Semua orang pasti pernah merasakan #penyesalan terhadap sesuatu yang telah diperbuatnya. Sehingga secara tidak sadar muncul ungkapan didalam dirinya" kenapa dirinya sampai berbuat seperti itu?".
Tetapi, jarang sekali yang meneruskan pada pertanyaan lanjutan, yakni kenapa dia menyesal, dan dalam keadaan seperti apa dia bisa menyesali?
Sesungguhnya adanya rasa penyesalan itu semata-mata lantaran jumlah energi yang ada didalam nafsunya telah sirna untuk berbuat sesuatu. Dalam keadaan seperti itu maka unsur nafsu kembali pada titiķ nadir, dan #cahaya_hati (nurani) kembali bisa merasuki lorong-lorong nafsunya. Seperti halnya kolam kaca yang kembali bersih dan bening, sehingga cahaya hati bisa menembus kedasar kolam seperti sedia kala.
Itulah titik awal #kesadaran_diri untuk senantiasa dipakai agar kebeningan nafsu itu senantiasa terjaga dari warna rasa yang dipancarkan hatinya.
Adapun munculnya kekotoran nafsu, adalah ketika dimasuki unsur dari luar tanpa pemahaman, tanpa renungan, selain hanya menerima mentah-mentah tanpa penyaring diri. Sehingga lambat laun unsur dari luar akan menyelimuti nafsu. Lalu, bagaimana mungkin cahaya hatimu bisa masuk secara sempurna?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar