Partner | KAENDRA Tour & MICE

Jumat, 25 September 2015

ILLUSI WAKTU



Sengaja saya mengambil istilah "illusi waktu" yang dipakai oleh kadang kita Harno Mujito Kertosono didalam komentarnya dalam hal memaknai keadaan masa lalu masa kini dan masa yang akan datang. Dimana semua itu terjadi lantaran merupakan ulah dari pikiran. Dan itu memang betul. Tetapi bukan berarti kita tidak tahu terhadap apa yang akan terjadi pada masa depan. Semua bisa diketahui sepanjang kita menggunakan hati dan bukan menggunakan pikiran. Sebab akal dan pikiran hanya sebatas diperuntukkan pada masa kini. Jika pikiran diperuntukkan juga untuk masa lalu disebut memori atau ingatan. 

Jika diperuntukkan masa depan adalah harapan. Atau yang sering disebut impian bahkan orang lain mengatakan illusi. Namun yang perlu diingat bahwa ; keberadaan masa lalu dan masa depan, itu harus dibedakan. Segala masa lalu sudah bukan lagi merupakan pikiran, tetapi sudah merupakan urusan #rasa. Mengapa?? Karena sudah dialami, yang pasti sudah pernah mengalami sesuatu yang telah tercipta, sudah disaksikan menjadi warna rasa disebut perasaan. Sedangkan masa depan bukan urusan "rasa atau perasaan" karena belum dialami. Melainkan urusan #hati. Dan segala hal yang belum terjadi hati pasti tahu dan akan memberikan gelombang vibra berupa signal-signal atau alarm iiwa(istilah saya sendiri). Jika tidak tahu untuk apa ada gelombang vibra yang menunjukkan warna rasa tertentu. Dan maaf hal ini hanya dimiliki oleh seorang metafisis yang bidangnya memang menekuni metafisika, yang membaca adanya semiotika.

Jadi, jika kita ingin mengetahui masa depannya mudah saja, kita harus membaca peta perjalanan dasar manusia itu yang tertanam didalam garis tangan(palmithri). Atau yang saya tuliskan didalam judul buku "god's road map. Jika kita ingin menentukan masa depan kita buat juga peta perjalanan manusia atau Human's road map.

Kepastian itu terjadi jika kita kita sama sekali tidak mengubah sama sekali dari peta perjalanan tuhan pada dirinya. Jika kita mengubahnya pasti god's road map nya akan berubah mengikuti Human's road map.

Dan bagi orang-orang tertentu yang sudah muncul #kesadaran_dirinya tidak mengenal istilah ilusi waktu. Dimana istilah tersebut pertama dipakai oleh orang barat yang memang otak kirinya lebih dominan. Sedang orang timur dominan otak kanannya. Sedangkan orang-orang khatulistiwa dominan otak tengahnya.

Bagi saya sebagai orang nusantara lebih menitik beratkan bahwa illusi waktu itu tidak ada sama sekali. Karena waktu itu adanya bersamaan dengan energi, materi, ruang dan waktu. Salah satu unsur tidak ada maka kesemuanya tidak ada. Namun kesemuanya itu harus kita mulai dari waktu itu sendiri. Dalam artian waktu masa lalu atau masa depan kita masukkan kedalam masa kini atau saat ini. Setelah kita isi warna rasa dan muatan rasa serta nilai yang kita butuhkan berapa muatan energi atau anti energinya, baru kita geser kembali kedalam waktu yang kita sesuaikan dimasa mendatang menjadi suatu materi.

Mengapa hal itu bisa kita cipta?? Karena waktu itu sebenarnya tidak ada. Dan hanya karena rotasi bumi pada porosnya, bersama bulan kemudian berevolusi bergerak mengitari matahari itu sajalah yang menyebabkan waktu itu menjadi ada.

Oleh karena itu agar tidak terjadi ilusi waktu kita harus senantiasa membaca dan berpikir untuk menimbulkan renungan, kemudian menghasilkan buah pikiran, kemudian berlatih untuk membuktikan, sehingga bisa menyaksikan apa yang menjadi sebuah tindakan. Apa yang disaksikan????? Adalah #warna_rasa ketika telah menjadi hasil akhir berupa perwujudan cita-citanya menjadi nyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar