Setiap orang tentu akan mempunyai pemikiran yang sama, bahwa jika kita melihat seseorang yang bunuh diri, dianggapnya orang itu telah putus asa, sehingga mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidupnya. Bahkan didalam beberapa agama, dilarang keras untuk bunuh diri, dan dikatakan, bahwa bunuh diri itu merupakan kematian yang mendahului kehendak Tuhan, sehingga dianggap berdosa besar, serta akan masuk neraka.
Manusia itu adalah Wakil Presiden semesta alam, jadi tugas kita adalah untuk menjaga ekosistem sebagai wujud kebaktian kita kepada Presiden semesta alam, yakni Tuhan itu sendiri. Adapun caranya adalah bagaimana kita bisa bermanfaat pada alam, dan bukan memanfaatkan atau dimanfaatkan.
Partner | KAENDRA Tour & MICE
Tampilkan postingan dengan label manusia batin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manusia batin. Tampilkan semua postingan
Minggu, 26 Februari 2012
Sabtu, 25 Februari 2012
SALON KECANTIKAN MANUSIA BATIN
Pernahkah kita menyadari bahwa raga manusia itu hanyalah sekedar tempat dari manusia batin, agar lebih memudahkan bagi manusia untuk berinteraksi sosial antar sesamanya. Dan supaya bisa dengan mudah berinteraksi sosial, maka kita harus lebih dahulu merias manusia batinnya. Sehingga dengan demikian, manusia batin yang telah dikelola dan dirias sesuai dengan keimanan, akan memunculkan cahaya yang mengaliri seluruh manusia lahirnya menjadi lebih bercahaya, serta bisa membuat orang-orang disekitarnya menjadi senang pada kita, merasa tentram, penuh cinta, penuh kekaguman dll.
Kamis, 24 November 2011
SOUVENIR UNTUK JIWA YANG GERSANG
Lanjutan :
Sebelum saya menguraikan tentang bagaimana memunculkan infra merah yang ada didalam diri, sehingga kita bisa berhubungan dengan alam makhluk halus, dan alam ruh, secara penuh kesadaran sebagaimana tulisan saya terdahulu, saya ingin mengingatkan kembali tentang “rasa dan perasaan” kita masing-masing, lewat wisata jiwa.
Sabtu, 16 April 2011
MENCARI SEMIOTIKA (TANDA-TANDA) TUHAN
Lanjutan :
Yang dimaksud dengan mencari SEMIOTIKA atau tanda-tanda Tuhan, adalah dengan cara mencocokkan ekosistem mikro yang ada pada diri manusia, dengan ekosistem yang berada diluar tubuh (makro kosmos). Ini bertujuan, agar segala mata rantai kehidupan, sifat, kemampuan, dan kehendak yang dimiliki manusia, senantiasa berhubungan dengan segala apa yang ada diluar tubuh. Karena pada intinya, semua makhluk yang ada dimuka bumi, khususnya manusia, tercipta dari alam makro yang terdiri dari 5(lima) energi meliputi : unsur air(cairan), unsur api, unsur udara(oksigen), unsur tanah, dan unsur tumbuh-tumbuhan. Eksistensi lima unsur tersebut, amat dominan sekali. Bila salah satu unsur energi tidak ada, maka manusia tidak akan bisa hidup. Cepat, atau lambat, akan mati, karena tidak bisa menjalani kehidupannya dengan sempurna. Kedudukan lima unsur pada manusia ini, harus selalu dijaga, agar tetap seimbang, sebagaimana asal mula manusia diciptakan. Dan, ketidak seimbangan ini, akan membawa perobahan ekosistem yang ada didalam diri manusia. Bila ketidak seimbangan berlangsung dengan terus menerus, bahkan telah menjadi terstruktur secara masif, maka akan pula membawa kehancuran, pada dunia yang kita tempati ini.
Jumat, 15 April 2011
EKOSISTEM MIKRO DAN MAKRO KOSMOS
Lanjutan :
Kita tahu, bahwa wujud kebaktian manusia pada Tuhan adalah sebagai “kholifah” minimal untuk dirinya sendiri. Untuk kebaikan, berdaya-guna, serta bermanfaat bagi dirinya serta lingkungannya. Namun bukan berarti menguasai, atau memerintah, apalagi lantas memaksa orang lain untuk memenuhi apa yang menjadi keinginannya. Akan tetapi memiliki arti; bagaimana bisa men-serasi-kan ekosistem, antara manusia lahir dan manusia batin. Setelah keduanya bisa serasi, selaras dan seimbang, kemudian dipadukan dengan ekosistem yang ada diluar tubuh kita. Dan, tugas-tugas tersebut terwujud, serta terlaksana dengan baik, apabila selalu memperhatikan, menganalisa, serta perduli pada setiap saat. Adakah perobahan yang terjadi pada ekosistem tersebut? Sebab, setiap perobahan, pasti akan membawa sebab akibat, yang bisa membahayakan pada tata kehidupan manusia itu sendiri. Selanjutnya, untuk melihat adanya perobahan ekosistem didalam diri, hanya dengan memperhatikan perubahan ekosistem yang ada diluar tubuh. Yakni : adanya perubahan musim, perubahan cuaca, adanya penyakit, serta adanya perobahan yang terjadi pada alam flora, dan fauna. Begitu melihat diluar tubuh ada perobahan, ini menunjukkan bahwa, ekosistem yang ada didalam tubuh, pasti ada perobahan, atau ada masalah.Jadi, tugas manusia didalam berbakti kepada Tuhan, hanyalah 1 (satu ), yakni “MENJAGA EKOSISTEM” itu sendiri. Yakni, adanya satu lingkaran keseimbangan, yang saling ada keterkaitan, antara satu dengan yang lain, sebagaimana wujud asli saat diciptakan Tuhan..
Kamis, 14 April 2011
ARTIKULASI TUHAN SECARA MAKNAWI DAN HAKIKI
Tentang perjalanan Tuhan
Untuk supaya mengerti secara tepat dan jelas terhadap pengetahuan, tentang "Tuhan" secara benar, adalah apabila kita telah mengetahui secara jelas tentang Tuhan itu sendiri, seluruh karakter Tuhan serta yang lebih spesifik lagi adalah terhadap perjalanan Tuhan itu bersama kita. Namun hal ini tidak akan mungkin bisa mengikuti perjalanan Tuhan, dari mana dan kemana, sebelum kita tahu serta mengenal Tuhan itu sendiri.
Semua orang tentu tahu (walau hanya sebatas teori/katanya) bahwa seluruh alam seisinya ini adalah ciptaan Tuhan, khususnya dunia atau bumi yang sedang kita tempati beserta seluruh isinya adalah milik Tuhan, dan karena Tuhan kita bisa berada dimuka bumi ini, maka secara otomatis pula kita haruslah selalu meminta ijin bila memerlukan sesuatu untuk mencukupi kebutuhan kita. Benar, Tuhan memang maha kaya raya dan maha segalanya serta apa yang kita minta pasti dikabulkan, tapi apakah pasti semua apa yang diminta akan dikabulkan oleh Tuhan? Bagi saya, semua permintaan pasti dikabulkan. Adapun bila tidak dikabulkan, karena kita tidak menguasai peta perjalanan Tuhan. Sehingga, kita tidak tahu Tuhan berada dimana, walaupun Tuhan memang maha tahu. Tetapi tanpa kita menghadapnya, mana mungkin akan diberi secara khusus, sesuai permintaan kita. Selain hanya secara umum, seperti pada mereka yang lain disekitar kita.
Langganan:
Postingan (Atom)