Beberapa hari ini, banyak sekali surat yang datang pada saya. Baik itu sms, email, YM dan juga lewat tilpun, guna menyampaikan permasalahan antara lain; bagaimana untuk bisa bertemu jodoh, kenapa masih bisa gagal, kenapa koq susah. Dan kenapa keimanan itu bisa pasang surut, sudah sholat Tahajjud, dan sholat istikharah, tetapi kenapa koq masih tidak berhasil, padahal sudah “ merasakan” ada jawaban yang benar dari Allah. Dan yang paling lucu lagi, ada yang bilang “ pak tris, saya ini sudah Haji, kenapa tiap sembahyang, dan baca Qur’an koq bisa didorong oleh makhluk halus, mestinya kan tidak? Pertanyaan ini seolah-olah menyalahkan Tuhan. Saya sebenarnya ingin menjawab, bahwa yang tahu sebab musababnya adalah Tuhan sendiri, koq ya kasihan, akhirnya saya coba untuk mengatasi dan Alhamdulillah berhasil. Agar supaya masing-masing orang bisa menyelesaikan sendiri setiap ada masalah, saya mencoba menuliskannya disini kenapa, dan mengapa, semua itu bisa terjadi.
Untuk bisa menjawab semua itu, terlebih dahulu saya akan memaparkan, bahwa didalam diri manusia itu ada2 yang bernama manusia bathin, dan ada yang manusia lahir. Perangkat-perangkat yang ada didalam manusia lahir, semuanya ada didalam manusia bathin. Adapun perangkat yang ada didalam manusia lahir yang dominan adalah Hati atau jantung, Otak, (kiri dan kanan yang wujudnya seperti bubur), panca indra, serta ginjal dan Benak/hepar/liver. Disamping itu, adalah “jiwa” yang merangkap sebagai pimpinan tertinggi dari perangkat dari manusia lahir maupun bathin. Namun fatalnya didalam kenyataan sehari-hari, Jiwa, sering kali mempercayakan hal-hal yang bersifat lahiriah kepada totalitas akal, bahkan berkelanjutan terhadap hal-hal yang bersifat bathinpun akhirnya akallah yang mengambil peranan. Jiwa kemudian secara salah kaprah hanya berperan pada sifat-sifat, dan kemampuan, serta perasaan, yang kaitannya dengan Jantung. Padahal, dia haruslah berperanan penting terhadap adanya “Rasa”, Karena munculnya Perasaan itu akibat dari Rasa. Sebagiannya lagi yang berupa akal dan pikiran, yang ada keterkaitannya dengan otak. Jantung/hati ini, merupakan organ vital, dan memiliki 2 komponen. Yakni, yang berupa sensor motorik, berupa organ jantung, disebut juga sebagai pusat kecerdasan hati/jantung, atau bisa disebut juga sebagai “otak bathiniah”. Posisi jantung berada didalam rongga dada. Sedang posisi pusat kecerdasan, ada dibalik otak lahiriah. Karena itulah, kenapa perubahan pada organ jantung, sebagian maupun keseluruhan, tidak akan merubah 100 persen seseorang, karena dia bukan merupakan totalitas dari jiwa, melainkan hanya merupakan salah satu potensi belaka. Makanya ketika terjadi cangkok jantung tidak ada masalah. Cuma, pertama kali memang harus ada penyesuaian, karena koq ada barang asing yang masuk pada dirinya. Dorongan aneh bagi jantung ini, karena sebegitu ada hal yang aneh, lantas jantung memunculkan signal-signal elektromagnetik, yang dikirim ke otak lahiriah. Yang secara structural mengontrol kerja saraf, dan kerjasamanya, antar organ tubuh manusia lahir. Dan sekaligus menuju otak bathin, untuk mengatur perilaku secara interaktif, dan fungsional. Signal ini dikirim ke pusat kecerdasan, sebagai input untuk mendapatkan reaksi. Pusat kecerdasan mengirimkan kembali ke jantung, dan jantung mengirimkan jawaban tadi, berupa getaran perasaan, sesuai dengan hasil olahan dari pusat kecerdasan tadi. Jadi, perasaan ini, merupakan suatu sistim yang timbal balik, dan saling mempengaruhi. Misal, ketika jantung menangkap signal dari luar tubuh, maka jantung akan mengirimkan signal secara elektromagnetik, ke pusat kecerdasan, sehingga pusat kecerdasan, setelah dipikir oleh akal, dan adanya masukan dari panca indra, akan mengirim signal lagi ke jantung. Sehingga jantung akan berdebar-debar, bergetar, menimbulkan perasaan. Dan getaran ini, berbeda-beda, sesuai dengan perasaan apa yang mewarnainya. Jantung, sebenarnya bukan merupakan organ pasif. Yang hanya menerima perintah dari pusat kecerdasan. Dia bersama panca indra, dan indra keenam juga memberikan input ke pusat kecerdasan. Bedanya, kalau panca indra jalurnya ke lahiriah(otak), sedang sensor jantung, kepada kecerdasan manusia batiniah. .Jadi, otak manusia itu sebenarnya sama, seperti transceiver, sekaligus juga pemancar. Namun, sinar terbesarnya adalah dari jantung. Karena, jantung adalah satu-satunya yang punya sumber listrik sendiri. Buktinya, dia bisa berdetak terus menerus 24 jam, seperti benda-benda langit lainnya. Bagi seorang kebatinan, dan makrifat, yang biasa berolah rasa, signal-signal ini bisa dijadikan aktif stelsel, untuk merasakan keadaan diluar tubuh, baik ada masalah maupun tidak. Bagi orang biasa hanya ada dua getaran, yakini lembut dan kasar. Bagi yang sudah terlatih, masih bisa membagi lagi menjadi ratusan, bahkan ribuan variable getaran. Bahkan, bisa berbicara dengan makhluk apapun, tidak terbatas hanya pada manusia saja, tanpa menggunakan panca indra. Yang dikatakan telepathi. Dan inilah yang akhirnya bisa menangkap hikmah, atau makna apa, yang terkandung dibalik getaran tadi. Sehingga saya katakana energy Hikmah, yang kehebatannya melebihi energi nuklir. Eneegi hikmah atau energy makna ini akan muncul bila jiwa berhubungan dengan jantung. Dan Jantung, tempat kedudukannya ada diantara paru-paru kanan dan kiri, terbuat dari otot yang liat. Ukurannya sekitar 12 cm,lebar 9 cm tebal sekitar 6 cm. Beratnya sekitar 2 ons sampai 4,25 ons untuk dewasa, sedikit lebih besar dari kepalan tangan. Denyutnya setiap hari sekitar 100.000 kali, dan darah yang dipompa tidak kurang dari 7.571 liter atau sekitar 2000 galon darah. Dan ini harus ada pasokan energi listrik yang tidak boleh berhenti sedikitpun. Kalau sumber listrik ini terhenti, bisa fatal walaupun 1 menit. Dari mana sumber listrik ini? Yakni dari otot jantung yang secara motorik menghasilkan denyut listrik. Dan itulah, kenapa otot-otot jantung berbeda dengan otot dari organ lainnya. Disamping itu, jantung membentuk system pengaliran(distribusi) darah, yang 84% darah beredar dijalur sistemik keseluruh tubuh. 16% sisanya, dialirkan ke paru-paru untuk mengambil oksigen, yang akhirnya oksigen ini dialirkan keseluruh tubuh lewat sirkulasi tadi. Tekanan pompa pada kedua sistim ini berbeda. Yang menuju paru-paru sekitar 15 sampai 20 mmHg. Sedangkan yang keseluruh tubuh (dalam keadaan normal) pada tekanan sekitar 120/80 mjmHg. Oleh karena itu, kenapa ruang jantung yang terkait dengannya, dibuat berbeda oleh Tuhan. Lebih jelasnya adalah, bagian yang memompa darah keseluruh tubuh, ototnya lebih besar, dindingnya tebal. Sedang bagian yang memompa ke paru-paru lebih tipis. Bila tekanan pemompaan itu melebihi batas normal, bisa-bisa menyebabkan bahaya bagi pembuluh darah yang dilewati. Misalnya bila pembuluh darah otak pecah, dikatakan stroke. Anehnya lagi, tekanan jantung ini unik sekali dan denyutnya berubah secara otomatis. Misalnya untuk olah raga, denyutnya juga meninggi, bila dugunakan untuk hal-2 yang rendah, denyutnya juga rendah. Ini tidak hanya untuk aktifitas lahiriah saja, namun berlaku juga bagi besaran tekanan terhadap perubahan kejiwaan seseorang. Tekanan disaat orang yang sabar, dan orang yang pemarah, juga berbeda. Inilah kenapa di dalam Qur’an dikatakan Qalbu, karena getaran yang ada, memberikan gambaran tentang suasana perasaan seseorang. Dan, ini pulalah sebenarnya yang dipelajari oleh orang kebatinan, termasuk makna yang terkandung, dari perubahan getaran jantung itu sendiri. Organ jantung ini dipimpin oleh otak, sebagai pusat kecerdasan organik. Menurut pakar biologi seluler, manusia dan binatang, perbedaannya cuma pada bagian otak bagian depan, yang disebut Lobus frontalis. Dan disini tempatnya, berfungsi atau tidaknya, keluhuran pribadi dan budi seseorang. Sedang bila ditinjau dari sisi biomolekuler, binatang dan manusia sama. Dan DNA nyapun juga sama. Dalam hal ini, saya menarik garis merah, bahwa didalam metafisika, itu masih belum sampai. Mestinya mereka masih harus pula mempelajari Bio kwantum, untuk bisa mendapatkan dari mana sumber listrik otomatis itu. BIla mana perlu, harus pula mempelajari Bio-bio yang lainnya. Sehingga, mereka tidak terkaget-kaget bila menemukan ada seekor binatang, lebih mulya dari manusia,walaupun tidak punya Lobus frontalis.
Kembali pada otak, fungsi Batang otak, adalah untuk mengendalikan organ vital lainnya seperti kedipan mata, mengendalikan kelenjar keringat, kelenjar air mata, air liur, dan pernafasan. Sedangkan fungsi yang terkait dengan hormon, neurotransmitter dan ritme tubuh, dikendalikan oleh Thalamus, Hipothalamus dan Hipofise. Adapun masalah emosi, serta perilaku, dikendalikan oleh system Limbik, dengan melibatkan peranan Hipocampus sebagai memori yang rasional, sedang Amigdala untuk memori emosional. Disamping itu, otak juga mengendalikan aktifitas pusat pendengaran, pusat penglihatan, pusat bahasa, gerakan dsb. Jadi, otak adalah bagaikan pemerintah pusat yang memberikan komando dalam keadaan apapun. Dia memerintah seluruh organ tubuh dengan rapi dan teratur. Bila tidak terjadi kepatuhan, maka akan menimbulkan ketidak terkendalian, yang menimbulkan ketidak seimbangan dalam hidupnya. Bisa sakit, mati dsb. Bahkan, didalam otak juga ada menteri-menteri kabinet seperti yang saya tulis didalam managemen malaikat. Dalam otak juga demikian, ada yang mengendalikan keamanan, dan pertahanan, yang komandannya adalah Hipothalamus. Ini adalah bagian otak yang memerintahkan system pertahanan tubuh, untuk bergerak setentak, jika tubuh kita dimasuki penyakit dalam skala membahayakan. Jika yanag ringan saja, dan bisa diselesaikan dengan mudah, cukup regu-regu dibagian bawah seperti sel fagosit, yang selalu berkeliling tubuh, untuk mengawasi keamanan seluruh wilayah. Bila ada hal yang dianggap membahayakan, maka dikeluarkan zat kimia yang dikatakan anti bodi. Dan sel fagosit ini, mengeluarkan anti bodi yang berbeda-beda sesuai dengan antigen yang dibawa oleh musuhnya, yang juga berbeda. Bila sel-sel fagosit kewalahan, dan musuhnya terlalu kuat maka pasukan yang dikirim oleh tubuh juga lebih besar pula, yang dinamakan Makrofag alias fagosit besar. Dan posisi makkrofag ini ada di sela-sela jaringan sel. Jadi, punya barak sendiri kalau dalam ketentaraan. Kalau fagosit melakukan penyerangan secara individual, kalau makrofag secara besar-besaran. Hebat bukan? Jadi sel makrofag, disamping melakukan penyerangan, juga memberikan signal, bila ada penyerangan besar-besaran. Pada kondisi spt itu, Makrofag akan mengeluarkan zat yang disebut Pirogen endogen dan dikirm ke Hipothalamus kalau ada serangan. Dan Hipothalamus akan mengeluarkan instruksi menyeluruh, untuk melakukan pertahanan. Yakni, dengan mengeluarkan zat Prostaglandin. Jadi karena zat inilah, kenapa suhu tubuh jadi ada peningkatan. Maka sejak saat itu, akan ada serangan umum 11 Maret, seperti yang dilakukan pak Suharto tempo dulu. Kemudian, sejak ada perintah dari Hipothalamus, makrofag memberikan informasi menyeluruh kepada pasukan pembunuh yang dikenal sebagai Kopassusnya Tubuh atau densus 88 bernama sel-sel Limfosit, yang diproduksi di sumsum Tulang belakang. Sambil menyerang, dan membiakkan diri, untuk menjaga bila ada pasukan yang mati. Dan pasukan khusus Limfosit ini, sebelum mengadakan penyerangan, masih dilatih dahulu disebuah kelenjar yang berada didalam dada bagian atas, yakni Kelenjar Thymus, agar tidak salah sasaran membunuh kawan-kawannya sendiri. Sebab Thymus memiliki informasi tentang spesifikasi sel-sel musuh, dan sel-sel tubuh. Namun kendati sehebat apapun, sering kali masih ada musuh dalam selimut. Yaitu dari kita sendiri, selaku pengendali tunggal, yakni Jiwa, yang sudah terkontaminasi oleh nafsu. Antara lain, dengan pola makan, dan pola pikir yang tidak seimbang, menyebabkan pemerintahan yang sudah diciptakan oleh Tuhan, dirusak sendiri.
Jadi, agar semua pemerintahan didalam tubuh itu berjalan dengan sempurna, maka kita membutuhkan energy dari luar yang dikelola oleh Jiwa, dan disampaikan pada Jantung. Agar jantungpun bisa memberikan signal-signal secara benar. Dan jiwa, hendaknya harus selalu berkoordinasi dengan otak kanan. Serta, tidak hanya otak kiri saja yang dipakai. Sehingga dengan demikian, Jantung didalam menerima informasi timbal balik dari otak, tidak salah memberikan informasi yang akurat. Jadi, kendatipun otak itu merupakan penguasa tunggal, dia hanyalah mewakili kita, yakni jiwa yang memang tempatnya diluar tubuh. Makanya jiwa, haruslah selalu investigasi, apakah otak yang telah diangkatnya sebagai presiden, atau komandan tertinggi itu, sudah melaksanakan dengan baik apa tidak? Serta, Jiwa tidak boleh mempercayakan pada kerja otak saja. Apalagi, bila ternyata hanya otak kiri saja yang diperintah, dan pilih kasih, dengan membiarkan otak kanan tidak berfungsi. Maka, lama kelamaan jantung yang merupakan mata hati, tidak akan lagi bisa memberikan signal-signal secara benar. Dan sudah tidak lagi bisa menangkap, hikmah apa yang tersembunyi didalam peristiwa yang terjadi, dan yang akan terjadi. Sehingga, system pemerintahan yang telah dibuat secara sempurna oleh Tuhan, telah diacak-acak oleh akal. Yang kalau boleh saya istilahkan, akal dan pikiran, yang merupakan Pimpinan tertinggi didalam manusia lahir, serta hanyalah merupakan wakil dari jiwa, mengadakan kraman atau pemberontakan. Sehingga jiwapun tidak berkutik, dan ikut pula diperintah. Dan disinilah pentingnya kita memeluk agama, yang tidak lain agar kita bisa menangkap MAKNA atau hikmah, yang terkandung didalamnya. Dan, Jiwa yang merupakan wakil langsung dari Tuhan, bisa benar-benar punya wibawa, tidak malah dijadikan robot, oleh perbuatan nafsu yang mempengaruhi akal kita sendiri. Sama halnya kita menciptakan robot, yang semula untuk membantu kita, malah terbalik, kitalah yang disuruh membantu robotnya.
Bersambung......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar