Partner | KAENDRA Tour & MICE

Jumat, 01 Mei 2015

MENJADI PENGUSAHA TANPA MODAL BESAR



Disetiap kota tentu pada umumnya ada pasar dan unit perumahan. Tahukah kita bahwa dengan adanya 2 tempat itu sesungguhnya merupakan kesempatan yang bisa menghasilkan uang?? Kita tahu bahwa setiap orang pasti selalu menyediakan bahan pokok yang harus dipenuhi yang ada kaitannya dengan belanja dapur. Utamanya adalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Dan itu bisa menjadikan ajang bisnis yang cukup besar bagi kita serta yang tidak mengenal istilah rugi. Bahkan bisa mendapat penghasilan rutin yang menjanjikan dan pasti.

Untuk memulainya kita mengadakan investigasi dulu ke pasar tradisional tentang harga-harga kebutuhan pokok yang pasti akan dibeli. Antara lain tentang harga tempe, tahu, minyak goreng, telur, sayur-sayuran, kentang, kubis, wortel, beras,daging, serta bumbu-bumbu dapur dll.


Setelah tahu harganya lalu kita membuat daftar harga dengan diberi tambahan 10 sampai 20 persen, ditulis didalam kertas dan dilaminating. Kemudian kita mempersiapkan untuk berkunjung kerumah-rumah didalam lingkup perumahan. Dan kita menawarkan pada penghuni perumahan tentang apa yang dibutuhkan oleh mereka yang sekiranya mau untuk dijadikan pelanggan. 

Kemudian kita daftar satu persatu tentang pesanan mereka beserta harga yang harus dibayarnya.
Setelah pulang sampai rumah lalu disusun kembali tentang berapa banyak bahan pesanan yang harus dibeli dipasar serta diklasifikasikan sesuai dengan jenisnya masing-masing. 

Selanjutnya esok paginya(dini hari) kita belanja kepasar membeli atau memborong semua yang menjadi pesanan calon langganan itu. Yang tentu jika membeli dalam jumlah banyak akan mendapat diskon.

Setelah semuanya sudah didapat kita bawa pulang kerumah dan diklasifikasikan sesuai dengan permintaan. Kemudian sesegera mungkin diantar kepara pemesan, sambil menanyakan kembali untuk pemesanan dihari esoknya.

Jika hal ini dilakukan secara rutin, maka lambat laun kita tidak perlu lagi menuju pasar untuk belanja. Melainkan kita tinggal berpesan agar barang pesanan kita diantar kerumah. Dengan begitu akan mempersingkat waktu. Disamping itu semakin lama tentu akan semakin menekan harga pembelian dipasar, karena tidak lagi ada ongkos angkut dari pasar. Juga karena pembelian yang amat banyak. Yang otomatis juga akan menguntungkan para penjual dipasar.

Dalam waktu 1 bulan kita harus menangani sendiri terutama saat mengantarkan pada para pemesan diperumahan. Jika semua warga perumahan menjadi pelanggan, baru mengangkat pegawai khusus mengantar tiap pemesanan. Sedangkan kita mulai mencari dan menciptakan pangsa pasar baru diperumahan yang lain. Begitu seterusnya.

Hal inilah yang saya sebut purchase order dan delivery order. Dengan demikian keuntungan kita jelas dan dapat terukur, yang saya yakin penghasilannya bisa benar-benar menjanjikan. Dibandingkan dengan menjadi bakul sayur keliling, namun tidak jelas keuntungannya. Sebab kita tidak tahu siapa yang akan membeli. Sementara barang yang dibeli tidak dapat terukur. Seperti penjual tempe, penjual tahu dan lainnya. Adakah yang bisa kaya?? Jawabnya amat susah sekali. Tetapi dengan sistem purchase order, kita tidak mengenal istilah rugi. Sama halnya pemilik selep padi, tentu lebih kaya dibandingkan dengan pemilik sawahnya. Karena para pemilik selep pada umumnya memiliki pangsa pasar yang jelas.

Purchase order ini pernah saya terapkan dibandung dan surabaya. Dan saya ajarkan pada seseorang dari kalangan etnis. Yang semula hanya ke komplek perumahan, saat ini sudah berganti ke hotel-hotel berbintang, bahkan ketika saya berkunjung kerumahnya dia telah melayani 12 hotel.

Semoga bermanfaat..tidakan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar