Tuhan itu tidak butuh dipuji atau dicaci maki. Semua pujian atau caci maki adalah diperuntukkan bagi orang yang melakukan ucapan dimaksud, serta bagi orang-orang yang mendengarnya bahwa tuhannya dipuji atau dicaci maki.
Adakah untung dan rugi bagi tuhan ketika dihina dan dipuji.? Yang jelas dirimu yang untung ketika memuji dan rugi sendiri ketika mencaci maki. Mengapa??
Karena saat dirimu memuji tentu akan berpengaruh pada batinmu. Terlebih lagi ketika dirimu memuji tidak ada seorangpun yang tahu selain selain sikap dan prilakumu sesuai atau tidaknya atas pujian yang kau lontarkan.
Sebaliknya jika dirimu mencaci tuhan, maka batinmu akan merasa tercaci maki dan akan terasa sakit pada hatimu, sebesar lontaran cacian yang kamu ungkapkan. Sebab tidak mungkin dirimu mencaci maki jika hatimu tidak sakit. Yang lambat laun hatimu akan tersiksa dan mati.
Apalagi jika caci maki itu disampaikan dan didengar orang lain. Maka warna rasa orang lain itu akan mengimbas pada batinmu sebesar gelombang rasa yang terlontarkan dari mereka. Baik lewat suara maupun lewat gelombang cahaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar