukan, maka dirimu akan bisa mandiri. Dan tidak terpengaruh terhadap apa yang ada diluar raga, serta tidak menggadaikan Rohmu, atau bahkan menjualnya. Karena rohmu itu adalah hidupmu.

Dan gambaran suatu negara, adalah merupakan gambaran dari masyarakat dari negara itu sendiri. Jika semakin banyak anggota masyarakatnya yang selalu meminta dan mengharap dibandingkan memberi, itu sama halnya dengan lebih banyak import dibandingkan eksport. Jika demikian, serta tidak menyadari, sampai kapanpun akan tetap menderita, yang akhirnya akan menjual harga dirinya untuk memenuhi kebutuhan jiwa dan raganya.

Adakah kita semacam itu ???? Yang selalu mengharap dan meminta pada orang lain dibandingkan memberi??? Dan ingat bahwa segala hal yang ada diluar raga itu adalah bagaikan negara lain terhadap negaramu. Sehingga tidak mungkin akan memberi apa yang kau minta tanpa pamrih tersembunyi. Terkecuali jika dirimu menerima tanpa meminta. Dan jika dirimu ingin banyak menerima tanpa meminta, maka perbanyak pula memberi tanpa adanya permintaan.

Edisi : Renungan pergantian jaman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar