Didalam olah pernafasan yang saya sampaikan dihari sebelumnya, adalah untuk menikmati rasa apa adanya, khususnya terhadap warna rasa yang datang, dinikmati sesuai dengan aslinya ketika ditangkap menjadi getaran perasaan. Untuk itu, sebelum saya melanjutkan membahas pada judul diatas ; olah pernafasan tersebut hendaknya dilatih pada minimal 12 menit, tiap hari selama 12 hari untuk setiap rasa.
Dan, untuk mempermudah didalam menjalani olah nafas tersebut kita membaginya menjadi 2 bidang rasa, yakni positif dan negatif. Segala hal yang positif antara lain; gembira, bahagia, suka, senang dan sebagainya. Adapun yang negatif antara lain ; susah, duka, menderita, kecewa, marah, iri, dengki, dendam, dan lain-lain.
Setelah kita mendapatkan rasa, serta dengan kesadaran bisa mengikuti perjalanan rasa yang masuk kedalam diri, kemudian melanjutkannya dengan mencipta rasa, lewat pelatihan. Yaitu; dengan merasakan kembali terhadap jenis rasa yang pernah dialami, seolah-olah rasa itu benar-benar kembali terjadi pada saat ini, atau saat berlatih merasakan rasa. Demikian diulang terus menerus sampai 12 menit setiap hari, sampai 12 hari. Didalam menjalani olah rasa ini, jalannya pernafasan dari mulut ke hidung. Mengapa? Karena kita mencipta dari TIDAK ADA RASA MENUJU ADANYA RASA.
Setelah tahapan tersebut telah dilaksanakan serta sudah dapat membedakan sifat getaran, antara warna rasa yang negatif dan positif, maka baru kita melangkah pada yang selanjutnya yakni. " Mengubah arah jarum waktu didalam diri".
Yang saya maksud dengan judul diatas, adalah dengan mengubah arah dan warna rasa yang datang didalam diri. Yakni disaat rasa yang datang adalah positif kita rasakan negatif, dan yang negatif kita ubah menjadi positif. Contoh disaat kita mendapatkan kebahagiaan, jadikan itu merupakan penderitaan. Disaat kita mendapatkan kesusahan, kita rasakan bahwa rasa yang datang itu merupakan kebahagian. Disaat orang lain yang menerima rasa seperti menangis karena duka, saat datang ada kita jadikan menangis karena bahagia.
Dan latihlah perubahan merasakan rasa ini juga selama 12 hari. Setelah itu, berlatihlah dengan berselang seling. Yakni yang semula melatih rasa sesuai dengan aslinya, kemudian pada 12 hari berikutnya dengan mengubah arah dan warna rasa yang berlawanan.
Kemudian, setelah selesai program pelatihan tersebut, rasakan apa perbedaan rasa yang dialami tanpa pelatihan, dan tanpa memperhatikan lagi rasa yang datang dan pergi. Dalam istilah saya adalah dalam stagnasi spt itu saya sebut heneng (diam); hening (sunyi); dan wening (bening/pure).
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar