Orang yang kaya materi, cobaan berat yang datang kepadanya, pasti akan mengarah kepada non materi. Semakin kaya dirinya, akan semakin besar pula cobaan non materi yang akan menimpa. Karena, yang dirindukan adalah non materi yang membuat kehidupannya akan semakin hampa, tidak bahagia, tidak harmonis dan lain-lain. Jika dia selalu mensyukuri, dengan selalu memikirkan orang lain yang hidup didalam kemiskinan, maka non materi itu akan pula didapatkan, tanpa dia harus mencari. Dan, akan dapat menikmati kehidupan yang penuh bahagia, tentram, dan damai.
Manusia itu adalah Wakil Presiden semesta alam, jadi tugas kita adalah untuk menjaga ekosistem sebagai wujud kebaktian kita kepada Presiden semesta alam, yakni Tuhan itu sendiri. Adapun caranya adalah bagaimana kita bisa bermanfaat pada alam, dan bukan memanfaatkan atau dimanfaatkan.
Partner | KAENDRA Tour & MICE
Tampilkan postingan dengan label nafsu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nafsu. Tampilkan semua postingan
Kamis, 02 Februari 2012
Minggu, 08 Mei 2011
IMAN, YAKIN, TAQWA, ISLAM, DAN IHSAN
Setiap orang didalam mengerjakan sesuatu hal dibutuhkan suatu perencanaan yang matang, agar nantinya bisa mencapai hasil yang maksimal. Perencanaan yang dibuat, tentu akan melihat situasi dan kondisi pekerjaan yang akan dihadapi, supaya bisa sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing orang tersebut. Begitu pula halnya dengan agama. Manusia yang tinggal dimuka bumi, tentu juga dilengkapi dengan perangkat yang sesuai pula dengan situasi dan kondisi bumi, dimana manusia menjalani hidup dan mengisi kehidupannya. Dengan begitu, arah tujuan manusia yang memang dikondisikan sebagai khalifah dimuka bumi, bisa hidup dengan penuh ketenangan, dan ketentraman, untuk menjalani roda kehidupan. Sebagaimana yang telah dikehendaki oleh Tuhan sendiri, sebelum pulang ke sisi Allah, dengan membawa oleh-oleh dari tour of duty di dunia. Berhubung alam dunia bukan alam manusia, maka manusia dilengkapi dengan 5 perangkat dominan, meliputi Iman(pedoman), Yakin(percaya), Taqwa(setia/tunduk dan patuh),Islam(pasrah,damai), dan Ihsan(kebajikan). Kesemuanya ini dikemas dalam jiwa yang dikatakan Kitab yang tersirat dan tersurat. Bila 5 perangkat ini dilakukan dengan sepenuhnya, maka dikatakan orang tersebut telah beragama. Jadi, agama adalah merupakan tujuan manusia hidup dimuka bumi, serta merupakan satu-satunya jalan, supaya bisa kembali kepada Tuhan. Namun karena “salah kaprah” didalam memahami agama itu sendiri, dan selalu dibiarkan berabad-abad, akhirnya banyak menimbulkan persilangan pendapat. Baik salah kaprah didalam mengartikannya, maupun didalam “ cara” menjalani agama itu sendiri. Mestinya, untuk mempersempit salah kaprah, terlebih dahulu kita meninjau dari segi ethimologi (ilmu bahasa), kemudian barulah kita meninjau dari segi kontektual, dan substansi, kenapa agama itu diturunkan.
Jumat, 15 April 2011
EKOSISTEM MIKRO DAN MAKRO KOSMOS
Lanjutan :
Kita tahu, bahwa wujud kebaktian manusia pada Tuhan adalah sebagai “kholifah” minimal untuk dirinya sendiri. Untuk kebaikan, berdaya-guna, serta bermanfaat bagi dirinya serta lingkungannya. Namun bukan berarti menguasai, atau memerintah, apalagi lantas memaksa orang lain untuk memenuhi apa yang menjadi keinginannya. Akan tetapi memiliki arti; bagaimana bisa men-serasi-kan ekosistem, antara manusia lahir dan manusia batin. Setelah keduanya bisa serasi, selaras dan seimbang, kemudian dipadukan dengan ekosistem yang ada diluar tubuh kita. Dan, tugas-tugas tersebut terwujud, serta terlaksana dengan baik, apabila selalu memperhatikan, menganalisa, serta perduli pada setiap saat. Adakah perobahan yang terjadi pada ekosistem tersebut? Sebab, setiap perobahan, pasti akan membawa sebab akibat, yang bisa membahayakan pada tata kehidupan manusia itu sendiri. Selanjutnya, untuk melihat adanya perobahan ekosistem didalam diri, hanya dengan memperhatikan perubahan ekosistem yang ada diluar tubuh. Yakni : adanya perubahan musim, perubahan cuaca, adanya penyakit, serta adanya perobahan yang terjadi pada alam flora, dan fauna. Begitu melihat diluar tubuh ada perobahan, ini menunjukkan bahwa, ekosistem yang ada didalam tubuh, pasti ada perobahan, atau ada masalah.Jadi, tugas manusia didalam berbakti kepada Tuhan, hanyalah 1 (satu ), yakni “MENJAGA EKOSISTEM” itu sendiri. Yakni, adanya satu lingkaran keseimbangan, yang saling ada keterkaitan, antara satu dengan yang lain, sebagaimana wujud asli saat diciptakan Tuhan..
Rabu, 13 April 2011
KEBAKTIAN SECARA UMUM DAN SECARA KHUSUS
TENTANG KEIMANAN
Manusia, pada dasarnya mempunyai 2(dua) karakter yang saling berlawanan, namun saling melengkapi( komprehensip), khususnya bila berkaitan dengan rasa ego yang tertanam didalam dirinya. Hal itu dikarenakan, didalam diri manusia, mempunyai bentuk Lahir (manusia lahir), dan bentuk halus (manusia batin). Hubungan antara kedua bentuk ini, harus serasi, seimbang, satu kehendak dan satu tindakan. Serta, satu kata dan satu perbuatan, bagaikan seorang manusia kembar siam, satu raga dua kepala, adapun yang menjadi masalah adalah; bagaimana bila seandainya si kembar siam ini, yang satu berkehendak ingin keutara, sedang kembar yang satunya, berkehendak kearah yang berbeda misalnya kearah selatan. Tentunya, setiap saat akan selalu bertengkar lebih dahulu, untuk memenuhi siapa yang harus dituruti kehendaknya. Cepat atau lambat, mereka akan bisa sama-sama mati, sebab mereka berdua hanya mempunyai 1( satu raga) yang dipakai berdua, dan menjadi 1(satu) yang tidak dapat dipisah.
Langganan:
Postingan (Atom)