Bagaimana mungkin dirimu akan mendapatkan kebahagiaan, jika setiap penderitaan yang kamu alami senantiasa kamu gadaikan pada orang lain. Terlebih lagi, lantas kamu perjual belikan agar orang lain itu yang mengalami penderitaanmu. Dan kau katakan; bahwa penderitaan itu adalah surga. Sehingga, banyak sekali orang-orang yang terkecoh akibat ulahmu. Sementara, dirimu menjalani kebahagiaan dari hasil penggadaian penderitaan atau jual beli penderitaan pada orang lain.
Tidak tahukah dirimu, bahwa; darimana kebahagiaan yang sesungguhnya itu bisa teraih, jika bukan dari penderitaan itu sendiri. Bagaimana mungkin dirimu bisa merasakan surga, jika neraka sama sekali tidak pernah mau kamu jalani. Dan, orang- orang yang tidak tahu apa-apa, harus menjalani neraka yang berasal darimu. Mereka, sudah terlanjur masuk neraka lantaran dirimu, serta terpaksa harus menjalani neraka yang bukan dari ciptaannya sendiri.Sehingga secara tidak disadari akhirnya mereka semakin banyak mendapatkan surga itu sendiri. Padahal sejatinya, surga itu seharusnya menjadi milikmu, dan dirimu kembali menjalani neraka yang berkepanjangan. Sebab apa yang kamu keluarkan, akan pula kembali kepadamu.
Tahukah? Bahwa sesungguhnya seberapa besar neraka yang kamu jalani, akan selalu menjadikan gambaran, tentang seberapa besar surga yang akan kamu dapatkan untuk kamu rasakan. Seperti halnya seberapa besar modal yang kamu keluarkan maka akan sebanding dengan hasil yang akan kamu raih.
Namun, karena sejak diawal neraka yang kamu dapatkan selalu kamu alihkan pada orang lain, lantas salahkah orang itu jika mendapatkan surga? Apakah mereka berdosa karena dia mendapatkan surga bukan dari mengambil paksa? Tetapi karena membeli, atau dipaksa membeli nerakamu untuk dijalani dalam kehidupannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar