Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 15 Oktober 2015

JATIDIRI ITU MENANAM KASIH DIBUMI



Pernahkah diri ini merenungkan bahwa kita terlahir karena adanya kasih ?? Dan mungkinkah kita terlahir tanpa adanya kasih dari kedua ayah dan ibu yang saling menyayangi. Minimal ketika terjadinya bibit ruh, jiwa dan rasa yang menggelora, lantas menyatu kedalam rahim ibumu.

Dari sini mestinya dirimu akan tahu, bahwa pertemuan dua kehendak antara ibumu dan ayahmu, telah berhasil menjadikanmu sebagai seorang anak manusia. Bahkan bisa membuatmu hidup didalam air sampai dirimu terlahir kemuka bumi.

Jika hidup didalam air itu dirimu mampu mengembangkan hidupmu, semestinya ketika dirimu terlahir disamudra maya ketika terlahir akan lebih mudah lagi untuk mengembangkan hidup dan kehidupanmu untuk menyatukan kedua kehendak berupa cahaya ruh dan cahaya rasa.

Dan semestinya pula dirimu tidak perlu untuk mempersulit bagaimana menjalani kehidupanmu penuh kemudahan dan kebahagiaan. Dan hanya cukup meneruskan kehidupan itu dengan warna kasih, sebagaimana dirimu belum terlahir. Semakin banyak warna kasih yang kau tanamkan lewat sikap, prilaku, serta perbuatan dalam kehidupanmu, maka akan semakin bahagialah dirimu. 

Jika keberadaanmu berawal dari kasih, maka energi kasih itu pula yang harus kamu masukkan kedalam jiwa dan ragamu. Dengan begitu antara awal dan akhir, dirimu akan bertaburan penuh kasih. Jika semula dirimu mendapat taburan kasih, maka perbanyaklah memberikan kasih pada sesamamu.

Dan seberapa banyak unsur kesusahan dan penderitaan yang kamu alami, adalah semata-mata karena kurangnya tanaman kasih yang kamu taburkan. Sehingga akan mengakibatkan ketidak seimbangan rasa kasih ketika didalam kandungan, dengan rasa kasih ketika dirimu telah meniti kehidupanmu didunia.

Dan jika didalam proses penciptaan dirimu kekurangan kasih ketika didalam kandungan, maka akan memperbanyak pula unsur penderitaan yang kamu alami. Dan hal itu harus kamu tebus dengan memperbanyak tanaman kasih ketika dirimu berada didunia. Sebegitu kasih itu sudah seimbang, maka telah seimbang pula tata kelola kehidupanmu. 

Dan jika kehidupanmu telah seimbang, antara pemenuhan kebutuhan lahir dan batin, berarti dirimu telah menjadi manusia seutuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar