Rekan saya, dr. Agus adalah seorang penulis muda yang berbakat. Cakep, dan produktif. Telah banyak tulisannya yang berkwalitas, dan sudah ratusan pula tulisannya di blog yang dibuatnya sendiri. Cukup variatif, kendatipun masih disibukkan oleh tugas2nya sebagai seorang dokter. Namun, masih banyak waktu luang didalam menuangkan ide-idenya yang cemerlang lewat Blog. Kali ini, saya menyoroti tulisannya yang berjudul tipe orang dari sudut waktu dan uang. Dia menulis, bahwa ada 4 type dari segi uang dan waktu.
Tipe pertama : adalah orang yang punya waktu, tetapi tidak punya uang. Disini digambarkan, bahwa dia punya waktu banyak, tetapi tidak punya uang. Contohnya adalah Pengangguran;
Tipe kedua : adalah uangnya banyak, tetapi tidak punya waktu. Digambarkan, bahwa uang orang ini berlebihan, sehingga membeli apapun bisa. Namun tidak punya waktu untuk keluarga, karena waktunya dihabiskan dengan bisnisnya. Sehingga, dia jarang ada dirumah. Kemungkinan, berangkat dari rumah, anaknya sudah berangkat sekolah, sebegitu pulang kerumah, anaknya sudah tidur semua. Dia merupakan orang yang gila harta, dan menumpuk kekayaannya terus menerus, serta tidak sempat memikirkan keluarga, sebab semuanya hanya dinilai pakai uang.
Tipe ketiga : adalah orang yang tidak punya waktu dan tidak punya uang. Disini digambarkan, bahwa orangnya super sibuk untuk mencari uang, tetapi tidak ada sama sekali uangnya. Kenapa? Karena uangnya habis untuk membayar hutang-hutang, yang gali lubang tutup lubang. Yang pada umumnya adalah karyawan, yang waktunya habis untuk mencukupi kebutuhannya belaka. Sedang hutangnya cukup banyak, khususnya membayar kartu kredit dsb.
Tipe yang keempat : adalah orang yang punya waktu dan juga punya uang. Tipe ini yang idealis, yang bisa mengatur waktu, dan mengelola uangnya dengan baik. Sehingga orang yang bertipe ini menurutnya, sama-sama dirindukan.
Yang ingin saya ketengahkan disini adalah, bagaimana cara kita untuk menjadi type yang keempat, yaitu punya waktu dan punya uang? Jawabnya hanyalah satu kata, yakni adalah “PELUANG.” Apabila masing-masing orang mendapat peluang, tentu akan bisa mencapai kriteria keempat, seperti yang dimaksud dr. Agus itu. Untuk mendapatkan peluang, langkah awal, kita haruslah mengerti dahulu kelemahan, dan kelebihan kita masing-masing. Sehingga dengan demikian, kita akan bisa memanage waktu, dan uang sedemikian rupa, agar seimbang antara kebutuhan, dan penghasilan. Saya, kebetulan amat suka memperhatikan sifat dan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan. Yang juga saya bagi menjadi 4 kriteria meliputi :
Pertama : Mau, tetapi tidak mampu ; Tipe orang ini, orangnya tidak malas, punya kemauan untuk bekerja, tetapi tidak punya kemampuan pada bidang pekerjaan yang ditawarkan. Mungkin karena faktor pendidikan, atau tidak mempunyai bakat dibidang yang ditawarkan. ; Orang ini semangatnya cukup tinggi. Tetapi apabila tidak diajari, dan dibina, bisa merugikan pada perusahaan, namun masih bisa diberi kursus-kursus. Biasanya orangnya responsif. Bila lingkungannya baik, dia akan turut baik. Bila lingkungannya jelek, dia bisa ketularan jelek. Dan orangnya defensif( bertahan).
Kedua : Mampu, tapi tidak mau ; Orangnya sebenarnya punya kemampuan dibidang pekerjaan yang ditawarkan, tetapi tidak mau mengerjakan atau melaksanakan. Serta tidak punya pendorong kemauan. Dan bisa dikatakan orangnya pemalas dan banyak perhitungan, apabila dipaksakan untuk mengerjakan. Biasanya orangnya sombong, dan merasa lebih tahu, dan merasa lebih pintar. Atau karena traumatic, serta ada rahasia yang tersembunyi, sehingga ditutupinya dengan kesombongannya. Tidak jarang orang ini bisa menjadi penghasut bagi orang lain, yang mengerjakannya. Bahkan, bisa pula mempunyai rasa iri, bila ada orang lain yang bisa mengerjakannya. Khususnya, bila orang yang mengerjakan itu adalah tipe orang yang pertama, yang telah disekolahkan, atau di kursus oleh perusahaan dimana dia bekerja. Tipe orang ini biasanya Destruktif ( pengrusak). Serta kalau jadi pemimpin demo, ini amat sangat cocok sekali.
Ketiga : Tidak mampu dan tidak mau ; Orang yang bertipe ini memang tidak punya semangat hidup, dan dia tidak bisa dibina maupun diarahkan, karena orangnya benar-benar pasif. Bagaikan mengisi air ke keranjang bambu, tetap saja bocor. Biasanya orangnya tidak punya pendirian, serta gampang sekali diombang-ambingkan oleh keadaan. Serta, orang-orang yang bertipe ini, gampang sekali dipengaruhi oleh orang punya tipe kedua diatas.
Keempat : Mau dan mampu ; Tipe orang ini, disamping memang punya kemampuan, juga mempunyai kemauan yang tinggi. Biasanya orangnya memang amat energitik, penuh inisiatif, kreatif dan innovatif, serta penuh motivasi. Disamping itu orangnya akan selalu Proaktif, serta tidak akan menyerah pada keadaan apapun. Bahkan, orang-orang inilah sebenarnya yang dibutuhkan didalam pembangunan bangsa ini. Tidak pernah menyalahkan keadaan, serta tidak akan menarik perhatian, tahan banting, tahan kritikan maupun pujian. Dan tidak pernah menyalahkan pihak ketiga, apapun masalahnya. Dia amat meyakini, pasti dibalik keadaan yang buruk, akan selalu ditemukan peluang. Yang jelas, dia pasti punya kewibawaan, dan kearifan, kebijaksanaan, serta tidak sombong. Dan, tipe inilah sebenarnya yang harusnya dijadikan seorang pemimpin. Serta, dia akan bisa menjadi mercu suar, minimal bagi lingkungannya. Tipe keempat ini merupakan kebalikan dari tipe orang yang nomor dua. Kalau yang nomor dua bersifat negatif, sedang yang nomor empat bersifat positif. Adakah kira-kira diantara pemimpin kita di Indonesia yang mempunyai kriteria yang keempat ini? Dan dimanakah kira-kira sifat diri kita masing-masing? Silahkan menerka sendiri. Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar