Partner | KAENDRA Tour & MICE

Tampilkan postingan dengan label maknawi dan hakiki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maknawi dan hakiki. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2011

RENJANA DALAM SEBUAH DAMBA

Edeilweiss....,
 Andaikan masih tersisa sekeping kasih
Yang tersimpan dalam pundi-pundi hatimu
Curahkanlah untuk kami, aku dan anak-anakmu
Biar kami kumpulkan kepingan logam kasih
Yang mungkin masih bisa kembali kau curahkan dihari esok.
Sampai kembali terbangun rumah renjana yang menjadi damba
Dan, andaikan masih ada setetes air cinta
 Biarlah aku dan anak-anakmu, akan menangguk dalam cawan asa

RENJANA SEORANG NARAPIDANA CINTA


Edelweiss......,
Petang ini, disaat derasnya hujan telah berhenti tercurah.
Dan pekatnya megaranta yang berarak telah sirna.
Mestinya, petirpun ikut tergelincir dalam kekelaman.
Mestinya, langitpun kembali benderang.
Kendati tiada mentari dan rembulan....
Namun jutaan gemintang, nun jauh disana
Mestinya akan menjadi pertanda bagimu, juga bagiku.
Akan kembalinya tembang renjana, yang pernah dan selalu tertorehkan
Tak hanya pada hati yang selalu terluka

Selasa, 24 Mei 2011

BAGAIMANA BERSANDAR KEPADA ALLAH

Semua makhluk khususnya manusia, didalam menjalani kehidupan didunia, harus dan selalu bersandar kepada Allah sebagai penciptanya, seperti seorang bayi yang selalu bersandar kepada ibunya. Hal itu, karena bayi belum mengerti apa yang akan dilakukan, baik itu makanan, bahasa, dan pemahaman untuk hidup dimuka bumi. Ibu yang paling mengerti, terhadap segala hal yang menjadi kebutuhan bayi. Disaat bayi  telah menjadi anak, ayah harus pula ikut mengisi wawasan anak, didalam pola berpikir, belajar, dan memutuskan sesuatu, sampai akhirnya anak bisa mandiri. Kalau ayah malas dan tidak mau bekerja giat, biasanya hal ini akan menurun pada anak disaat dewasanya kelak. Begitu pula didalam pemahaman agama, ayah amat berperanan penting didalam mendidik anak-anaknya, khususnya didalam pengenalan kepada Tuhan secara teori. Sedang ibu, berfungsi mengajarkan sikap dan perilaku yang baik  didalam pergaulan sehari-hari, adat istiadat dan budaya, sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. 

Kamis, 14 April 2011

ARTIKULASI TUHAN SECARA MAKNAWI DAN HAKIKI

Tentang perjalanan Tuhan




Untuk supaya mengerti secara tepat dan jelas terhadap pengetahuan, tentang "Tuhan" secara benar, adalah apabila kita telah mengetahui secara jelas tentang Tuhan itu sendiri, seluruh karakter Tuhan serta yang lebih spesifik lagi adalah terhadap perjalanan Tuhan itu bersama kita. Namun hal ini tidak akan mungkin bisa mengikuti perjalanan Tuhan, dari mana dan kemana, sebelum kita tahu serta mengenal Tuhan itu sendiri.
Semua orang tentu tahu  (walau hanya sebatas teori/katanya) bahwa seluruh alam seisinya ini adalah ciptaan Tuhan, khususnya dunia atau bumi yang sedang kita tempati beserta seluruh isinya adalah milik Tuhan, dan karena Tuhan  kita bisa berada dimuka bumi ini, maka secara otomatis pula kita haruslah selalu meminta ijin bila memerlukan sesuatu untuk mencukupi kebutuhan kita. Benar, Tuhan memang maha kaya raya dan maha segalanya serta apa yang kita minta pasti dikabulkan, tapi apakah pasti semua apa yang diminta akan dikabulkan oleh Tuhan? Bagi saya, semua permintaan pasti dikabulkan. Adapun bila tidak dikabulkan, karena kita tidak menguasai peta perjalanan Tuhan. Sehingga, kita tidak tahu Tuhan berada dimana, walaupun Tuhan memang maha tahu. Tetapi tanpa kita menghadapnya, mana mungkin akan diberi secara khusus, sesuai permintaan kita. Selain hanya secara umum, seperti pada mereka yang lain disekitar kita.

Sabtu, 09 April 2011

ENERGI HIKMAH ATAU ENERGI MAKNA

 Beberapa hari ini, banyak sekali surat yang  datang pada saya. Baik itu sms, email, YM dan juga lewat tilpun, guna menyampaikan permasalahan antara lain; bagaimana untuk bisa bertemu jodoh, kenapa masih bisa gagal, kenapa koq susah. Dan kenapa keimanan itu bisa pasang surut, sudah sholat Tahajjud, dan sholat istikharah, tetapi kenapa koq masih tidak berhasil, padahal sudah “ merasakan” ada jawaban yang benar dari Allah. Dan yang paling lucu lagi, ada yang bilang “ pak tris, saya ini sudah Haji, kenapa tiap sembahyang, dan baca Qur’an koq bisa didorong oleh makhluk halus, mestinya kan tidak? Pertanyaan ini seolah-olah menyalahkan Tuhan. Saya sebenarnya ingin menjawab, bahwa yang tahu sebab musababnya adalah Tuhan sendiri, koq ya kasihan, akhirnya saya coba untuk mengatasi dan Alhamdulillah berhasil. Agar supaya masing-masing orang bisa menyelesaikan sendiri setiap ada masalah, saya mencoba menuliskannya disini kenapa, dan mengapa, semua itu bisa terjadi.