Partner | KAENDRA Tour & MICE

Rabu, 14 Oktober 2015

BACALAH DENGAN HATI BUKAN DENGAN MULUT


Jika dirimu ingin membaca sesuatu agar mendapatkan pemahaman, bacalah dengan hatimu dan bukan dengan mulutmu. Kita tidak akan pernah mendapatkan hikmah dan makna apapun jika selalu membaca pakai mulut. Terlebih lagi, antara orang yang membaca, dan yang disuruh mendengar apa yang dibaca, sama-sama tidak mengerti apa yang dibacanya. Lalu apa yang akan kita dapatkan???? 


Pernahkah kita merenungkan??? Bahwa mulut itu adalah tempat memasukkan makanan, dan menyampaikan kata yang terlontar dari hatimu. Tetapi didalam kenyataan yang ada, mulutmu seringkali dipakai untuk memasukkan segala sesuatu yang bukan haknya. Atau bahkan untuk menghujat dan menyampaikan sumpah serapah membuat orang lain terluka.

Lantas, jika demikian apakah pantas mulut kita pakai membaca??? Apalagi yang dibaca itu merupakan sesuatu yang penuh makna dan hikmah bagimu. Terutama jika dirimu memang membutuhkan petunjuk didalamnya. Dan jangan sekali-kali dirimu mengharap akan mendapatkan petunjuk, jika masih tetap membaca dengan mulutmu. Apalagi ketika dirimu membacanya sambil berteriak-teriak seperti orang-orang yang kesurupan. 

Tahukah dirimu? Jika dirimu terbiasa untuk berteriak, tetapi tidak mengerti apa yang kamu teriakkan, itu adalah semiotika bahwa segala ucapanmu tidak akan bermakna. Dan jika suatu saat dirimu membutuhkan sesuatu, kemudian menyampaikan sesuatu itu pada orang lain, dirimu tidak akan pernah dihiraukan. Itulah kenapa banyak orang yang bersuara, tetapi tidak pernah didengar suaranya. Mengapa??? Karena orang yang biasa membaca dengan mulutnya, tidak pernah menggunakan hatinya. Padahal hanya dengan hati sajalah orang bisa membaca dan mendengar apa yang dibaca. Dan hanya dengan hati, masing-masing orang bisa berhubungan diantara satu dengan lainnya.

Tahukah dirimu?? Jika kita memanggil seseorang tetapi tidak didengar, bukankah dirimu berteriak agar yang dipanggil itu mendengar suaramu?? Hal itu terjadi karena; baik yang memanggil dan yang dipanggil, tidak mempergunakan hati. Jika ada orang bertengkar dan berteriak, hal itu lantaran kedua hatinya amat sangat jauh, walaupun secara lahirnya keduanya dekat.

Saat ini, adalah jaman menggunakan hati. Jika kita masih tetap menggunakan kebiasaan lama untuk membaca dan menyampaikan kata dengan mulut, jangan harap dirimu akan mendapatkan apapun yang kamu butuhkan. Yang ada, dirimu akan semakin jauh dengan hatimu sendiri. Jika hatimu sudah jauh, maka dirimu akan selalu tersesat. Serta, hatimu tidak akan pernah lagi memberitahukan segala kebenaran untukmu. Dan mulutmu akan selalu menjadi harimaumu untuk memakan dirimu sendiri.

Karena hanya dengan hati yang akan bisa menghindarkan dirimu dari kecelakaan lahir dan batinmu. Itupun jika dirimu mau mengerti. Jika tidak, silahkan untuk meneruskan membaca dengan mulutmu. Silahkan membaca sambil berteriak-teriak seperti orang kesurupan. Semakin sering dirimu membaca pakai mulutmu, akan semakin sering dirimu mengalami kesusahan dan penderitaan, yang akhirnya akan semakin dekat menuju kehancuranmu sendiri.

1 komentar: