Bahasa, diciptakan sebagai alat komunikasi antara manusia yang satu dengan yang lain. Konon menurut sejarah, induk dari seluruh bahasa di dunia asalnya dari Afrika. Secara etimologi, bahasa disamping sebagai alat komunikasi, juga untuk menyampaikan ungkapan dari pikiran, serta perasaan. Dari dunia belahan barat, pada umumnya lebih dominan dipakai untuk mengungkapkan, apa yang ada didalam pikiran. Sedang bagi dunia belahan timur khususnya Indonesia, lebih dominan dipakai untuk mengungkapkan, apa yang ada didalam perasaan. Sehingga, kalau didunia barat, bahasa untuk otak kiri, kalau didunia timur, bahasa untuk otak kanan.
Manusia itu adalah Wakil Presiden semesta alam, jadi tugas kita adalah untuk menjaga ekosistem sebagai wujud kebaktian kita kepada Presiden semesta alam, yakni Tuhan itu sendiri. Adapun caranya adalah bagaimana kita bisa bermanfaat pada alam, dan bukan memanfaatkan atau dimanfaatkan.
Partner | KAENDRA Tour & MICE
Tampilkan postingan dengan label melatih otak kanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label melatih otak kanan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 15 Juni 2011
Minggu, 17 April 2011
KEHIDUPAN DUNIA ADALAH ILLUSI
Lanjutan :...........
Seperti yang saya tulis kemarin, bahwa manusia hidup didunia ini, bagaikan menyelam didalam laut, atau hidup di dunia lain. Tentunya, harus banyak membaca, mencari pengetahuan, serta untuk mendapatkan pengalaman dari segala hal yang telah diperbuat. Dengan begitu, kita harus banyak menggunakan akal dan pikiran, guna semakin memperjelas, bahwa segala sesuatu yang kita butuhkan di dunia ini, akan selalu tersedia. Dan, cara belajar yang mudah, cepat dan tepat, adalah lewat pengenalankarakter Tuhan. Kita sebagai manusia, harus menyerap karakter Tuhan yang ada. Dan, bukan hanya dengan cara membaca, menghafal, membisikkan, ataupun dengan cara-cara lain, yang nota bene, hanyalah berupa kata-kata belaka. Tetapi, dengan tindakan yang nyata berbentuk perbuatan. Sehingga, manusia benar-benar merupakan refleksi dari cahaya Tuhan itu sendiri.
Jumat, 15 April 2011
EKOSISTEM MIKRO DAN MAKRO KOSMOS
Lanjutan :
Kita tahu, bahwa wujud kebaktian manusia pada Tuhan adalah sebagai “kholifah” minimal untuk dirinya sendiri. Untuk kebaikan, berdaya-guna, serta bermanfaat bagi dirinya serta lingkungannya. Namun bukan berarti menguasai, atau memerintah, apalagi lantas memaksa orang lain untuk memenuhi apa yang menjadi keinginannya. Akan tetapi memiliki arti; bagaimana bisa men-serasi-kan ekosistem, antara manusia lahir dan manusia batin. Setelah keduanya bisa serasi, selaras dan seimbang, kemudian dipadukan dengan ekosistem yang ada diluar tubuh kita. Dan, tugas-tugas tersebut terwujud, serta terlaksana dengan baik, apabila selalu memperhatikan, menganalisa, serta perduli pada setiap saat. Adakah perobahan yang terjadi pada ekosistem tersebut? Sebab, setiap perobahan, pasti akan membawa sebab akibat, yang bisa membahayakan pada tata kehidupan manusia itu sendiri. Selanjutnya, untuk melihat adanya perobahan ekosistem didalam diri, hanya dengan memperhatikan perubahan ekosistem yang ada diluar tubuh. Yakni : adanya perubahan musim, perubahan cuaca, adanya penyakit, serta adanya perobahan yang terjadi pada alam flora, dan fauna. Begitu melihat diluar tubuh ada perobahan, ini menunjukkan bahwa, ekosistem yang ada didalam tubuh, pasti ada perobahan, atau ada masalah.Jadi, tugas manusia didalam berbakti kepada Tuhan, hanyalah 1 (satu ), yakni “MENJAGA EKOSISTEM” itu sendiri. Yakni, adanya satu lingkaran keseimbangan, yang saling ada keterkaitan, antara satu dengan yang lain, sebagaimana wujud asli saat diciptakan Tuhan..
Langganan:
Postingan (Atom)