Jika jiwamu bercahaya maka ragamu juga akan bermandikan cahaya. Tiadanya cahaya pada ragamu bukan berarti memberikan cahaya yang berasal dari luar ragamu. Karena justru akan semakin membuat dirimu berada didalam kegelapan ketika cahaya dari luar raga itu telah sirna.
Kunang-kunang itu pantatnya bisa bercahaya lantaran menggunakan nalurinya ketika dia butuh cahaya walaupun hanya sebatas bagi dirinya sendiri. Kunang-kunang akan semakin bercahaya ketika tertimpa oleh cahaya rembulan. Kecuali jika tertimpa cahaya matahari maka cahaya pantatnya akan mati.
Bagi manusia, karena dilengkapi oleh akal justru akan membuat jiwa penuh kegelapan ketika akal menyatu dengan naluri serta akan membakar nafsu tanpa kendali. Dan ragamu akan semakin nampak penuh kegelapan.
Jika manusia ingin jiwanya bermandikan cahaya, pergunakan hati agar muncul nurani. Pertautan antara
# hati dan # nurani akan memancarkan cahaya pada
# akal dan # naluri melewati # rasa_yang_murni . Sehingga ketika jiwa bercahaya, maka akan membuat raga juga bercahaya. Tetapi jika hanya menggunakan akal tanpa hati, justru akan membakar nafsu, dan naluri akan semakin tumpul dan buta tiada kenal diri sendiri.
Saat ini, justru raganya yang dibuat bercahaya dari segala hal yang berasal dari luar raga buatan manusia. Semua itu memang ragamu bercahaya tapi penuh kepalsuan. Sehingga ketika semua perhiasan raga itu kamu lepas maka sirna pula cahaya yang melumuri seluruh ragamu. Bahkan jiwamu akan tetap berada didalam kegelapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar