Bahasa, diciptakan sebagai alat komunikasi antara manusia yang satu dengan yang lain. Konon menurut sejarah, induk dari seluruh bahasa di dunia asalnya dari Afrika. Secara etimologi, bahasa disamping sebagai alat komunikasi, juga untuk menyampaikan ungkapan dari pikiran, serta perasaan. Dari dunia belahan barat, pada umumnya lebih dominan dipakai untuk mengungkapkan, apa yang ada didalam pikiran. Sedang bagi dunia belahan timur khususnya Indonesia, lebih dominan dipakai untuk mengungkapkan, apa yang ada didalam perasaan. Sehingga, kalau didunia barat, bahasa untuk otak kiri, kalau didunia timur, bahasa untuk otak kanan.
Manusia itu adalah Wakil Presiden semesta alam, jadi tugas kita adalah untuk menjaga ekosistem sebagai wujud kebaktian kita kepada Presiden semesta alam, yakni Tuhan itu sendiri. Adapun caranya adalah bagaimana kita bisa bermanfaat pada alam, dan bukan memanfaatkan atau dimanfaatkan.
Partner | KAENDRA Tour & MICE
Tampilkan postingan dengan label Artikulasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikulasi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 15 Juni 2011
Senin, 30 Mei 2011
PUJANGGA, AHLI SASTRA, DAN AHLI BUDAYA
Selama ini, seseorang gampang sekali memberikan predikat, bahwa orang itu adalah pujangga, seorang ahli sastra, atau seorang ahli budaya. Tetapi, kemungkinan masih amat sedikit yang mengerti tentang perbedaan dari ketiga predikat tersebut. Disini, saya mencoba menguraikan artikulasi dari Pujangga, Sastrawan, dan Ahli Budaya, agar tidak salah kaprah didalam pemberian predikat kepada seseorang.
Jumat, 22 April 2011
ARTIKULASI KEBAKTIAN DAN BERIBADAH
Lanjutan :........
Selama ini, masih banyak yang salah pengertian terhadap kebaktian kepada Tuhan. Berbakti, kepada Tuhan, bukan suatu tindakan ritual, atau dengan cara lain berupa gerakan, penuh kata dan doa. Menurut hemat saya, pemikiran seperti itu kurang benar. Dan masih belum dapat dikatakan dengan kebaktian, bila hanya dengan kata-kata belaka
Kamis, 14 April 2011
ARTIKULASI TUHAN SECARA MAKNAWI DAN HAKIKI
Tentang perjalanan Tuhan
Untuk supaya mengerti secara tepat dan jelas terhadap pengetahuan, tentang "Tuhan" secara benar, adalah apabila kita telah mengetahui secara jelas tentang Tuhan itu sendiri, seluruh karakter Tuhan serta yang lebih spesifik lagi adalah terhadap perjalanan Tuhan itu bersama kita. Namun hal ini tidak akan mungkin bisa mengikuti perjalanan Tuhan, dari mana dan kemana, sebelum kita tahu serta mengenal Tuhan itu sendiri.
Semua orang tentu tahu (walau hanya sebatas teori/katanya) bahwa seluruh alam seisinya ini adalah ciptaan Tuhan, khususnya dunia atau bumi yang sedang kita tempati beserta seluruh isinya adalah milik Tuhan, dan karena Tuhan kita bisa berada dimuka bumi ini, maka secara otomatis pula kita haruslah selalu meminta ijin bila memerlukan sesuatu untuk mencukupi kebutuhan kita. Benar, Tuhan memang maha kaya raya dan maha segalanya serta apa yang kita minta pasti dikabulkan, tapi apakah pasti semua apa yang diminta akan dikabulkan oleh Tuhan? Bagi saya, semua permintaan pasti dikabulkan. Adapun bila tidak dikabulkan, karena kita tidak menguasai peta perjalanan Tuhan. Sehingga, kita tidak tahu Tuhan berada dimana, walaupun Tuhan memang maha tahu. Tetapi tanpa kita menghadapnya, mana mungkin akan diberi secara khusus, sesuai permintaan kita. Selain hanya secara umum, seperti pada mereka yang lain disekitar kita.
Langganan:
Postingan (Atom)