Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 27 Juni 2016

KENAPA DIAM ADALAH EMAS?



Makna dibalik frasa " diam adalah emas" karena mengandung semiotika yang amat sangat dahsyat serta mendalam untuk menguak alam mikro dan makro bagi mereka yang mengerti. Mengapa? 


Karena disaat kita berkata atau bicara maka bibir akan sering terbuka sesuai dengan sejumlah kata yang terucap. Dan saat intonasi suara yang keluar akan menyebabkan banyak udara yang menekan keluar dari mulut pembicara.

Tahukah?? Ketika mulut terbuka maka #langit_langit yang ada pada dirimu juga akan terbuka, sehingga akan terjadi perlintasan energi keluar ragamu. Padahal langit-langit itu adalah satu-satunya jalan untuk menuju #langitmu. Jika kekuatan energi yang tidak terfokus keatas menuju langitmu tetapi bercabang keluar dari mulutmu; bagaimana mungkin bisa membawa berita yang tersirat menuju langitmu? Salah-salah berita itu tidak akan pernah bisa sampai kelangitmu untuk diolah dari rasa menuju pikiran. Sedang seseorang bisa berpikir ketika ada bahan untuk dipikirkan. Dan pikiran bisa bekerja ketika ada kecukupan energi yang tersedia. Namun karena banyak yang keluar dari mulutmu berupa kata maka akan terjadi pembelotan dipersimpangan jalan.

Jika dirimu tidak bisa melihat segala hal yang ada didalam langitmu sendiri, bagaimana mungkin dirimu bisa mengetahui isi langit semesta? Sehingga dirimu tidak bisa mendapatkan apa-apa jika sepasang langit yang didalam dan diluar tidak bersatu sebagaimana awalnya diciptakan.

Dan hal itu kenapa orang yang berpuasa atau ketika bangun tidur malam, mulutnya senantiasa berbau. Ketahuilah bahwa hal itu merupakan petunjuk agar dirimu menutup rapat mulutmu. Disamping supaya langitmu tidak terbaca oleh orang lain lewat langit-langitmu; juga supaya dirimu bisa senantiasa terfokus untuk mengarungi langitmu sendiri. Karena hakekatnya adalah supaya dirimu dapat senantiasa #bersambung_rasa antara langitmu dan langit alam semesta. Jika sudah tersambung diantara keduanya maka disitulah dirimu akan melihat cahaya yang gemerlap penuh keindahan tiada tara.

Masihkah dirimu akan banyak berkata yang akhirnya tanpa makna?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar