Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 15 Desember 2016

SEMIOTIKA ITU LEBIH LENGKAP DIBANDING GOOGLE PENCARI


Saat ini ketika kita ingin mencari sesuatu yang terjadi didunia, atau ingin mendapatkan  tambahan wawasan, cukup lewat google pencari. Bahkan terhadap segala ilmu pengetahuan maupun ramalan cuaca sampai ramalan nasib, bisa dilihat di mesin telusur google. Bahkan untuk membuat bom, untuk mengerti bahasa seluruh bangsa didunia, semuanya serba ada serta tersedia cepat saji hanya dalam waktu beberapa menit. Termasuk ketika mau belajar meditasi, memperdalam ilmu agama, ilmu kedokteran, fisika tradisional sampai fisika qwantum, metafisika dan lainnya, semua tersedia. 



Tetapi, pernahkah kita merenungkan  bahwa kenapa mesin google pencari itu bisa mencari segala petunjuk apapun? Padahal mesin pencari  itu  adalah buatan seorang anak manusia. Semua orang bisa  menelusuri lewat google pencari. Tanpa pandang bulu, tanpa pandang suku, bangsa dan bahasa, bahkan tanpa memandang siapa, dan apa predikatnya, beragama maupun tidak, semuanya bisa mendapatkan segala apa yang dicari didalamnya.


Namun demikian, kehebatan google telusur itu masih belum ada artinya apa-apa jika dibandingkan dengan #mesin_telusur_asli yang ada didalam diri manusia. Jika mesin telusur  asli manusia itu sudah diketemukan oleh masing-masing orang, maka ilmunya akan jauh lebih hebat lagi dibandingkan mesin telusur  buatan manusia. Mengapa??

Hal itu  karena mesin telusur asli pada diri manusia bisa dipakai untuk membaca seluruh tanda-tanda alam atau semiotika. Membaca sejarah kejadian masa lampau, masa sekarang bahkan masa-masa yang akan datang. Sedangkan didalam google telusur  hanya bisa membaca apa yang sudah terjadi, dan apa yang telah ditanam  didalamnya yang sifatnya statis. Sehingga  tidak bisa sepenuhnya membaca semiotika yang ada dialam semesta ini. Terutama jika berkaitan dengan semiotika diri manusia serta perubahan sifat, sikap, dan prilaku anak manusia. Padahal pengetahuan semiotika ini adalah amat penting sekali bagi keberlangsungan  ummat manusia didalam menapak jaman-jaman yang akan dilalui dimasa mendatang.

Setiap kejadian apapun dialam semesta, khususnya didunia, selalu memberikan tanda-tanda yang tersirat atau semiotika. Dan jika kita ingin membacanya  cukup hanya dengan selalu merangkum atas seluruh peristiwa dan kita saring 2 hal yang sifatnya fenomenal. Dan dari 2 sifat fenomenal itulah terselip sebuah bacaan semiotika.

Dan itu butuh ketelitian  didalam membaca, butuh latihan, butuh kebebasan terhadap apa yang dibaca. Sehingga semakin lengkap memadukan antara beberapa peristiwa yang fenomenal, maka akan didapat semiotika yang tepat  dan jelas.

Supaya  bisa fokus terhadap pembacaan semiotika, dilarang keras untuk mengadakan penilaian. Sebab sebegitu kita menilai, maka yang muncul adalah nafsu. Padahal yang mampu membaca semiotika hanyalah #hati_nurani. Dan hanya kepada hati nurani saja semiotika itu diberikan agar jiwa dapat membacanya dengan benar. Sedangkan nafsu hanya sebatas sarana dan wahana sebagai kelengkapan  perangkat jiwa untuk memenuhi terhadap tugasnya untuk melaksanakan bacaan semiotika yang akan dijadikan suatu tindakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar