Partner | KAENDRA Tour & MICE

Tampilkan postingan dengan label ekosistem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekosistem. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2016

MENYUSURI JALAN YANG LURUS



Seluruh makhluk dialam semesta ini terikat akan suatu ekosistem menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan, dan masing-masing tercipta dalam keadaan berpasangan serta saling ketergantungan antara yang satu dengan lainnya. Tidak terkecuali pada manusia itu. Dan untuk dapat disebut manusia jika sudah  bersifat sepasang yakni laki-laki dan perempuan. Jika sifatnya masih sebagian saja, belum dapat dikatakan manusia. Satu sama lain harus bertemu pasangannya agar dapat menyatukan sifat diantara keduanya. Dan barulah pada saat itu dia dapat disebut manusia. 

Jumat, 22 April 2011

ARTIKULASI KEBAKTIAN DAN BERIBADAH

Lanjutan :........
Selama ini, masih banyak yang salah pengertian terhadap kebaktian kepada Tuhan. Berbakti,  kepada Tuhan, bukan suatu tindakan ritual, atau dengan cara lain berupa gerakan, penuh kata dan doa. Menurut hemat saya, pemikiran seperti itu kurang benar. Dan masih belum dapat dikatakan dengan kebaktian, bila hanya dengan kata-kata belaka


Sabtu, 16 April 2011

MENCARI SEMIOTIKA (TANDA-TANDA) TUHAN

Lanjutan :

Yang dimaksud dengan mencari SEMIOTIKA atau tanda-tanda Tuhan, adalah dengan cara mencocokkan ekosistem mikro yang ada pada diri manusia, dengan ekosistem yang berada diluar tubuh (makro kosmos). Ini bertujuan, agar segala mata rantai kehidupan, sifat, kemampuan, dan kehendak yang dimiliki manusia, senantiasa berhubungan dengan segala apa yang ada diluar tubuh. Karena pada intinya, semua makhluk yang ada dimuka bumi, khususnya manusia, tercipta dari alam makro yang terdiri dari 5(lima) energi meliputi : unsur air(cairan), unsur api, unsur udara(oksigen), unsur tanah, dan unsur tumbuh-tumbuhan. Eksistensi lima unsur tersebut, amat dominan sekali. Bila salah satu unsur energi tidak ada, maka manusia tidak akan bisa hidup. Cepat, atau lambat, akan mati, karena tidak bisa menjalani kehidupannya dengan sempurna. Kedudukan lima unsur pada manusia ini, harus selalu dijaga, agar tetap seimbang, sebagaimana asal mula manusia diciptakan. Dan, ketidak seimbangan ini, akan membawa perobahan ekosistem yang ada didalam diri manusia. Bila ketidak seimbangan berlangsung dengan terus menerus, bahkan telah menjadi terstruktur secara masif, maka akan pula membawa kehancuran, pada dunia yang kita tempati ini.  

Jumat, 15 April 2011

EKOSISTEM MIKRO DAN MAKRO KOSMOS

Lanjutan :


Kita tahu, bahwa wujud kebaktian manusia pada Tuhan adalah sebagai “kholifah” minimal untuk dirinya sendiri. Untuk kebaikan, berdaya-guna, serta bermanfaat bagi dirinya serta lingkungannya. Namun bukan berarti menguasai, atau memerintah, apalagi lantas memaksa orang lain untuk memenuhi apa yang menjadi keinginannya. Akan tetapi memiliki arti;  bagaimana bisa men-serasi-kan ekosistem, antara manusia lahir dan manusia batin. Setelah keduanya bisa serasi, selaras dan seimbang, kemudian dipadukan dengan ekosistem yang ada diluar tubuh kita. Dan, tugas-tugas tersebut terwujud, serta terlaksana dengan baik, apabila selalu memperhatikan, menganalisa, serta perduli pada setiap saat. Adakah perobahan yang terjadi pada ekosistem tersebut? Sebab, setiap perobahan, pasti akan membawa sebab akibat, yang bisa membahayakan pada tata kehidupan manusia itu sendiri.  Selanjutnya,  untuk melihat adanya perobahan ekosistem didalam diri, hanya dengan memperhatikan perubahan  ekosistem yang ada diluar tubuh. Yakni : adanya  perubahan musim, perubahan cuaca, adanya penyakit, serta adanya perobahan yang terjadi pada alam flora, dan fauna. Begitu melihat diluar tubuh ada perobahan, ini menunjukkan bahwa, ekosistem yang ada didalam tubuh, pasti ada perobahan, atau ada masalah.Jadi, tugas manusia didalam berbakti kepada Tuhan, hanyalah 1 (satu ), yakni “MENJAGA EKOSISTEM” itu sendiri. Yakni, adanya satu lingkaran keseimbangan, yang saling ada keterkaitan, antara satu dengan yang lain, sebagaimana wujud asli saat diciptakan Tuhan..