Beragama itu bukan percaya kepada tuhan, yang tidak akan mungkin bisa kamu laksanakan. Bahkan sampai kematian tiba, tidak akan mampu untuk membuktikan apa yang kamu percaya.
Dan karena adanya pemahaman tersebut yang menyebabkan manusia terpecah menjadi 2 golongan. Yakni antara theis dan atheis.
Kemudian, diantara para theis ini kemudian timbul lagi pemahaman yang berbeda-beda tentang tuhan. Sehingga perpecahan akan semakin banyak. Mengapa??
Karena masing-masing pemimpin kaum yang percaya adanya tuhan mengklaim dirinya benar. Yang semula hanya untuk menangkal mereka yang atheis akhirnya, diperuntukkan menyerang mereka yang pemahamannya berbeda dengan dirinya. Dari sini mulai terjadi kehancuran dan dekadensi moral dari para theis sendiri. Sehingga sudah tidak ada lagi perbedaan antara theis dan atheis.
Bahkan bisa saja terjadi didalam kenyataan banyak orang yang atheis bisa lebih baik dan lebih beragama dibandingkan yang theis itu sendiri.
Beragama adalah pengetahuan tentang tuhan agar supaya bisa senantiasa hidup berdampingan dengan penuh kedamaian. Dan bisa mengembangkan akal dan pikirannya itu semakin maju dan berbudaya. Dan bukan saling bermusuh-musuhan, saling membakar rumah peribadatan mereka, yang katanya sesat dan lain sebagainya.
Sedangkan mereka yang atheis tidak pernah mengalami masalah apapun, karena memang mereka tidak percaya adanya tuhan. Dan justru dari para atheis itulah yang ilmu pengetahuannya semakin berkembang pesat. Semakin modern karena tidak disibukkan untuk bertikai, berperang saling berbunuh-bunuhan.
Adakah kesalahan didalam bertuhan??
Menurut pendapat saya bukan salah didalam bertuhan. Akan tetapi didalam mengimplementasikan pemahaman bertuhan itulah yang kurang tepat. Mengapa??
Bagi saya beragama dan bertuhan itu merupakan sekolah kehidupan
Seseorang yang sudah lulus didalam memahami arti kehidupannya itulah maka dia berhak mendapatkan ijazah menjadi seorang yang beragama dan bertuhan. Dalam artian, bahwa orang tersebut telah membawa nilai-nilai agama dan nilai ketuhanan yang muncul dari dalam dirinya. Kemudian dipakainya untuk mengisi kehidupannya. Juga didalam bersikap dan berperilaku, khususnya ketika mengalami didalam menjalani suatu permasalahan yang disandangnya.
Serta tidak kalah dengan mereka yang tidak bertuhan dan beragama itu sendiri. Mengapa??
Karena didalam menjalani agamanya adalah menitik beratkan pada pengenalan pada dirinya sendiri. Tanpa harus terikat bahwa dirinya bertuhan atau tidak. Sebab dengan diawali pengenalan pada dirinya, dia akan selalu berpikir untuk mencari segala kelemahan dan kelebihan yang ada didalam dirinya. Serta senantiasa berpikir bahwa apa yang ditanam pasti akan dituai. Selalu bekerja keras agar selalu terhindarkan dari kesusahan. Dan berprinsip bahwa apabila dirinya hancur tidak akan ada yang menolong selain dirinya sendiri. Juga berpikir bahwa jika dirinya harus banyak berinventasi warna rasa pada orang lain.
Dengan begitu dia akan selalu hati-hati didalam melangkah kedepan.
Jadi intinya orang beragama itu adalah untuk mengenal dirinya sendiri. Sehingga akan menghasilkan kepercayaan diri yang semakin prima. Jika sudah demikian orang tersebut tidak akan ragu-ragu ketika ada masalah.
Dirinya tidak akan putus asa. Bahkan selalu tertantang untuk selalu membuktikan hal-hal baru. Dan makin lama akan semakin berkembang pesat didalam mengisi kehidupannya lahir dan batin.
Itulah sesungguhnya hakekat orang yang beragama dan percaya akan tuhannya, adalah mereka yang #mengenal_dirinya_sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar