Manusia itu adalah Wakil Presiden semesta alam, jadi tugas kita adalah untuk menjaga ekosistem sebagai wujud kebaktian kita kepada Presiden semesta alam, yakni Tuhan itu sendiri. Adapun caranya adalah bagaimana kita bisa bermanfaat pada alam, dan bukan memanfaatkan atau dimanfaatkan.
Partner | KAENDRA Tour & MICE
Tampilkan postingan dengan label dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 April 2012
Minggu, 17 April 2011
KEHIDUPAN DUNIA ADALAH ILLUSI
Lanjutan :...........
Seperti yang saya tulis kemarin, bahwa manusia hidup didunia ini, bagaikan menyelam didalam laut, atau hidup di dunia lain. Tentunya, harus banyak membaca, mencari pengetahuan, serta untuk mendapatkan pengalaman dari segala hal yang telah diperbuat. Dengan begitu, kita harus banyak menggunakan akal dan pikiran, guna semakin memperjelas, bahwa segala sesuatu yang kita butuhkan di dunia ini, akan selalu tersedia. Dan, cara belajar yang mudah, cepat dan tepat, adalah lewat pengenalankarakter Tuhan. Kita sebagai manusia, harus menyerap karakter Tuhan yang ada. Dan, bukan hanya dengan cara membaca, menghafal, membisikkan, ataupun dengan cara-cara lain, yang nota bene, hanyalah berupa kata-kata belaka. Tetapi, dengan tindakan yang nyata berbentuk perbuatan. Sehingga, manusia benar-benar merupakan refleksi dari cahaya Tuhan itu sendiri.
Sabtu, 16 April 2011
MENCARI SEMIOTIKA (TANDA-TANDA) TUHAN
Lanjutan :
Yang dimaksud dengan mencari SEMIOTIKA atau tanda-tanda Tuhan, adalah dengan cara mencocokkan ekosistem mikro yang ada pada diri manusia, dengan ekosistem yang berada diluar tubuh (makro kosmos). Ini bertujuan, agar segala mata rantai kehidupan, sifat, kemampuan, dan kehendak yang dimiliki manusia, senantiasa berhubungan dengan segala apa yang ada diluar tubuh. Karena pada intinya, semua makhluk yang ada dimuka bumi, khususnya manusia, tercipta dari alam makro yang terdiri dari 5(lima) energi meliputi : unsur air(cairan), unsur api, unsur udara(oksigen), unsur tanah, dan unsur tumbuh-tumbuhan. Eksistensi lima unsur tersebut, amat dominan sekali. Bila salah satu unsur energi tidak ada, maka manusia tidak akan bisa hidup. Cepat, atau lambat, akan mati, karena tidak bisa menjalani kehidupannya dengan sempurna. Kedudukan lima unsur pada manusia ini, harus selalu dijaga, agar tetap seimbang, sebagaimana asal mula manusia diciptakan. Dan, ketidak seimbangan ini, akan membawa perobahan ekosistem yang ada didalam diri manusia. Bila ketidak seimbangan berlangsung dengan terus menerus, bahkan telah menjadi terstruktur secara masif, maka akan pula membawa kehancuran, pada dunia yang kita tempati ini.
Langganan:
Postingan (Atom)