Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 07 Mei 2015

CINTA ADALAH JALAN MENUJU JATI DIRI



Setiap orang tentu pernah mencintai, serta begitu bahagia ketika merasakan cintanya menggetarkan seluruh raga dan jiwa. Keindahan, dan kerinduan senantiasa menyelimuti kehidupannya. Tetapi, tidak sedikit pula yang mengalami kehancuran ditengah jalan. Ketika hal itu terjadi, aura kebencian, kekecewaan, dan segala hal yang bersifat negatif akan menghapus segala kenangan yang penuh keindahan yang pernah dialaminya. Semua rasa yang penuh dendam kesumat, bergumul didalam diri, mengacaukan akal dan pikirannya, serta perasaannya. Seakan bisa membuat dirinya gila, dan tidak lagi perduli pada lingkungannya. 


Jika hal itu terus menerus menerpa kehidupannya, dan dirinya tidak segera menyadari, tentu akan semakin membahayakan bagi dirinya sendiri, dan mungkin juga lingkungan dimana dia tinggal.

Dia akan menutup dirinya, menutup segala hal yang mencoba menerobos kedalam dirinya. Menutup seluruh ruang jati dirinya sebagai manusia. Yang hal ini bisa disebut penyakit kejiwaan. Sebab manusia tidak bisa hidup tanpa cinta. Karena cinta, adalah merupakan perekat antara positif dan negatif, sehingga kehidupan menjadi bercahaya serta bergairah.

Jika ada seseorang yang mencoba untuk membunuh cinta yang ada didalam dirinya, bahkan mungkin untuk selamanya, maka selamanya pula tidak akan pernah bisa memunculkan jati dirinya. 

Dan jika ada yang mengatakan bahwa dengan membunuh cinta bisa menemukan jati dirinya, itu adalah merupakan kebohongan yang nyata. Bagaimana mungkin membunuh cinta bisa menemukan jati diri. Yang ada, justru jati diri dari nafsunya. Terhadap egonya, yang semakin lama akan semakin mengeras dan membatu menyelimuti seluruh manusia batinnya. Dan hati, sudah tidak lagi bisa memancarkan cahaya kedalam nafsu. Dan akhirnya, nafsu itu akan berubah menjadi sumber cahaya sendiri, atau menjadi binatang jalang yang tanpa kendali, untuk menghancurkan orang-orang disekitarnya. Dan dengan penuh dendam kesumat akan membakar, serta merusak tatanan kehidupan semua orang yang ditemui, yang kebetulan sedang dilanda cinta.

Adapun yang menjadikan sebab bahwa seseorang mengalami kehancuran didalam cinta, sampai menimbulkan benci dan dendam, bukan karena dia mencintai seseorang. Tetapi karena dia mencintai "CINTA". Dan bukan mencintai orangnya. Dalam artian ; adalah "rasa cinta" yang muncul diawal, kemudian di mindset kedalam pikirannya untuk dimiliki. Padahal, rasa cinta itu hanyalah sarana untuk membuka pintu jati dirinya. Dengan melewati sarana itu pula dia akan bisa menerobos kedalam lorong batinnya. Seberapa dalam dia bisa menerobos, tergantung seberapa dalam sarana cinta itu terbentuk. Sebab ketika sarana cinta itu terbentuk, maka sejak saat itu pula getaran cinta itu akan menerobos segala sekat-sekat yang menjadi dinding batas antara manusia lahir dan manusia batinnya. 

Namun yang terjadi, ketika " cinta " itu datang, bukan lantas orang yang membuat dia mencintai itu yang dicintai. Melainkan "cinta" itu sendiri yang dicintai. Atau dia mencintai sarananya, mencintai jembatannya, dan bukan mencintai; " apa yang membuat sarana atau jembatan itu tercipta".

Sehingga, cinta itu akan dibangun sesuai kehendaknya sendiri. Dan bukan secara alami. Itulah sesungguhnya yang disebut cinta pada dirinya sendiri, atau yang lebih mudah dikenal dengan nama cinta nafsu.

Tahukah?? Bahwa sesungguhnya ketika rasa cinta itu datang padamu, adalah merupakan pertanda ; bahwa pintu ghaib kedalam dirimu sudah terbuka. Pintu untuk memasuki alam jati dirimu sudah terkuak. Sehingga yang semula dirimu terpaku pada dunia diluar ragamu, dirimu akan tertarik dan terpukau untuk menelusuri sarana yang bernama cinta itu. Semakin dalam dirimu melewati sarana cinta itu, akan semakin terbentuk suasana yang penuh keindahan; baik didalam maupun diluar ragamu. Karena saat dirimu melewatinya, akan ada gelombang vibra yang belum pernah kau dapatkan ketika dirimu mendapatkan dunia materi. 

Intinya : cinta itu adalah sarana, cinta itu adalah sekedar kunci menuju jati diri. Bukan malah kuncinya yang kamu cintai. Andai kata cinta itu seperti "kunci rumah dari emas", tentu didalamnya akan lebih banyak lagi harta intan berlian dan berharga bertebaran.

Tetapi karena keserakahan dari nafsumu, maka kuncinya itu kamu jual untuk mendapatkan uang. Kemudian kamu membuat kunci biasa untuk memasuki rumah. Bagaimana mungkin??

 Begitu pula didalam memasuki jati dirimu hanya melewati rasa cinta. Bukan malahan cinta itu yang kamu buang bahkan kamu bunuh. Maka yang terjadi, justru rasa kebencian, kekecewaan, dan penderitaan akan kamu alami sepanjang hidupmu, sampai dirimu kembali mendapatkan gelombang getaran cinta. Dan hal itu pasti akan kamu dapatkan selagi dirimu masih bernama manusia.

Terakhir ; kendalikan nafsumu sebelum nafsumu itu yang akan mengendalikan dirimu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar