Sejak manusia generasi Adam dan Hawa tercipta episode dunia, kita-kita ini tidak akan pernah menyangka kalau membawa misi utama yang amat sangat berat dari Tuhan Semesta alam. Dan mungkin, sejak awal kita merasa bahwa dilemparkannya kita manusia kemuka bumi sebagai manusia pendosa yang sudah terstigma sejak awal di surga sebagaimana yang tertulis di Kitab-2 agama yang dinyatakan ; bahwa karena kita makan buah khuldi atas bujuk rayu Iblis sehingga dilemparkan kemuka bumi. Untuk itu lewat pendekatan Filsafat dan metafisika(tasawwuf), atau pendekatan otak kiri dan otak kanan, kami mencoba untuk menelaah dan mengupasnya, bahwa keberadaan kita dimuka bumi, adalah semata-mata membawa misi luhur. Dari Segi Islam ada ayat yang jelas di QS. a’raaf(7) : 25 yang berbunyi Katakanlah: di Bumi itulah kalian hidup, dan di Bumi itu kalian mati, dan dari BUMI itu pula kalian akan dibangkitkan. Juga didalam QS.Al Mulk(67) : 3 yang berbunyi : “Yang telah menciptakan tujuh langit bertingkat tingkat. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”
Dari 2 ayat ini sudah cukup jelas untuk dibahas, walaupun masih banyak ratusan ayat yang mendukungnya tentang penciptaan alam semesta ini. Akan tetapi karena keterbatasan didalam tulisan yang bukan merupakan sebuah buku, akan saya ulas saripatinya saja, agar pembaca tidak bosan. Dari sini, kita melihat ada sesuatu yang amat jelas, bahwa Bumi tempat kita berpijak, memang dicipta sedemikian rupa untuk tempat kehidupan manusia
Serta, Allah lewat Sunnatulahnya menjaga Bumi untuk terus mengitari Matahari. Dan karena bergerak itulah, sehingga bumi bisa tetap eksis. Saya sempat berpikir, bahwa apabila bumi untuk bergerak, secara akal pasti membutuhkan energi yang luar biasa besarnya. Bila bumi diperkirakan berumur 5 milyar tahun, kira-2 berapa energi untuk memutar, dan bergerak mengelilingi matahari, mari kita hitung. Besaran Massa Bumi sekitar 6 dengan 0 sebanyak 24 dibelakangnya atau 6 juta-juta-juta kg. Sedang kecepatan bumi mengelilingi matahari sebesar 107.000 km/jam .Jika gerakan bumi itu linier(mengikuti garis lurus), didalam menghitung energi gerak yang dibutuhkan adalah menggunakan rumus energi kinetik dimana E =1/2mv2. Hasilnya adalah 2,65 x 10(33) joule per detik. Jadi kalau dihitung selama 5 milyar tahun, maka energi yang telah digunakan adalah : E = 2,65 x 10(33) joule x 5 milyard tahun x 365 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik = 418 x 10 (48) joule = (terserah dihitung sendiri, daripada mumet). Dan ini belum terhitung jumlah energi yang dibutuhkan untuk memutari dirinya sendiri. Dari sinilah, kita semakin tahu, bahwa betapa Tuhan telah mendesign sedemikian rupa, kenapa manusia harus berada dibumi. Sebab, bila energiyang dibutuhkan bumi diambilkan dari batu bara, atau bahkan nuklir sekalipun, sampai energi dari dalam bumi, laut, dan udara diambil, tidak akan mencukupi untuk dipakai sebagai penggeraknya. Apalagi, bumi ini tidak bergerak secara linier, melainkan berputar-putar seperti gasing. Tetapi, sumbu putarnya tidak tegak lurus, melainkan dengan posisi miring 23,5 derajad. Kenapa miring, dan kenapa pula harus berputar pada dirinya sendiri? Lha kalau tidak, maka satu juta persen tidak akan pernah ada yang namanya kehidupan dimuka bumi ini. Karena, belahan bumi yang menghadap ke matahari terus menerus, akan terjadi panas yang terus menerus. Begitu pula sebaliknya belahan yang membelakangi bumi terus menerus akan terjadi malam terus menerus, sehingga lama kelamaan bisa beku. Sedang yang siang terus menerus, akan membuat bumi jadi mendidih dalam waktu 100 jam saja. Karena panas matahari jutaan derajad Celsius. Subhanallah.
Selanjutnya, berbicara tentang tata surya, dan alam semesta ini, menurut kejadiannya secara empiric ada 3 pendapat. Kelompok pertama mengatakan ; bahwa alam semesta memang sudah ada sejak dulu, tidak ada permulaan, serta tidak ada keakhiran, dan selamanya akan tetap ada . Pendapat yang mengajukan teori Closed Universe. Dimana Alam semesta ini memiliki mekanisme tertutup, yang saling meniadakan serta terisi dengan sendirinya. Mereka juga berteori bahwa jumlah energi dialam semesta ini sama dengan Nol. Sehingga, kenapa alam selalu berada dalam keseimbangan sampai bermilyar- milyar tahun. Bila terjadi kerusakan disatu sisi, akan mengalami pula kelahiran pada sisi yang lain, guna mengimbangi kerusakan yang ada pada sisi yang lain. Dikatakan juga, bahwa material terbentuk dari energi positif, serta setiap materi memiliki gravitasi negatif. Energi positif yang terkandung didalam benda memiliki keseimbangan terhadap gaya gravitasinya.( golongan ini tidak setuju bahwa Alam semesta diciptakan Tuhan).
Kelompok kedua berpendapat : bahwa alam semesta ini, merupakan Open Universe, atau bersifat terbuka, dan akan mengarah pada kehancuran. Yang berarti, dahulu alam semesta ini tertata rapi. Lama kelamaan akan terjadi kerusakan, atau hancur lebur berantakan. Sehingga, suatu saat alam semesta akan rusak, yang akhirnya musnah. Dicontohkan seperti halnya manusia, yang semula bayi sempurna, akhirnya dewasa dan akhirnya akan mati. Juga benda-benda disekitar kita, yang semula bagus, lama kelamaan akan aus, dan rusak dengan sendirinya, walaupun tidak dipakai sama sekali.
Kelompok ketiga berpendapat: bahwa alam semesta ini asal mulanya tidak ada. Kemudian terjadi proses penciptaan, yang kemudian terus berkembang sampai titik optimum, yang akhirnya akan lenyap kembali. Dari tidak ada menuju ada, kemudian kembali menjadi tidak ada. Dari sinilah kemudian muncul teori penciptaan alam semesta yang sangat terkenal yakni teori Big Bang(ledakan besar). Yang merupakan teori paling banyak pendukungnya, khususnya dari kalangan ilmuwan, bahkan juga kalangan agamawan banyak yang mendukung. Adapun teori ini didasarkan pada kenyataan, bahwa alam semesta sekarang ini sedang mengembang. Pengamatan perkembangan ini, dilakukan dengan teleskop Hubble dari Amerika serikat yang diluncurkan oleh pihak NASA tahun 1990. Setahun kemudiannya, diluncurkan pula Teleskop Compton tahun 1991, yang lebih canggih, serta yang bisa mendeteksi pancaran sinar Gamma.
Tahun 2003, NASA meluncurkan lagi Teleskop Spitzer, yang bisa secara khusus mendeteksi infra merah. Data dari teleskop itu mencatat, bahwa semua benda langit sedang bergerak saling menjauhi. Dan, ini terjadi secara merata diberbagai penjuru langit. Baik disaat kita memandang keatas langit, begitu pula disaat kita memandang kebawah dibalik bumi, kearah kanan, maupun kekiri, semuanya sama, yang menunjukkan benda-benda langit bergerak saling menjauhi. Disini ditemukan suatu kesimpulan yakni : Alam semesta, ternyata selalu mengembang, atau memuai. Berarti, dulunya tentu alam semesta ini berukuran lebih kecil dari sekarang. Dan berarti pula, benda-benda langit ini dulunya juga merupakan satu sel, yang berada pada pusat alam semesta. Dengan demikian, seluruh material dialam semesta, berada dalam satu tempat, yang seluruhnya dimampatkan, istilahnya dikompres kedalam satu titik, ditambah dengan energi yang amat besar, maka muncullah teori Big bang itu. Maka muncullah ledakan dahsyat, sehingga seluruh material yang merupakan cikal bakal alam semesta, terhambur kesegala penjuru langit. Nah, saat inilah terjadi proses penciptaan alam semesta dimulai. Keadaan alam semesta yang masih labil ini, atau yang merupakan kandidat alam semesta yang disebut Sop kosmos. Seperti kejadian bayi. Bukankah sebelumnya, seorang laki-laki disaat mengeluarkan inti energiyang berbentuk sperma, juga diadakan pengompresan? Sehingga akhirnya menyembur ke rahim seorang perempuan? Yang dikatakan cemen yang berisi ratusan juta sperma.
Tahun 2003, NASA meluncurkan lagi Teleskop Spitzer, yang bisa secara khusus mendeteksi infra merah. Data dari teleskop itu mencatat, bahwa semua benda langit sedang bergerak saling menjauhi. Dan, ini terjadi secara merata diberbagai penjuru langit. Baik disaat kita memandang keatas langit, begitu pula disaat kita memandang kebawah dibalik bumi, kearah kanan, maupun kekiri, semuanya sama, yang menunjukkan benda-benda langit bergerak saling menjauhi. Disini ditemukan suatu kesimpulan yakni : Alam semesta, ternyata selalu mengembang, atau memuai. Berarti, dulunya tentu alam semesta ini berukuran lebih kecil dari sekarang. Dan berarti pula, benda-benda langit ini dulunya juga merupakan satu sel, yang berada pada pusat alam semesta. Dengan demikian, seluruh material dialam semesta, berada dalam satu tempat, yang seluruhnya dimampatkan, istilahnya dikompres kedalam satu titik, ditambah dengan energi yang amat besar, maka muncullah teori Big bang itu. Maka muncullah ledakan dahsyat, sehingga seluruh material yang merupakan cikal bakal alam semesta, terhambur kesegala penjuru langit. Nah, saat inilah terjadi proses penciptaan alam semesta dimulai. Keadaan alam semesta yang masih labil ini, atau yang merupakan kandidat alam semesta yang disebut Sop kosmos. Seperti kejadian bayi. Bukankah sebelumnya, seorang laki-laki disaat mengeluarkan inti energiyang berbentuk sperma, juga diadakan pengompresan? Sehingga akhirnya menyembur ke rahim seorang perempuan? Yang dikatakan cemen yang berisi ratusan juta sperma.
Dari sudut pandang yang berbeda inilah saya mencoba mengkajinya, dan menelaah baik dari sisi agama, filsafat, dan metafisika. Kemudian saya baurkan menjadi satu, walaupun memang saya lebih sependapat terhadap kelompok yang ketiga. Adanya gravitasi yang amat sangat besar, benar-benar membutuhkan energi yang amat besar pula, dan benar tidak masuk akal bila ada dengan sendirinya, yang pasti membutuhkan sumber energi yang unlimited juga. Dan inilah kenapa Tuhan lantas memilih manusia untuk menjadi khalifah(penguasa) dimuka bumi. Makanya dibeberapa ayat didalam Al Qur’an disebutkan bahwa seluruh makhluk, termasuk malaikat, gunung-gunung, dan matahari, ditawari untuk menjadi kholifah, mereka menolak semua. Karena memang amat berat. Yang menjadi pertanyaan disini, kenapa manusia sanggup? Jawabnya adalah bahwa, manusia tidak tercipta secara langsung seperti penciptaan alam semesta. Melainkan, Manusia justru diambilkan dari seluruh saripati alam semesta, khususnya dari Bumi sendiri. Dan, disamping itu, manusia memang mempunyai beberapa unsur, yang ada didalam alam semesta ini. Mulai dari unsur air, api, angin, tanah, dan tanaman. Lantas, apa hubungannya dengan kebutuhan Tata surya pada diri manusia? Jawaban sederhananya adalah, menurut teori Big Bang, bahwa sejak terjadi ledakan besar, katakanlah semacan meriam, atau mercon, maka energi-energi yang ada bukan mendekati ledakan. Melainkan sejak letusan, seluruh partikel-partikel yang ada, pasti berserakan, dan menjauh, dari pusat ledakan tunggal. Dan, yang semula satu kesatuan terpecah menjadi 4 partikel yakni : Energi, materi, ruang, dan waktu. Secara otomatis yang semula ada ikatan erat didalam rumus kebendaan, tentu tidak akan lepas dari sistim gaya tarik menarik, atau gravitasi. Kita tahu, bahwa benda itu sesungguhnya adalah merupakan kumpulan molekul-dan molekul. Lebih kecil dari molekul, adalah atomic. Dan atomic masih terpecah lagi menjadi sub atomic yang merupakan inti atom, atau neutron, yang dikelilingi electron, sebagai unsur negatif, dan proton sebagai unsur positif. Begitu pula terhadap alam semesta sebagai alam makro kosmos, tidak akan lepas dari hukum ini.
Kembali pada manusia, bukankah manusia itu juga merupakan instisari dari benda tunggal yang meledak tadi? Dimana sesuai dengan rumus energi. Kalau materinya dominan, maka energinya tersimpan, bila energinya dominan, maka materinya yang hilang. Begitu pula sebaliknya, bila unsur materinya menjauh dari pusat ledakan, maka energinya akan mendekat pada pusat ledakan, sehingga dengan begitu akan selalu terjadi gaya gravitasi. Seperti halnya tarik tambang antara 2 kelompok. Bila kedua kelompok tadi sama-2 sama kuat, dan tambang yang ditariknya juga kuat, maka akan terjadi keseimbangan. Bila salah satu dari kelompok tadi tidak kuat, maka yang tidak kuat itu yang akan terjengkang. Bila tambangnya yang tidak kuat, maka keduanya akan terlempar, dan terjerembab semuanya kebelakang. Nah dari kedua kelompok ini, antara makhluk-2 bernyawa yang dipimpin oleh manusia, dengan makhluk yang berupa kebendaan murni, mengadakan tarik menarik. Yakni, bumi, rembulan, serta planet2 yang ada didalamnya, yang saya gambarkan sebagai suatu sistim atomic.
Matahari sebagai inti atomnya, merupakan salah satu bintang, diantara mliyar bintang yang ada didalam gugusan, dikatakan galaksi, sedang untuk tata surya kita bernama galaksi Bima sakti. Ini saya gambarkan sebagai molekul. Saya katakan demikian, karena didalam 1 molekul, terdiri dari atom yang tak terhingga pula banyaknya. Hal ini terbukti, disisi yang bersebelahan gugusan galaksi bima sakti tempat tata surya kita, juga ada galaksi lain, yang sudah diketemukan yakni Andromeda, dan dikejauhannya lagi ada galaksi Messier. Setiap ratusan milyard galaksi membentuk lagi yang namanya super kluster. Dan dari super kluster, ternyata membentuk lagi gugusan yang lebih besar. Jadi, sebagaian besar dari langit, adalah ruangan yang berisi trilyunan matahari, planet, bintang neutron, super nova, black hole, galaksi, nebula dll. Dan khusus yang dinamakan black hole, (ruangan kosong yang penuh misteri, dan bukan lubang hitam). yang sebenarnya adalah merupakan adhesi dan kohesi .
Matahari sebagai inti atomnya, merupakan salah satu bintang, diantara mliyar bintang yang ada didalam gugusan, dikatakan galaksi, sedang untuk tata surya kita bernama galaksi Bima sakti. Ini saya gambarkan sebagai molekul. Saya katakan demikian, karena didalam 1 molekul, terdiri dari atom yang tak terhingga pula banyaknya. Hal ini terbukti, disisi yang bersebelahan gugusan galaksi bima sakti tempat tata surya kita, juga ada galaksi lain, yang sudah diketemukan yakni Andromeda, dan dikejauhannya lagi ada galaksi Messier. Setiap ratusan milyard galaksi membentuk lagi yang namanya super kluster. Dan dari super kluster, ternyata membentuk lagi gugusan yang lebih besar. Jadi, sebagaian besar dari langit, adalah ruangan yang berisi trilyunan matahari, planet, bintang neutron, super nova, black hole, galaksi, nebula dll. Dan khusus yang dinamakan black hole, (ruangan kosong yang penuh misteri, dan bukan lubang hitam). yang sebenarnya adalah merupakan adhesi dan kohesi .
Dari sinilah inti manusia harus semakin mendekat, kepada Dzat Tunggal sebagai asal muasal kejadian alam semesta, khususnya didalam existensi tata surya kita. Dengan semakin mendekat, sementara benda-benda langit yang semakin menjauh, akan menimbulkan suatu gaya tarik menarik/ gravitasi yang kokoh. Sehingga, akan senantiasa membentuk keseimbangan, sebagaimana yang dikehendaki oleh Tuhan. Dan wujud kedekatan manusia itu, adalah supaya selalu menjaga ekosistem yang ada, yang didalam agama dikatakan suatu kebhaktian. Bila tidak, maka akan mempercepat adanya kerusakan eko sistem. Dimana gaya tarik menarik akan semakin renggang, jadi magnit akan semakin berkurang, maka rotasi evolosi, maupun revolosi, juga akan mempengaruhi, pada benda-benda langit lainnya, yang memang pada dasarnya semakin menjauh dari titik ledakan awal. Sehingga, hal itu pulalah kenapa kita disuruh berbuat baik atau positif. Karena, Tata surya kita yang berada didalam langit itu sifatnya negatif. Kalau gravitasi bumi, dan matahari semakin renggang, akan membuat bumi akan ketarik kearah matahari, lantas apa yang terjadi? Semua yang ada didalam tata suryapun akan hancur berantakan.
Dikarenakan, matahari itu adalah bintang, yang isinya merupakan kumpulan Gas helium, dan Hidrogeen. Kalau kita sebagai manusia bertindak negatif, dikatakan menuruti kemauan setan, itu sama halnya kita menyedot kedua energi dari matahari. Lama kelamaan, tentulah Matahari itu akan padam. Nah kalau matahari padam, bumipun juga akan ikut mati. Jadi inilah kenapa kita tidak boleh melampaui batas, dalam artian tidak boleh serakah. Karena matahari itu bagaikan tabung gas yang besar, namun yang makin lama, memang mengalami penurunan jumlah, akibat terbakar setiap saat. Ditambahi lagi dengan sikap dan perilaku manusia, yang ikut mempercepat padamnya matahari, maka akan cepat pula terjadinya kiamat. Teori pembakaran ini, dikatakan sebagai reaksi termonuklir atau fusi. Akhirnya dengan tersedotnya energi lantaran pembakaran, lama kelamaan atom hidrogennya akan habis. Yang tersisa hanyalah atom helium, maka proses pembakaran akan pula terhenti. Dan matahari akan padam.
Dikarenakan, matahari itu adalah bintang, yang isinya merupakan kumpulan Gas helium, dan Hidrogeen. Kalau kita sebagai manusia bertindak negatif, dikatakan menuruti kemauan setan, itu sama halnya kita menyedot kedua energi dari matahari. Lama kelamaan, tentulah Matahari itu akan padam. Nah kalau matahari padam, bumipun juga akan ikut mati. Jadi inilah kenapa kita tidak boleh melampaui batas, dalam artian tidak boleh serakah. Karena matahari itu bagaikan tabung gas yang besar, namun yang makin lama, memang mengalami penurunan jumlah, akibat terbakar setiap saat. Ditambahi lagi dengan sikap dan perilaku manusia, yang ikut mempercepat padamnya matahari, maka akan cepat pula terjadinya kiamat. Teori pembakaran ini, dikatakan sebagai reaksi termonuklir atau fusi. Akhirnya dengan tersedotnya energi lantaran pembakaran, lama kelamaan atom hidrogennya akan habis. Yang tersisa hanyalah atom helium, maka proses pembakaran akan pula terhenti. Dan matahari akan padam.
Dan, terjadilah apa yang ditakutkan manusia, adalah kiamat. Seluruh benda-benda langit, khususnya yang didalam tata surya kita saling bertabrakan satu sama lain. Untuk itu,, lewat tulisan ini, saya mencoba untuk mengingatkan kita semuanya, hendaknya jangan melampaui batas didalam pencarian dunia. Malah kalau bisa, semakin mendekatlah pada Dzat yang maha hidup, agar gaya grafitasi antara kita sebagai manusia, dan benda-benda langit di sistim tata surya kita, bisa tetap stabil dan seimbang. Yang intinya, seperti tarik tambang diatas, bila benda-2 angkasa memuai, dan bergerak semakin jauh, maka tugas kita adalah menarik tambang itu, semakin dekat kepada awal kejadian sebelum terjadi ledakan. Semoga kiranya tulisan ini, bisa menambah wawasan, walaupun amat singkat. Karena saya ambil intisarinya saja dari buku yang saya tulis setebal lebih dari 100 halaman. Dan saya tutup dengan QS. Anbiyaa’(21) : 30. “Apakah orang-orang kafir itu tidak tahu, bahwa sesungguhnya langit dan bumi itu dulunya terpadu? Lalu kami pisahkan keduanya ( dengan kekuatan/energi).” Jazakumullah, amien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar