Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 14 Juni 2016

KETAJAMAN BATIN DENGAN MENGURANGI MAKANAN RAGA

Bagaimana mungkin batinmu akan tajam serta bisa merasakan segala sesuatu sebelum kejadian, jika dirimu tidak pernah mengurangi makan dan minuman untuk ragamu. Ironisnya, ketika berlatih berjamaah untuk tidak makan dan minum seharian, justru semalaman membalas dendam dengan memasukkan seluruh makanan. Bahkan melebihi kebiasaan serta menggunakan kesempatan untuk memenuhi lahirmu. 


Jika demikian yang tajam adalah #panca_indramu serta #perasaanmu; bukan #batinmu lewat #kemurnian_rasa. Padahal dirimu tahu bahwa asupan segala sesuatu yang dominan, maka itu pula yang akan menentukan mana yang lebih tajam. Jika asupan batin yang dominan, maka batinmu yang tajam. 

Bukankah dalam 11 bulan itu dirimu sudah cukup memberikan asupan makanan untuk ragamu? Kenapa pada 1 bulan yang seharusnya demi kebutuhan batin; justru asupan kebutuhan lahir yang kau tambah menjadi berlipat ganda, walaupun waktunya yang kau ubah pada malam hari. Dengan begitu justru unsur #keinginan yang bertambah. Sedang unsur kebutuhan akan terkurangi. Padahal semestinya #kebutuhan_batin itu yang harus kau cukupi. Sehingga hati nurani akan semakin berfungsi untuk membentuk naluri secara benar serta akan menghasilkan kasih kedalam sanubari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar