Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 17 Desember 2015

ANTARA KESABARAN DAN KESADARAN


Dibutuhkannya kesabaran itu adalah jika kita dihadapkan pada suatu peristiwa yang belum pernah dijalani, atau dialami, sampai peristiwanya itu berakhir. Dan semua peristiwa apapun, pasti akan berakhir sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.

Cepat atau lambat didalam mengalami suatu peristiwa, tergantung sepenuhnya dari unsur kesabaran yang muncul dari dalam dirinya. Baik peristiwa yang dialami langsung oleh dirinya, maupun yang dialami oleh orang lain. Hendaknya dirinya selalu sebagai subyek, dan kegiatan yang dilakukan sebagai objek. Jika kita terhanyut akan peristiwanya, maka unsur subyek akan hilang dari dalam dirinya. Sehingga secara tidak disadari dirinya akan pula menjadi obyek itu sendiri.

Ketidak sabaran akan muncul karena belum pernah mengetahui apa yang terjadi, khususnya terhadap waktu yang akan dilalui terhadap masalah yang akan dihadapi. Oleh karena itu jadikan kesabaran itu merupakan terminal awal untuk melangkah, serta pasrah terhadap apapun kejadian yang akan dialami, sampai menuju titik akhir. Sebab jika tanpa kesabaran, sedang kita tidak tahu segala apa yang dialami, apa yang diharapkan tidak akan sesuai dengan kurun waktu yang disediakan untuk menjadi kenyataan.

Contoh: jika kita belum pernah menanam padi, tapi tidak tahu berapa lama padi itu tumbuh dan dituai, akan menimbulkan ketidak sabaran. Ketika kita pertama kali mengadakan perjalanan kesuatu tempat, akan muncul rasa ketidak sabaran, sampai ketempat tujuan. Sehingga kenapa ketika saat pulang terasa lebih cepat dibandingkan ketika kita berangkat, walaupun waktu yang ditempuh itu berbeda.
Kesabaran itu hanya diperlukan terhadap segala sesuatu yang belum pernah dialami. Semakin banyak mengalami peristiwa yang sama apalagi secara berulang, maka kesabaran itu akan semakin hilang dari dalam dirinya. Serta akan berubah menjadi suatu kesadaran. Dalam artian telah ada memori terhadap segala hal yang pernah dialaminya. Mengapa???

Karena ketika kita berkehendak melakukan suatu kegiatan, tentu akan muncul energi dari dalam diri yang berbentuk rasa dan perasaan. Seimbang dan tidaknya energi yang timbul dari rasa berupa gelombang energi menuju perasaan, tergantung sepenuhnya dari adanya unsur kesabaran dari dalam dirinya. Jika tanpa kesabaran, maka gelombang rasa yang dipancarkan bisa berkelebihan atau kekurangan. Sehingga akan berpengaruh pada warna rasa yang berstimulan dengan warna perasaan yang akan dialami.

Sebab setiap ada kehendak dari dalam diri akan memunculkan energi, yang akan membuat perubahan terhadap detak atau denyut jantung seseorang. Jika energinya kurang akan membuat denyut jantung semakin melambat. Jika energinya berlebihan, akan menyebabkan denyut jantung semakin kencang. Dengan begitu akan mempengaruhi terhadap unsur keseimbangan antara warna rasa yang dibutuhkan, dengan warna rasa yang dialami.

Dan dengan kesabaran, maka gelombang energi yang dibutuhkan akan seimbang dengan sendirinya. Sehingga denyut jantung juga akan tetap normal, baik ketika ada kegiatan maupun tidak ada kegiatan.

Intinya adalah : unsur ‪#‎kesabaran‬ itu adalah merupakan ‪#‎langkah_awal‬ didalam menghadapi sesuatu yang belum pernah dialami lewat ‪#‎kepasrahan_diri‬. Sedang unsur ‪#‎kesadaran‬ adalah untuk melanjutkan pengulangan terhadap peristiwanya. Semakin sering mengadakan pengulangan terhadap peristiwanya, maka akan semakin meningkatkan unsur kesabaran menuju kesadaran diri.
Dan didalam kesadaran ini pulalah yang akan membuat manusia akan mengerti tentang ‪#‎jati_dirinya‬. Antara lain; manusia itu akan bisa mengklasifikasikan dirinya tentang : bahwa dirinya tidak tahu, bahwa dirinya tahu, bahwa dirinya mampu, ataukah dirinya tidak mampu. Dan seterusnya. Sehingga dengan begitu, dia akan bisa mengambil langkah apa yang harus dilakukan didalam menghadapi peristiwa apapun. Namun demikian hendaknya akan selalu bersifat subyek dan bukan obyek.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar