Ketika kita membangun rumah maka dibutuhkan pondasi. Semakin dalam pondasi yang digali, maka akan semakin kokoh bangunan rumah menuju keatas bumi. Semakin dangkal pondasinya ketika ada gempa vulkanik maupun tektonik, akan semakin mudah bangunan itu porak poranda.
Lalu, apakah kita akan menyalahkan gempa yang datang untuk memporak- porandakan bangunan pada suatu kawasan, lantaran pondasi yang tergali kurang dalam?
Begitu pula didalam diri juga ada 2 gempa; yakni yang menghantam #raga dan #rasa. Adapun semua itu yang menimbulkan gempa berasal dari sikap, ucapan, dan perilaku orang lain pada kita. Tetapi jika pondasi didalam diri itu kuat dan dalam, maka seberapapun besarnya gempa yang menghantam, tidak akan mungkin dapat meluluh-lantakan jiwa, raga dan rasa.
Tahukah apa pondasi didalam diri?? Jawabnya adalah #iman_yaqin_dan_taqwa terhadap segala apa yang menjadi pedoman serta petunjuk dari dalam hatinya.
Pertanyaannya adalah; ketika ada orang yang dikodratkan untuk menjadi gempa didalam diri kita, pantaskah penyebab gempa itu disalahkan?
Yang jelas adalah pondasi didalam diri kurang kokoh dan dalam.
Semoga dapat menjadi bahan renungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar