Partner | KAENDRA Tour & MICE

Minggu, 07 Juni 2015

MAKANAN LAHIR DAN BATIN

Saat lapar, haus dan mengantuk, adalah urusan #manusia_lahir. 

Jadi begitu mengisi apa yang jadi kebutuhannya lewat makan, minum, dan tidur, secara otomatis akan hilang yang menjadi masalahnya. Kenapa?? 

Karena langsung mengadakan suatu #tindakan_eksekusi apa yang menjadi kekurangan. 


Didalam diri manusia itu selalu muncul #alarm jika ada kebutuhan yang belum diisi.
Termasuk ketika mengalami kesusahan, penderitaan, kemarahan dll.
Alarm akan berhenti ketika apa yang menjadi kekurangan atau kebutuhan sudah diisinya.

Tetapi kenapa saat seseorang itu susah; menderita dan lainnya, tetap saja alarmnya tidak hilang walau sudah #beribadah?? Padahal, kita tahu bahwa manusia disuruh ibadah itu adalah satu-satunya makanan batin. Sedang masalah yang dihadapi Adalah urusan #manusia_batin.
Sehingga satu-satunya jalan yang ditempuh adalah dengan #ibadah itu sendiri. 

Semua itu, karena saat seseorang beribadah, tidak pernah melakukan eksekusi terhadap makna ibadah nya. Dan yang dilakukan hanya sekedar ucapan, dan bukan tindakan. Yang selalu dilakukan terus menerus adalah #cara atau #rukun_ibadahnya. 
Seperti halnya kita lapar, tapi hanya mempelajari cara makan, cara minum, dan cara tidur. Dan bukan langsung memasukkan makanan atau minuman kedalam mulut. Serta tidur secara sungguh sampai terlelap.

Sehingga bagaimana mungkin akan bisa menghilangkan lapar tanpa makan? Menghilangkan dahaga tanpa minum?? Yang ada, justru semakin kelaparan atau mati kehausan. Begitu pula ketika kita susah dan menderita. 

Jika hanya #cara atau #rukun_ibadahnya yang dilakukan, sampai kiamat kita tidak akan mendapatkan perubahan. Dan alarm dalam diri itu akan semakin nyaring berbunyi, sampai makanan batin yang menjadi sebab dan obat masalah masuk kedalam dirinya. Atau, membiarkan dirinya akan mati dalam kesusahan dan penderitaan itu sendiri.

Intinya adalah : jika kita menginginkan membrrmemberikan makanan lahir adalah dengan memasukkan unsur-unsur makanan dari luar kedalam tubuh. Atau dari makro menuju mikro maka alarm tanda kebutuhan akan terhenti. Sebaliknya jika kita ingin memberikan makanan batin, adalah dengan mengeluarkan unsur kebutuhan dari dalam raga kelusr atau dari mikro menuju makro. Ringkasnya adalah dslam hal makanan lahir dari luar kedalam. Sedangkan makanan batin dari dalam keluar(memberi/menanam).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar